I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Mengalah



Jeho yang sangat geram, saat melihat sebagian besar berkas maupun dokumen perusahaan masih diatas namakan Kenan Wijaya Kusuma.


“Sialan kamu Kenan, enak sekali hidupmu selama ini!! sampai-sampai asset perusahaan sebesar ini pun diatas namakan kamu.” Gumam Jeho dengan penuh amarah dan tak sabar ingin menemui Kenan.


“Tolong kamu siapkan mobil, kita akan menuju perusahaan Kenan!!” ujar Jeho memerintahkan asistennya yang dulu juga merupakan asisten kepercayaan Kenan.


Baik pak Jeho.


“Hmmp, apa yang sedang pak Jeho ingin lakukan? apa belum cukup sudah merebut kedudukan pak Kenan…” Gumam sang asisten dalam benaknya saat menerima perintah Jeho.


“Kamu bisa lebih cepat tidak??” ucap Jeho pada asistennya dengan nada membentak


Baik pak, sebentar lagi kita akan tiba…


Setelah melewati perjalanan yang cukup macet, Jeho bersama asistennya pun tiba diperusahaan Kenan yang jauh dibawah perusahaan utama dahulu.


*


“Hmmp… jadi ini perusahaan baru Kenan??”


Tidak pak, ini sudah lama! hanya saja semenjak pak Kenan memutuskan untuk keluar dari perusahaan kita saat ini, pak Kenan lebih aktiv mengurus perusahaan ini! tukas sang asisten.


Selamat siang pak, apa ada yang bisa kami bantu? ujar seorang pegawai yang bekerja di perusahaan Kenan.


“saya ingin bertemu dengan pimpinan kalian!!” tukas Jeho dengan nada yang cukup ketus


Maaf, maksud anda pak Kenan?? tanya pegawai tersebut.


“Betul sekali,” ujar Jeho sambil duduk dan menaikkan kakinya ke atas sebelah kaki kiri bagaikan gaya seorang bos angkuh.


Mohon pak jika boleh tahu, dengan siapa? sehingga saya bisa langsung menghubungi beliau.


“Sebut saja Jehonathan Albertus! pasti langsung datang,” tukas Jeho dengan nada angkuhnya bak seorang bos yang tak sabar menunggu.


Sekali lagi kami mohon maaf, tapi hari ini adalah hari special bagi pak Kenan.


“maksud kalian saya tidak biasa bertemu dengan Kenan, padahal saya sudah menunggu begini! kalian pikir saya tidak punya pekerjaan lain apa??” ujar Jeho dengan nada membentak.


Maaf pak, pak Kenan memang tidak bisa datang.


Pak, lebih baik kita hargai apa yang mereka katakan, akan lebih baik jika kita membuat janji terlebih dahulu. Ujar sang asisten


Raka raka… pak Kenan sudah mengetahui hal ini dan akan segera datang. Ujar seorang pegawai wanita.


“Bagus! saya akan tunggu di ruang tamu penting! adakan??” tukas Jeho dengan nada sinis.


Setelah beberapa saat kemudian…


Selamat siang pak Kenan… sapa para pegawai


“dimana Jeho?” ujar Kenan yang baru saja tiba bersama Sunny


Kenan berjalan bersama Sunny menuju ruangan yang saat ini Jeho tempati sebagai ruang tunggu.


“Kenan Wijaya Kusuma!!


Argh, aku sudah cukup lama menunggumu, bahkan sempat kesal dengan pegawaimu itu yang sok taat aturan!!” tukas Jeho dengan ketus dan angkuh sembari terbangun dari sofa.


“Oke baik, sekarang aku sudah datang, coba katakan apa yang kamu inginkan??”


Kamu yakin dengan ucapanmu Kenan!!


“lalu apa yang kamu inginkan Jeho??”


Aku ingin kamu mengubah dokumen mau pun berkas yang masih diatas namakan Kenan Wijaya Kusuma!!


Sejenak Kenan terdiam kaku dan Sunny pun tetap berada disampingnya untuk mendampingi Kenan agar tetap tenang.


“Jadi kedatanganmu hanya karena dokumen-dokumen ini! tapi maaf sekali Jeho, semua ini sudah diwariskan oleh mendiang opa untukku.”


Apa maksudmu Kenan!! jadi aku tidak bisa mengambil kembali hakku?? Jeho pun bangkit berdiri sembari meraih krah leher kemeja Kenan.


Pak Jeho, tolong jangan main kekerasan disini!! ujar sekretaris Kenan dan Sunny yang juga menahan tindakan Jeho.


Lepaskan!! kalian tidak akan mengerti apa yang sedang terjadi!! Jeho melepaskan cengkramannya, sementara Kenan masih tetap berusaha menguasai emosinya.


Pak Jeho, saya sangat menghormati anda sebagai atasan saya! tapi saya tidak bisa tetap diam sementara calon suami saya diperlakukan secara tidak adil!! tukas Sunny sembari merangkul Kenan memberi rasa tenang.


Kamu tahu apa Sunny!! kamu tidak akan tahu bagaimana murahannya ibu Kenan!!! tukas jeho dengan nada tinggi dan raut wajah penuh amarah.


“Diam!!! cukup kamu Jeho!!


Kamu boleh menghinaku, tapi jangan pernah kamu menghina ibuku!!” ucap Kenan sembari menunjukkan jari telunjuknya ke arah Jeho.


Hahahaha….


Seorang Kenan Kusuma, direktur muda yang sangat sukses dan kemudian jatuh miskin lalu berusaha memulai karir barunya dengan latar belakang keluarga yang tidak jelas bahkan seorang anak harammmm!!! ujar jeho sembari mengepalkan tangannya.


Bukkkk…


Jeho mendaratkan pukulannya tepat diwajah tampan Kenan.


Cukup… hentikan!!! security bawa orang tidak tahu malu ini!!! teriak Sunny sehingga membuat suasana kantor cukup ramai dan dua security datang untuk melerai pertengkarang tersebut.


“Tolong pak, jika anda mencari masalah! kami akan laporkan anda ke polisi atas tindakan kekerasan.” Ujar security sambil manarik Jeho ke luar.


“Lepaskan!! aku bisa jalan sendiri, dan aku pun tidak sudi menerima bantuan dari anak haram sepertimu!! cihhh…” ujar Jeho sembari melangkah ke luar dengan penuh kegeraman.


Kenan hanya mampu menahan amarahnya atas semua perkataan dan perlakuan kasar Jeho terhadapnya.


Pict bonus, untuk menambah imajinasi pambaca dan thank you guys sudah berkanan membaca tulisan saya🙏