
Kebahagiaan yang sudah menanti kini mulai terusik karena hadirnya sosok yang tidak pernah diharapkan.
Semenjak pertengkaran yang terjadi antara Kenan dan Sunny, kini Sunny hanya berdiam diri di dalam kamar.
“Sunny, buka pintu dulu!” Kenjo mengetuk pintu dan memanggil Sunny dengan lembut.
Iya bang, Sunny membuka pintu perlahan dengan wajah yang sembab.
“Hmm, abang ingin bicara denganmu,” pinta Kenjo dengan senyuman lembut.
Silakan bang.
“Sunny, Kenjo menyentuh tangan Sunny
Abang tidak mengerti apa yang sedang terjadi antara kamu dan Kenan, tapi abang tidak suka melihat adik semata wayang yang manis ini menangis karena lelaki.”
Kenjo membelai lembut rambut Sunny, dan menyenderkan kepala Sunny pada pundaknya.
Sunny hanya terisak tanpa bicara.
Bang, aku hanya takut masa laluku terulang kembali.
Aku sangat menyayangi kak Kenan, tapi aku masih tidak terima dengan perlakuan Carolie.
“Iya Sunny, sekarang kamu tenang dulu dan setelah tenang kamu boleh bicara baik-baik bersama Kenan yah!”
Baik bang Kenjo.
________________*______________
“Caroline, apa yang kamu katakan pada Sunny??
Tolong yah, aku paling tidak suka dengan orang yang diam-diam ingin merusak kebahagiaanku!”
“arghh… sudah bertahun-tahun menanti kebahagiaan ini, tapi begitu mudahnya rusak!!”
Kenan begitu geram setelah mengetahui apa yang telah Caroline perbuat kepada Sunny.
Permisi pak Kenan, ini berkas-berkas yang bapak minta.
“Oke baik, letakkan saja di atas meja kerja saya.”
“aku harus menyelesaikan kesalahpahaman ini secepatnya.”
Kenan menyentuh layar ponselnya dan mencoba menghubungi Sunny kembali.
“Hallo sayang, tolong dengarkan aku dulu, malam ini kita pergi yah, pukul 20:00 di resto X."
Kenan yang telah berjanji ingin bertemu Sunny, namun secara mendadak mendapatkan info penting dari mitra perusahaannya.
Pak Kenan, tadi saya dihubungi oleh perusahaan X, malam ini akan ada pertemuan pukul 19:00 di…---
“Oke, tolong siapkan mobil.”
________________*_______________
“Wah, sepertinya ada yang sedang berbunga-bunga yah,” kata Kenjo saat melihat Sunny yang tengah sibuk merias wajahnya dan bersiap pergi menemui Kenan pada tempat yang telah mereka sepakati.
Iya bang, aku pergi dulu yah.
“okay, bye bye…”
Taxi…
Sunny memberhentikan sebuah taxi untuk menuju tempat yang telah Kenan janjikan.
Setiba di sebuah resto X
“Silakan masuk nona, dimeja sebelah kanan yah yang telah dipesan atas nama Kenan Wijaya”
Ucap seorang pelayan resto saat Sunny tiba.
Beberapa saat kemudian…
Waktu telah menunjukkan pukul 21:39…
Sudah telat satu jam lebih dan hampir dua sebentar lagi, tapi kenapa kak Kenan belum tiba!
Sunny yang mulai gelisah menanti kedatangan Kenan.
Ponselnya pun tidak aktiv-aktiv, hmpp kak Kenan kenapa tidak memberi kabar.
Setelah dua jam berlalu…
“Permisi nona, maaf resto akan segera tutup” ujar seorang pelayan.
Ohh, maaf yah mas. Saya akan segera pulang.
“terimakasih atas pengertiannya nona.”
Setelah menunggu selama dua jam lebih, akhirnya Sunny pun beranjak dengan raut wajahnya yang penuh rasa kecewa.
Kenapa kak Kenan tidak datang, aku bahkan menunggu dengan semangat!
Tapi kenapa kak Kenan seolah mempermainkanku.
Setelah beranjak dari resto, Sunny berjalan di atas trotoar lalu duduk di sebuah kursi yang berada di area pusat perbelanjaan yang cukup terkenal.
Hmpp, aku selalu menunggumu kak… gumam Sunny dengan nada yang semakin berat.
Waktu menunjukkan pukul 23:47 wib.
Keesokan harinya…
“Di perusahaan X”
Sejak semalam hingga hari ini, kak Kenan belum juga memberiku kabar, ada sebenarnya.
“Dorrr… hahaa melamun.”
Kak Rafa!! jangan seperti itu… aku tidak suka!!
Rafa yang tiba-tiba menghampiri Sunny.
“Sorry nona manis,,, kamu melamun sih heheh…”
Aku tidak melamun kak…
“Ahh masa…” Rafa menggoda Sunny dan membuat Sunny semakin merasa kesal.
Ahh kak Rafa…
“ohhoo ampun ampun… jangan di pukul dong…”
Hmmp, kak Rafa lebih baik kerja yang benar!!
“iya tenang saja Sunny..” ujar Rafa yang masih ingin mengjahili Sunny.”
Hmmp… sudah hampir dua hari kak Kenan belum ada kabar juga.
Drrtt… drttt… getaran ponsel Sunny.
Nomor baru…
Iya hallo! ohh, kenapa kak Kenan? masih mengingatku!! okay.
_______________***______________
Di sebuah café…
Sunny yang baru tiba, melihat Kenan sedang duduk menanti kedatangannya.
“Oh sudah datang sayang!!” ujar Kenan sembari tersenyum.
Yah.. jawab Sunny singkat
“Sunny, maaf malam itu aku meeting mendadak dan kami makan malam bersama, aku tidak mungkin meninggalkan klienku jadi aku harap kamu mengerti!!” tukas Kenan.
Aku pasti akan sangat mengerti kak, tapi kakak tidak mengabariku!
Aku menunggu kakak selama berjam-jam tapi kakak tidak menghubungiku! bahkan hampir dua hari ini!!
“Iya aku minta maaf, aku sangat sibuk.”
Sibuk! aku pun sibuk kak, tapi apakah karena sibuk kakak bisa seenaknya mengabaikan janji hah…
“Iya aku tahu kamu pasti marah sayang, tapi aku tidak menghubungimu karena aku ingin menunggumu tenang dulu.”
Astaga!! kak Kenan, seharusnya kakak peka lah sedikit!
Kenapa kakak begini sekarang? aku lelah kak, dan aku pun sibuk!!
“Sunny, kamu kemana sayang?? kita belum memesan makanan!”
Sudahlah kak, mungkin hubungan ini tidak terlalu penting bagi kakak!
“Sunny kalau tidak penting, untuk apa aku mengajakmu bertemu!” tukas Kenan sambirl beranjak dari kursinya untuk mengejar Sunny.
Itu saja alasanmu kak! kakak bilang kakak sibuk dan lain sebagainya…
Sekarang aku sibuk, jadi aku bisa seenaknya jugalah mengabaikan!
Sunny pun beranjak dari café tersebut sementara Kenan masih terus mengejak.
“Sunny, kamu dewasalah sedikit!!” bentak Kenan.
Dewasa!! aku tidak dewasa!! iya betul, jadi lebih baik kakak cari yang lebih dewasa.
Sunny mendorong Kenan dan segera pergi tanpa ingin menoleh sedikit pun.
“Sunny tolong dengarkan aku dulu!!” Kenan berusaha meraih tangan Sunny.
Lepaskan!!
“Sunny please, sayang jangan begini mari kita bicara.”
Kak Kenan, kenapa kakak bisa bersikap seenaknya begini! aku lama menunggu kakak di resto lalu menunggu kakak di area resto, tapi kakak tidak ada niat memberi kabar jika memang kakak tidak bisa karena berhalangan.
“Iya aku salah, aku minta maaf sayang..” Kenan meraih tangan Sunny dengan lembut.
“Aku salah, apa yang harus aku lakukan sekarang agar kamu kembali senang??”
Aku tidak ingin hal apa pun, tapi aku ingin kakak bisa mengerti kesabaranku ada batasnya.
Kalau sibuk tolong beri aku kabar, sehingga aku bisa tahu posisi kakak!!
“Okay sayang, sudah yah salah pahamnya, jangan menangis sayang!!”
Kenan merangkul Sunny, walau sebenarnya Kenan sangat ingin mendekap wanita yang begitu ia cintai namun karena situasi yang tidak memungkinkan, Kenan pun berusaha menahan diri.