I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Aku suka perubahanmu



“I wanna touch your heart – Volume II”


Author by Natalie Ernison


Setelah memulai pendaftaran di kampus barunya, Axelle pun menyelesaikan segala urusan sekolahnya dan juga organisasi yang kini sudah tak lagi ia jalankan.


“Kediaman Kusuma Teofanya”


Pap, sepertinya Axelle terlalu keras dengan dirinya. Setiap haris pergi subuh pulang larut malam, kuliah dan juga bekerja.


“Iya mam, tetapi itulah yang Axelle inginkan. Papi tidak ingin mengusik kesenangannya, dan papi sangat bersyukur atas semua didikan mami pada anak kita.” Ujar papi Kenan sambil mengecup sekilas bibir mami Sunny.


Ia pap, Axelle sama seperti papi masa muda dulu…


>>


Kini Axelle memulai perkuliahannya, ia mengambil kelas eksekutif jumat dan sabtu secara penuh, sehingga siang ia masih bisa bekerja. Padahal keuangan papi Kenan dan juga mami Sunny tak kalah melimpah, terlebih lagi ia seorang anak tunggal.


Namun Axelle tak ingin membenani kedua orang tuanya, ia tahu bahwa kedua orang tuanya tak akan selalu ada untuknya, sehingga ia pun harus mempersipkan dirinya.


Pergi pagi untuk mengurus kantor cabang, pulang larut malam, begitu juga pada akhir pekan, ia harus menyelesaikan segala pekerjaannya. Kadang rasa lelah sangat membuatnya begitu ingin beristirahat dengan banyak. Namun, tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa dan juga pemimpin di kantor/perusahaan cabang sang ayah harus ia lakukan dengan seprofesional mungkin.


>>


“Kantor Axelle”


Sibuk dan sibuk input juga output data-data penting. Ia memiliki ruangan kerja sendiri, tentu saja tertata rapi dan nyaman, dan terkadang ia juga tidur di ruko/ rumah toko tersebut.


Axelle menjalani bisnis onlinenya sejak ia masih di masa putih abu-abu. Kini bisnisnya cukup berkembang, dan juga ia turut mengurus urusan perusahaan lainnya.


Drrtt….  Rachelie memanggil…


Axelle: “Hallo Rach…”


Rachelie: “Malam  ini bisakah datang ke pesta ulang tahunku…?”


Axelle: “Ohh.. happy birthday nona muda Rachelie..”


Rachelie: “Thank you Axelle, jangan sampai aku tidak melihat kedatanganmu!” peringat Rachelie padannya dengan nada bercanda.


Axelle:” Okay okay.. byee…”


Tsk… “dasar nona muda yang sangat manja..” gumam Axelle sambil memikirkan hadiah yang cocok untuk Rachelie.


Akhirnya Axelle memilih sebuah miniature piano classic, ia mulai membungkusnya dengan begitu rupa. Dikarenakan Axelle juga menjual barang-barang elektronik music via online dan juga beberapa stok yang tersedia di kantornya.


Ia meraih ponselnya, dan seperti biasanya mengabari kedua orang tuanya, bahwa ia akan pergi ke pesta ulang tahun Rachelie.


“Hallo mam, malam  ini aku akan menghadiri pesta ulang tahun Rachelie…--“


Huhh… menghela napas panjang, lalu memandangi paper bag yang berisikan hadiahnya untuk Rachelie.


***


“Hotel xx”


Rachelie menyelenggarakan pesta ulang tahunnya di sebuah hotel berbintang nan cukup mewah.


Selamat datang, silakan masuk… sapa para pekerja hotel dan menuntun Axelle menuju ruangan tempat terlaksananya pesta ulang tahun.


Semua mata tertuju pada penampilan anggun Rachelie, dengan balutan dress span berwarna biru, dan geraian rambutnya seakan menambah kesan anggunnya.



“Happy birthday nona manja!” ujar Axelle saat Rachelie menghampirinya.


Dasar tuan gunung es… balas Rachelie


sambil mencubiti gemas lengan Axelle.


Wau… sepertinya lenganmu sudah banyak perkembangan! ujar Rachelie memuji penampilan tubuh Axelle yang sudah mulai berisi dan berotot.


“Ohh tentu saja, aku harus melatih ototku juga, dan bukan hanya otakku saja..” ujar Axelle dengan wajah tersenyum manis.


Hahah… thank you untuk kadonya, aku harus membukanya..


“Hei, bukalah itu didalam kamarmu, dan tidak disini..”


Kenapa Axelle, ini sudah menjadi milikku bukan?


“Iya, tapi aku lebih senang jika kamu membukanya di kamar..” ujar Axelle dengan senyuman miringnya yang semakin membuat jantung Rachelie berdetak kencang.


Uhhmm, baiklah, aku akan membukanya di kamar.. Rachelie memerah, yah pipinya terlihat merah saat mendengar pernyataan dari Axelle.


Pesta pun berlangsung cukup lama, dan semua berakhir saat para tamu mulai pulang perlahan.


Axelle terlihat duduk manis sambil berbincang-bincang bersama kedua orang tua dari Rachelie.


“Happy birthday Rachelie,” ujar Efres memberi ucapan selamat.


Thank you Efres, hei! kamu sudah menggunakan kacamata diusia begini? tukas Rach sambil meraih kacamata milik Efres.


Efres



“Aihhh.. jangan sentuh itu Rachelie, walaupun kamu gadis tercantik di sekolah sekalipun, tetapi kamu tidak boleh menyentuhku..”


Sorry Efres, tetapi aku tidak tertarik denganmu…


“Jangan marah begitu Rachelie, just kidding..” Efres terkekeh karena telah berhasil menggoda Rachelie.


Efres menghampiri Axelle yang sedang menikmati salad buah segar.


Hai saudaraku yang semakin tampan saja.. ujar Efres langsung menyambar salad buah milik Axelle.


“Ambil saja semuanya Efres, kebiasaan burukmu memang tak berkurang..” tukas Axelle sambil menyodorkan mangkuk salad miliknya.


Hei Axelle, mengapa tidak kamu coba dekati saja Rachelie, sepertinya dia sangat menyukaimu dan itu sudah berlangsung lama.. bisik Efres.


“Masih banyak yang harus kupikirkan dan kuselesaikan Efres! aku tidak ingin membuat anak orang tak bahagia hanya karena ketidaksuksesanku..”


Ohh my Lord.. Axelle sangat lengkap dan berfaedah.. hahaha…


Tidak Axelle, aku pun harus membantu papa mengurus perusahaan, dan aku adalah anak pertama.. ujar Efres dengan wajah sendu.


“Ohh aku sangat berbahagia, karena saudaraku yang sangat merepotkan ini sudah sadar..”


Keduanya pun sama-sama tertawa lepas, seakan mereka sangat bahagia dengan kehidupan mereka sekarang ini.


Apa yang kalian tertawakan? tukas Rachelie yang baru saja tiba.


“Tidak, kami hanya menertawakan diri kami sendiri..” tukas Axelle dengan nada dingin seperti biasanya.


Waktu sudah menunjukkan pukul. 22.06… kami harus segera pulang Rachelie.. ujar Efres sambil memperhatikan arloji miliknya.


Baiklah, thank you so much atas kehadiran kalian semua…


“Iya, kami pulang.. bye..” ujar Axelle dengan tersenyum


Sementara itu, kedua orang tuan Rachelie diam-diam memperhatikan gelagat dari Rachelie selama ini, dan akhirnya mereka menemukan jawabannya.


“ternyata anak gadis manja kita sudah mulai jatuh cinta mam..” tukas sang ayah Rachelie.


Iya dad, mami pikir juga begitu… tukas sang ibu Rachelie sambil merangkul sang ayahnya.


***


“Kediaman Bakhtiar Family”


Daddy, aku ingin bekerja di perusahaan cabang kita! tukas Rachelie secara tiba-tiba dan hal itu cukup mengejutkan sang ayahnya.


“Apakah kamu bersungguh-sungguh Rach?” tanya sang ayah meyakinkan Rach.


Iya daddy, aku bersungguh-sungguh.


“Rachelie, daddy sangat senang dengan pernyataanmu ini, tetapi… apakah kamu bersungguh-sungguh?”


Yes, daddy… aku sangat sungguh dan serius dalam hal ini! ujar Rachelie memberikan penekanan lebih lagi.


Akhirnya Rachelie pun bekerja di salah satu perusahaan cabang dari sang ayahnya. Ia belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh demi membuktikan pada Axelle, bahwa ia bisa dan mampu.


Beberapa tahun kemudian…


Axelle, ini sudah bertahun-tahun dan bahkan di acara kelulusan kuliah, kamu belum juga memberikan Rachelie kepastian… tukas Efres kesal.


“Semua butuh proses Efres, aku tidak ingin menjadi pria yang gampangan mengumbar cinta, dan cukup pembelajaranku pada Friska..” tukas Axelle dengan senyuman kakunya.


Jangan sampai Rachelie diambil orang lain dan kamu baru menyesal Ax’


Hahaha…


“tak mengapa, jika dia sungguh-sungguh denganku, maka kami akan bersatu..” Axelle kembali tersenyum kaku.


Hentikan Axelle! senyuman itu sangat menakutiku..


“Ohh yah, bukankah kita saudara..” Axelle merangkul Efres seperti biasanya.


>>


“Rachelie, sekarang kamu sudah berubah, dan apakah sudah saatnya aku memberimu keseriusan...” gumam Axelle sembari memandangi foto mereka saat bersama-sama dengan teman lainnya.


Sudah beberapa tahun berlalu, Rachelie bertumbuh menjadi seorang gadis dewasa yang sangat cantik dan berbeda dari dirinya dulu. Sudah tak lagi bersikap seperti dulu, yang terkesan sombong dan arogan pada siapa pun.


Axelle memainkan ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Rachelie.


Axelle: “hallo Rach… apakah kamu sibuk malam  ini?” tanya Axelle sambil memainkan penanya dan berputar-putar di kursi kerja.


Rachelie: “ Ohh  tidak Axelle, ada apa?”


Axelle: “Aku ingin mengajakmu dinner, bisakah kamu meluangkan waktumu!” pinta Axelle dengan senyuman merekahnya.


Rachelie: “Oke, aku langsung siap-siap..” bip.


“Rachelie… maaf membuatmu menunggu lama…”


***


Tit tit tit…suara klakson mobil sedang terhenti tepat di depan gerbang rumah kediaman Bakhtiar Family.


“hallo nona manja..” ujar Axelle sambil melambaikan tangannya.


Rachelie dengan terburu-buru langsung masuk ke dalam mobil milik Axelle.


Tumben sekali kamu mengajakku? tanya Rachelie dengan wajah terus tersenyum.


“Kenapa bertanya begitu? apakah kamu tidak senang kuajak pergi?”


Tentu saja aku sangat senang Ax… tukas Rachelie sambil memainkan rambutnya.


>>


“Resto xx”


Keduanya masuk ke dalam resto dan duduk di meja berbentuk segi empat yang memuat empat orang.


“Silakan pesan apa saja yang kamu inginkan, ini adalah malammu..” ujar Axelle sambil tersenyum pada Rachelie.


Aku takut Axelle… ujar Rachelie dengan wajah sendu.


“kenapa Rach? apa yang membuatmu takut?”



Aku takut ini malam terakhirku, karena setelah bertahun-tahun baru kali ini kamu mengajakku..


“Astaga Rachelie, kamu sangat aneh sekali yah…” tukas Axelle dengan terkekeh.


Iya Axelle.. terimakasih… Rach tersenyum tulus pada Axelle.



“Rach, aku ingin berbicara serius padamu..” Axelle menatap kedua mata Rachelie dengan tatapan serius.


****