
“Kuingin menjadi sosok yang selalu memahami dan mengerti keinginan dan perasaanmu.”
“nona Sunny, tumben sekali mengajakku bertemu seperti ini,” ujar Jeho
Maaf pak, jika saya menyita waktu bapak.
“Ohh tidak sama sekali, justru saya merasa tersanjung,” tukas Jeho dengan menyeringai
Saya hanya ingin meluruskan saja pak,sebenarnya apa maksud bapak selama ini mengajak kak Kenan kerjasama tapi ujung-ujungnya bapak ikut serta dalam rencana om Sander.
“Ooo, jadi kamu mengajak saya bertemu karena ingin membahas masalah pekerjaan!!”
Iya terus apa lagi pak, saya hanya tidak tahan melihat perbuatan bapak bersama om Sander.
“No no no, kamu tidak perlu formal
begitu! aku lebih suka kamu panggil namaku secara normal.”
Maaf pak, saya tidak berniat bersikap seperti itu! karena saya tidak mau dianggap kurang ajar bahkan tidak tahu diri.
“Sunny, kamu sedang menyindirku??”
Tidak sama sekali pak, tapi jika bapak
berpikir seperti itu, yahh up to you…
“Kamu sampai sebegitu mencintai Kenan!!”
ujar Jeho sembari mendekatkan wajah Sunny.
Maksud bapak apa?? Sunny manarik dirinya
dari hadapan wajah Jeho
“Sunny, kamu sekarang sudah mendapatkan
posisi yang cukup bagus, dan sudah seharusnya kamu mendapatkan lelaki yang bisa memenuhi kebutuhanmu.”
Lalu?? tukas Sunny dengan sinis.
“Waoo, jangan sinis begitu dong cara melihatmu, membuatku menjadi takut,” Jeho terkekeh
Pak Jehonathan Albertus… bisakah anda
serius!! bentak Sunny dengan penuh kekesalan
“ahahaha, menarik menarik… Jeho terkekeh
kembali
Aku suka kamu yang emosi seperti ini, kamu jadi lebih terlihat garang yah!!”
“Nona Sunny, kamu terlalu dini untuk mengurus urusan seperti ini, tapi jika kamu ingin posisi Kenan kembali, bisa
bisa saja sih..” Jeho menyeringai licik
Maksud bapak???
“Aku bisa mengabulkan keinginanmu, tapi dengan syarat!! Jeho memelankan suaranya
Kamu mau menjadi kekasihku.” Sontak
perkataan Jeho membuat Sunny sangat terkejut dan tak menyangka Jeho akan
berkata hal yang tak pernah terpikirkannya.
Gila!! sangat gila cara bapak bercanda…
“aku serius Sunny, kamu terlalu cantik dan sempurna untuk Kenan yang sudah bukan lagi pemegang saham besar!!” ujar Jeho dengan penuh keangkuhan.
Maaf pak, jika permintaan bapak serendah
itu! saya tidak tertarik sama sekali!!
Menurut bapak, dengan segala kekayaan
bapak bisa membuat saya bahagia!! tukas Sunny dengan nada sedikit membentak.
“Sunny Teofanya, kamu sangat pantas
denganku!!”
Bagaimana bisa bapak bertindak serendah
ini!! bapak sadar apa yang bapak lakukan sudah sangat keterlaluan!!
“Sejak kamu bekerja diperusahaanku, aku
sudah mulai menyukaimu Sunny.”
Cukup pak Jeho, hentikan omong kosong
ini!! Sunny pun membalikkan diri dan bergegas pergi meninggalkan Jeho
“Sunny, tunggu! kamu bisa berpikir dulu
jangan langsung jawab sekarang!!” ujar Jeho, namun Sunny terus berjalan meninggalkan tempat tersebut tanpa menoleh sedikit pun.
Brengsek… argh…
Sunny membanting setirnya dengan penuh
kegeraman.
Bagaimana mungkin pak Jeho bisa seperti
itu…
Drrrtt… My honey calling…
Hallo kak Kenan, ahh aku sedang diluar kak, ah tidak kak! aku baik-baik saja.
Okay kak, jika pekerjaanku sudah selesai
aku akan menemui kakak, bye love you too.
Hal yang tidak pernah disangka-sangka saat mendengar pemintaan dari Jeho.
Berbuat curang kepada Kenan dan kini
ingin mencoba merebut Sunny dari Kenan.
Kak Kenan, apakah aku sudah berbuat
terlalu jauh! seharusnya aku tidak perlu meminta bantuan pak Jeho. Gumam Sunny dengan penuh lirih hati, keinginannya yang begitu ingin membantu Kenan namun justru mendapatkan hal yang tidak terpikirkannya.
“Perusahaan X”
“Sunny, kenapa raut wajahmu begitu
murung??” tanya Rafa yang menghampiri Sunny.
Tidak kak Rafa, aku hanya lelah saja.
“Sunny, kamu bertengkar dengan pacarmu??”
Ah, tidak kak Rafa! sudahlah aku mau bekerja dulu.
Kak Kenan sangat baik padaku dan belum
pernah aku bertemu dengan lelaki sebaik kak Kenan, dan jika saat ini kak Kenan sedang terjatuh, itu semua merupakan ujian dalam kehidupan bukan ketersengajaannya. Akan tetapi bagaimana mungkin aku setega itu mengkhianati kak Kenan, sekalipun aku ingin membantu. Gumam Sunny dalam benaknya yang terus teringat akan pernyataan Jeho padanya beberapa saat yang lalu.
***