I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Kejujuran dan ketulusan



Setelah mengalami begitu banyak kerugian


pada perusahaannya, kini Kenan harus menerima kenyataan lebih pahit lagi yaitu


Jeho yang telah memanfaatkan kebaikannya selama ini.


Perusahaan yang saat ini Kenan kelola sedang mengalami penurunan income, dan dana dari perusahaan utamanya yang sedang dikelola pamannya pun hanya sebatas janji semata tanpa ada realisasi.


Kenapa kak Kenan tidak mengangkat


teleponku?? gumam Sunny yang mencoba untuk menelpon Kenan namun belum juga ada jawaban.


Mungkin aku harus ke rumahnya.


Sunny bergegas menuju kediaman Kenan dengan mengendarai mobil cayla miliknya.


“Kediaman Kenan Wijaya Kusuma”


Sunny pun tiba di perumahan kediaman Kenan.


Pak Tono, kak Kenan ada??


“Oh maaf non, nak Kenan masih belum


pulang.”


Belum pulang? kemana memangnya?


teleponkupun belum dijawab-jawab!! gumam Sunny.


Yasudah pak, terimakasih yah! saya pergi dulu.


“langsung pergi non? tidak menunggu nak


Kenan?”


Tidak pak, mari pak… Sunny bergegas


menuju kantor tempat Kenan bekerja.


Perusahaan X…


Itu kan mobil fortuner kak Kenan! jangan-jangan belum makan.


Sunny menyempatkan diri untuk membelikan


beberapa makanan dan juga camilan mau pun minuman lainnya.


Permisi pak, pak Kenan Wijaya ada? tanya


Kenan pada seorang security


“iya silakan bu Sunny, pak Kenan sedang


berada di ruang kerja.”


Tok tok tok…


Permisi kak, Kak Kenan!!


“Sunny!! kamu kenapa datang kesini??”


Kenapa aku datang? yah jelas karna aku


sangat mengkhawatirkan keadaan kakak!


Aku datang ke rumah tapi pak Tono bilang


kakak belum pulang, makanya aku inisiatif datang kemari. Tukas Sunny pada Kenan


“Sunny, aku sedang setres berat…” ujar


Kenan dengan wajah lesu


Yasudah kakak makan dulu yah, ayo kita


makan bersama!! ajak Sunny dengan maraih tangan Kenan lembut.


“Terimakasih sayang, kamu seharusnya


istrahat saja di rumah.”


Kakak harus tetap makan teratur!! Sunny


mempersiapkan makanan yang telah ia bawakan dan perlahan menyodorkan sebuah


sendok yang berisikan makanan ke mulut Kenan.


Kenan pun  memakan makanan tersebut dengan lahap, walau dengan hati yang penuh dengan kesedihan.


Setelah ini ayo kita biacara!! ucap Sunny sambil menyapuh sisa makanan yang


tertinggal dipinggir bibir Kenan.


“thank you sayangku…”


Jadi sekarang coba kakak ceritakan padaku…


ujar Sunny sembari membelai lembut wajah Kenan yang tengah dirindu pilu


“begini sayang….” Kenan mulai menceritakan keluh kesahnya kepada Sunny.


Oh my God… kenapa bisa seperti itu kak!! okay apa pun yang aku bisa lakukan, aku akan berusaha mendukung kakak!! Sunny meraih kedua tangan Kenan


“Sunny terimakasih, karena kamu selalu


setia mendampingiku hingga saat ini, maaf jika aku sudah banyak membuat beban


pikiranmu..” tukas Kenan dengan lirih.


Iya kak Kenan sayang, aku pun akan berusaha


mendukung apa pun keputusan kakak! jangan pernah menyiksa diri sendiri lagi yah…


Walau pun Kenan telah menceritakan segala permasalahannya, Sunny dengan sabar dan setia memberi dukungan tanpa membuat permasalahan Kenan semakin ruwet.


Kak Kenan, aku pun bukanlah perempuan


yang benar-benar suci tanpa pernah melakukan kesalahan, tapi kakak masih dengan tulus mau menerimaku.


“Sunny, aku tidak suka jika kamu mengungkit masa lalumu, sudahlah itu sudah menjadi kenangan masa lalu! sekarang yah kamu yang aku tahu sudah menjadi perempuan lebih


baik.” Tukas Kenan sembari mengulurkan  tangannya pada wajah Sunny.


Tak bisa dipungkiri, Sunny terkadang masih teringat akan pahitnya masa lalunya dan juga kesalahan-kesalahannya dimasa lalu. Namun kenyataan ialah setiap orang psti memiliki masa lalu didalam hidupnya entah itu mungkin bisa dikatakan titik kelam dalam kehidupannya.


Setiap orang tidak akan pernah bisa mengubah masa lalu, namun untuk memperbaiki masa depan ke arah yang jauh lebih baik belumlah terlambat, karena aku mencintaimu bukan sebatas yang terlihat,


tapi aku mencintaimu karena aku tahu kamu bisa diajak hidup bersama dan menjadi temanku berbagi dalam suka maupun dukaku…


 


\*