I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Kau hanya masa lalu



“Malam semakin larut dan angin pun berhembus dengan begitu kencangnya sehingga membuat tubuhku merasa ingin terus merasakan angin ini”


Seusai membersihkan dirinya, Sunny duduk di teras kamarnya dan menikmati hembusan angin pada malam itu, ditemani dengan secangkir coklat hangat.


Bagaimana aku menghadapi hari esok?


Apa yang harus aku lakukan kedepannya?


Kenapa orang itu begitu bajingan??


Sunny meringkuk saat mengingat kejadian yang terjadi beberapa saat lalu.


Ahh… lebih baik aku istirahat dengan tenang. Sunny merabahkan diri hingga terlelap dalam malam yang telah membuka kenangan lamanya bersama Josep.


Tolong lebih cepat yah, kita akan segera kembali ke kota…----


Pak Rey apakah sudah akan berangkat pulang?? tanya Sunny sambil membawa ransel


“Iya Sunn, kamu silakan cari tempat yang senyaman mungkin karena perjalanan akan cukup lama”.


Baik pak Rey.


Sunny pun bergegas masuk ke bus dan mencari kursi kosong, wajahnya terlihat murung tanpa senyuman.


Sunny disini… ajak seorang rekan kerjanya


Iya baik. Berjalan perlahan dan duduk tepat di bagian kursi paling belakang.


Sepanjang perjalanan Sunny hanya diam dengan menggunakan sebuah heatsed yang terus menempel pada telinganya seakan begitu menikmati music yang kini menemaninya sepanjang perjalanan.


Beberapa saat kemudian…


“Kita sudah sampai yah, tolong periksa barang bawaan masing-masing!!


“Sunny pulang bersamaku saja!!


Ohh ia nona Sunny, sekalianlah bersama pak Josep!!


Maaf merepotkan, tapi saya akan dijemput.


“Siapa yang menjemputmu???”


Ohh itu temanku. Tukas Sunny lalu memalingkan wajahnya


“Sunny!! apakah aku tidak kamu anggap manusia??


Maksud pak Josep??


“Aku sedang berbicara denganmu, tapi kenapa kamu acuh begitu???


Maaf pak Josep, tapi saya sedang buru-buru pergi.


“kenapa?? ingin bertemu pacar? tanya Josep dengan raut wajah yang terlihat cemburu.


Itu urusan pribadi saya pak!


“Ohh yah, jadi kamu anggap aku apa sekarang??


Bapak adalah direktur saya yang sangat terhormat.


“Sunny!!” arghhh Josep terlihat begitu kesal saat Sunny pergi begitu saja dari hadapannya.


“Sunny!!” apa kabar??


Baik bos…


“Sorry saya mengajakmu bertemu padahal kamu baru saja tiba dari tourmu yah??”


Iyaa, tidak apa-apa bos…


“Okay… saya senang bisa melihatmu.


Iya bos, bagaimana dengan perusahaan??


“Ohh itu sudah aman terkendali tapi justru itu yang ingin saya bicarakan”.


Ada apa bos??


“Direktur dari perusahaanmu ingin kamu stay disana lebih lama, itulah syarat kerjasamanya”.


Tapi bos, bukannya saya hanya sementara disana???


“awalnya begitu Sunny, tapi bagian hrd kemaren sudah memberitahukan hal ini pada pihak kantor”


Hmmpp.. Sunny pun tertunduk saat mendengar pernyataan Jeho.


“Sunny ada apa? apakah kamu merasa tertekan disana??”


Ahh tidak pak??


“Sunny, Kenan sedang mengalami sakit parah sekarang!! raut wajah Jeho pun berubah saat menyebutkan kondisi Kenan.


Kak Kenan kenapa bos???


“itulah Sunn, sepertinya semua biaya cukup banyak untuk perawatan Kenan dan selama ini pun perusahaannya mengalami goncangan hebat.


Beberapa karyawan harus dirumahkan.”


Apa separah itu bos?? Sunny pun terlihat begitu terkejut.


“Iya Sunny, dan beberapa asset perusahaan sudah diambil alih karena Kenan yang sudah jarang terlibat”.


Bos, kenapa saya baru tahu!! Sunny tertunduk dan terlihat begitu bersedih.


“Sunny, sekarang Kenan sedang dirawat di rumah sakit yang cukup terkenal di Singapore, dan itu pun menghabiskan biaya yang cukup banyak.”


Aku ingin bertemu dengan kak Kenan bos!!


“Iya, kita semua pun metindukan Kenan.”


Bos, bagaimana kalau kita ke Singapore!!


“ahh maaf Sunny, saya beberapa bukan ini begitu sibuk mengurus perusahaan dan…---


“Jadi sekarang kamu harus melanjutkan karirmu, dan kehidupan Kenan pun kita tidak bisa menerka apakah Kenan masih mampu bertahan.”


Bos!! Sunny mulai menangis setelah mengetahui kondisi terbaru Kenan.


“kamu lanjutkanlah hidupmu Sunn, dan inilah awal dari karirmu”.


***