I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Peluk aku sebentar saja



“Sayang, maaf atas tindakanku ynag tidak menyenangkan dan membuatmu merasa diabaikan.”


Kenan terus menggenggam tangan Sunny dengan penuh kasih dan kelembutan.


Setelah bertengkar di sebuah café, kini keduanya terlihat begitu romantic dan saling menyayangi.


Masa-masa indah yang tidak ingin Kenan lewatkan sedikit pun, dan rasa yang ingin selalu berada di samping wanita yang sangat ia cintai.


“Sekarang coba katakan semua uneg-unegmu!”


Aku sebenarnya sempat kecewa, kakak sudah mengajakku bertemu tapi kakak sendiri tidak datang.


“Iya sayang, intinya aku memang salah!


Aku akan berusaha meluangkan waktu untuk selalu bisa bersamamu.”


Kenan membelai lembut rambut Sunny.


Aku tidak butuh janji kakak, yang pastinya jika kakak sibuk atau berhalangan, tolong kabari aku!


“iya sayang, I love you yah…”


Kenang mengecup punggung tangan Sunny.


Kakak kenapa? tanya Sunny pada Kenan yang tiba-tiba menyandarkan diri di bahunya.


“Peluk aku sebentar sayang!” pinta Kenan sembari merangkul bagian panggul Sunny.


Okay, tapi kakak kenapa? apakah ada masalah kantor lagi? tanya Sunny dengan khwatir.


“aku hanya lelah sayang, sepanjang malam kemaren aku tidak mengirimmu pesan bahkan menelponmu karena aku sedang kacau dan aku tidak ingin kamu jadi sasaranku.”


Ohh, tidak masalah kak!


Ceritalah padaku, walau pun aku tidak membantu tapi setidaknya kakak sudah mencoba mengungkapkan keresahan hati kakak.


“Sunny!


Kenan mendekatkan wajahnya pada wajah Sunny.


“aku tidak ingin kehilangan kamu, jadi aku mohon jangan salah paham lagi!


Jika memang ada hal yang tidak menyenangkan, aku ingin kita bicarakan baik-baik.”


Iya kak Kenan, maaf kalau aku sering kali salah paham!


“iya sayang, aku tahu kamu mencintaiku, hal itu membuatmu curiga kan!!”


Aishh kak Kenan!!


“hehee, kamu cantik sayang, tapi saat cemburu kamu lebih cute.”


Kenan mengusap kepala Sunny seperti biasanya, sehingga membuat Sunny tersipu.


“Sayang, kamu ingat saat kita masih kuliah?”


Hmmp, ingat! kenapa kak?


“Iya, pada saat itu aku sudah lama menyukaimu! tapi aku terlalu takut jika perasaanku mengusikmu,” Kenan memandang sendu Sunny.


Itu sudah berlalu kak, jadi sekarang kita pelan-pelan jalani hubungan ini.


Boleh, silakan!


“Emm, sayang bolehkah aku mengecup bibirmu?” bisik Kenan lembut.


Kakak… Sunny yang terlihat begitu terkejut saat mendengar bisikan Kenan.


“Kenapa sayang, salahkah aku bertanya terlebih dahulu?”


Ahh aku, aku bingung harus menjawab apa… akuuu---


Kenan menyentuh wajah Sunny dan memberikan sebuah kecupan lembut.


Sungguh lembut bibir mahkluk ciptaan satu ini, rasanya aku sulit menahan diriku saat menyentuhnya.


Sebuah kecupan lembut dan juga menenangkan hati Sunny, sentuhan lembut ini sungguh membuatku gila dan ingin terus memejamkan mataku.


“hhngg… hembusan napas Kenan saat melepaskan kecupannya.


Membelai rambut, wajah dan terus menatap seakan tak ingin berpaling dari tatapan mata yang sedikit sendu.


Lagi dan lagi kecupan lembut itu terus beradu, keduanya seakan larut dalam kehangatan yang memabukkan.


“Sunny, aku mencintaimu…”


Kecupan lembut Kenan kini mulai turun ke area leher.


Arghh… jerit Sunny dengan suara pelan.


“kenapa sayang?” tanya Kenan degan nada berbisik tepat di telinga Sunny dan sedikit menempelkan bibirnya pada telingan Sunny.


Kak Kenan, aku…. ucap Sunny dengan nada sedikit merintih lembut.


“kenapa sayang??” pertanyaan yang sama namun kini Kenan sedikit lebih agresif.


Emmmcc, kak Kenan… rintih Sunny lembut dengan nada yang sedikit berbisik sembari mencengkram dasi Kenan.


“Sayang, kenapa kamu menarik dasiku? kalau kamu tidak tahan, bicaralah pelan-pelan sehingga aku tidak lepas kendali atas diriku," tukas Kenan sembari menyentuh wajah Sunny dengan kedua telapak tangan yang begitu hangat tersebut.


Maaf kak… Sunny meraih kedua telapak tangan tersebut dan memejamkan matanya sejenak.


“kenapa sayang, apakah aku terlalu agresif?” tanya Kenan dengan senyuman nakalnya.


Kakak, aku baru tahu kalau kakak seagresif ini! tukas Sunny kembali dengan wajah tersipu.


“iya sayang, sudah aku menahan diri untuk menyentuhmu, tapi maaf kalau kecupanku tadi membuatmu tidak nyaman.


Tidak kak, aku… ahh sudahlah… Sunny lagi-lagi tersipu.


Perlakuan Kenan yang penuh kelembutan dan juga hati-hati saat menyentuh wanita, kini membuat Sunny sedikit membuka mata bahwa tidak semua pria itu sama brengseknya seperti pria-pria yang telah ia kenal sebelumnya.


Kenan tidak pernah memaksa Sunny untuk menuruti kehendaknya namun Kenan justru selalu berusaha menghormati keinginan wanitanya tanpa harus bersikap egois.


Sunny kini mulai menyadari bahwa Kenanlah pria yang sungguh tulus dan juga selalu menghomati keputusannya.


Sunny dan Kenan, semoga hubungan kalian selalu bahagia.


Biarlah duka dan air mata dimasa lalu kini berubah menjadi bahagia selalu dan selamanya…