I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Flashback 2 Perihnya masa lalu



“Aku tidak pernah menginginkan kehidupan


masa lalu yang begitu suram, aku juga tidak pernah berpikir tentang bagaimana


kehidupanku dimasa mendatang. Aku hanya ingin merasakan secerca kebahagiaan,


walau kutahu kebahagiaan yang saat ini kudapatkan pun sungguuh sulit dan


membutuhkan perjuangan lama.”


Luapan hati Kenan akan kenyataan yang


harus ia hadapi, terutama dari pihak keluarganya sendiri yaitu Jeho yang begitu


membenci Kenan.


Saat awal dipertemukan bersama Jeho


dalam sebuah mitra usaha mau pun menanaman saham, Jeho begitu baik dan sangat menjaga kepercayaan Kenan, bahkan Jeho pun membantu Kenan untuk menjaga Sunny yang pada saat itu sempat terlibat dalam pekerjaan bersama Jeho.


“Kilas balik sejenak”


“Akhirnya aku menginjakkan kakiku dikeluarga Kusuma.


Kenan Wijaya Kusuma!! ahh mungkin hanya


nama yang kebetulan sama saja.” Gumam Jeho saat melangkah ke area  halaman kediaman Kusuma family.


“megahnya rumah ini sangat mengingatkanku dengan papa yang sudah pergi selamanya…”


Kediaman Kusuma family


Papi, ada tamu yang sedang mencari


papi!! mami mau pergi arisan dulu. Ujar istri Sander yang merupakan paman


kandung dari Kenan.


Nak Jeho, silakan duduk dulu! tante mau


pergi arisan bersama para ibu-ibu!! Ujar sang bibi lalu melangkah keluar menuju sebuah mobil alphard yang pada saat itu sudah terparkir dan siap meluncur.


“Hmmpp, sungguh kehidupan yang mewah dan sangat jauh dari kehidupan mama…” gumam Jeho saat melihat istri Sander yang


berjalan dengan penampilan cukup mewah.


“Jehonathan Albertus Kusuma…” ucap


Sander yang adalah paman kandung Jeho dan Kenan.


Ohh om Sander rupanya… balas Jeho


sembari mengulurkan tangan.


“Jeho, ternyata kamu sudah sangat dewasa


dan juga sangat tampan sekarang yah!!” puji sang paman sembari duduk menyenderkan di atas sebuah sofa yang terletak di ruang tamu.


“Jeho, om sangat menyesal atas apa yang


terjadi di masa lalu namun perlu kamu ketahui, om tidak pernah bermaksud untuk


merampas semua kepemilikan perusahaan! hanya saja bang Thomas, papa mu terlalu


emosional dulu.” Tukas sang paman sembari duduk membungkukkan diri.


Sudahlah om, sekarang papa sudah tenang


di dunia yang berbeda! dan kedatanganku adalah ingin mengambil apa yang menjadi


bagianku. Tukas Jeho dengn raut wajah yang serius.


“Hmmp, kalau itu cukup sulit Jeho…” ujar


sang paman sembari menghela napas panjangnya


Apa maksud om!! bukankah semua bagian


papa masih menjadi hak warisku!!


“Jeho, om dengar kamu saat ini sedang


bekerja sama dengan perusahaan Kenan!!”


Kenan!! maksud om?? Jeho teringat akan


sesuatu hal.


“Hahhaa….


Jeho, lucu sekali kalian ini… sudah saling mengenal bahkan mengadakan kerjasama antar perusahaan tapi kamu tidak pernah tahu siapa musuh besarmu!” ujar sang paman dengan anda yang memprovokasi.


“Jeho, om bukannya tidak ingin membantumu! hanya saja pemegang saham tertinggi dan juga asset terbesar perusahaan telah dipegang oleh Kenan Wijaya Kusuma!!”


Kenan Wijaya Kusuma!!


Jeho terkejut saat mendengar sang paman


menyebutkan nama Kenan.


“Iya Kenan! Kenan adalah adikmu Jeho…


Anak kandung dari Thomas Kusuma dan


Ester yang dulu membuat mama mu sempat depresi!!”


Apa!! bagaimana mungkin orang yang


sangat kupercaya dan kuhormati adalah anak dari perempuan pelakor!!


Jeho mengepalkan kedua tangannya lalu


terduduk lemas diatas sofa, sembari menahan luapan emosinya yang begitu kalap.


Aku harap om bisa membantuku mengambil


semua yang seharusnya menjadi hakku!! ucap Jeho dengan nada yang menahan


amarah.


“Tapi aku harus menjadi direktur


terlebih dahulu Jeho!!” ujar sang paman dengan menyeringai licik.


Apa maksud om! apa belum cukup kekuasaan yang selama ini om rasakan??


“Hahaha…


Jeho, hidup ini kejam! siapa yang kuat


dialah pemenang!!” ujar sang paman dengan nada angkuh, sementara Jeho masih


berusaha menahan diri.


“Argh….


Sialan!! kenapa harus Kenan yang menjadi


orang yang sangat kubenci saat ini! mengapa harus Kenan!!!” jerit Jeho dalam sebuah apartemen yang baru saja ia beli saat berencana membalas keluarga Kusuma.


Sekian tahun yang lalu…


“Ma, papa kemana? kenapa belum pulang


juga?” tanya Jeho kecil


Ohh papa kan bekerja untuk membelikan


mainan mobil-mobilan remot yang besar sayang… ucap sang ibu dengan nada lembut.


“Iya ma, tapi Jeho butuh papa…


Inikan hari ulang tahun Jeho yang ke empat.”


Hmmmp… iya anak mama papa yang pintar,


papa pasti pulang membawakan mainan yang bagus nak... ucap sang ibu lembut


sembari mendekap dan memberikan kecupan hangat pada kening Jeho kecil.


Jeho, anak mama papa tidur yah! nanti papa pasti pulang!!


Setelah beberapa saat kemudian…


Papa! baru pulang pa? ujar sang istri menyambut kedatangan Thomas


“ahh ia ma…” Thomas berjalan melewati


sang istri lalu bergegas membersihkan dirinya.


Hmmp, mungkin Thomas sedang kelelahan


akibat mengurus proyek-proyek!! hmpp…


Sejenak mata sang istri tertuju pada


mantel berwarna abu-abu soft, beberapa helai rambut panjang sekitar beberapa centi melekat di bagian dalam mantel sang suami.


Apa ini?? gumam sang istri sembari menghela napas perlahan dan mencoba tetap tenang, namun kini mata sang istri tertuju pada sebuah ponsel yang terlihat tergeletak di atas kasur.


“pak direkturku tersayang, sudah sampai


rumah belum? aku tidur duluan yah sayang, karena efek mual-mual kehamilanku aku


harus cepat-cepat istrahat.


Sayangku, mulai besok dan besoknya lagi


sms tersebut.


Mas Thomas, apa ini!! argh….


Seusai membaca isi sms tersebut, sang


istri terlihat begitu geram dan hanya terduduk pinggir kasur, sambil menunggu sang suami usai membersihkan diri.


“kenapa belum tidur ma? Jeho sudah tidur


yah? padahal papa membawa mainan favorite Jeho.” Ujar Thomas sembari duduk


menghampiri istrinya dipinggi kasur.


Sang istri membalikkan wajahnya dan menatap Thomas dengan penuh kegeraman dan wajah yang sudah mulai memucat akibat


menahan amarah.


Pa, apa ini pa? sang istri menyodorkan


ponsel dan menunjukkan sebuah is isms yang baru saja masuk beberapa saat lalu.


“ini…” sejenak Thomas terdiam membisu,


dengan bibir yang ingin berucap namun sulit bergerak.


“maa, aku…--- ujar Thomas dengan gagap.


Jawab aku pa!!! apa yang selama ini papa


lakukan di luar sana, selama mama pergi ke luar negeri untuk menjalani mengobatan???


“Maafkan papa, ma…” ucap Thomas sendu


dan tertunduk.


Pa, tolong jelaskan ke mama! apa maksud


dari sms ini pa!! tolong mama pa… rintih sang istri dengan nada lirih dan terisak.


“Iya ma, semua yang mama baca itu benar


adanya! maafkan papa, papa sudah berdosa besar…”


Arggh….. bajingan!! brengsek!!!


Hiks… hikss.. argh….


Sang istri begitu histeris saat menerima


kenyataan bahwa isi dari sms tersebut benar adanya.


Aku akan bunuh diri pa, aku akan bunuh


diri!! aku tidak sudi di madu….


“ma, tenanglah ma!!!” tukas Thomas


sembari mendekap tubuh sang istri yang sedang hsteris hebat tersebut.


Arghh…


Mana janjimu dulu akan selalu mencintaiku dan setia padaku pa… rintih sang istri dengan tergugu.


“Ma, ampuni aku ma…”


Tidak… pergi sana bajingan!! aku akan bawa Jeho pergi dari sini! aku tahu ini semua hartamu!! ujar sang istri dengan bergegas menuju kamar Jeho kecil.


“ma, jangan pergi ma!! tolong jangan


ma…”


Lepaskan aku…


Jeho, bangun sayang…


“emmm… Jeho ngantuk ma, kenapa mama


menangis? papa kenapa? ujar Jeho kecil yang belum mengerti apa yang saat itu sedang terjadi.


Setelah beberapa bulan kemudian…


Jeho hidup terpisah dari sang ayah, dan hanya berdua bersama sang ibu yang harus bekerja keras untuk penghidupan mereka.


**


Di sisi lain…


“Ayoo bu tarik napasnya…”


argh… ah….


Riuh suasana ruang bersalin di sebuah


rumah sakit X, pada saat itu Ester yang sedang berjuang melahirkan seorang


putra tampan.


Dok, anakku laki-laki atau perempuan??


tanya Thomas dengan tidak sabaran


Selamat pak, anaknya laki-laki yang sangat manis… ujar sang doker


“Ahh, tampan sekali.. akan kunamai Kenan


Wijaya Kusuma, sebagai penerus Kusuma” ujar Thomas kegirangan dan seolah melupakan anak istrinya.


“Kediaman Kusuma Family”


“Anak tidak tahu diuntung!! bagaimana


mungkin kamu membuat malu keluarga besar kita Thomas!! apakah kamu masih pantas


menjadi pewaris??” bentak sang ayah yang merupakan kakek Kenan dan Jeho.


Ampun pa, aku bersalah.. tapi sebagai


lelaki normal apakah salah jika aku merindukan kehadiran seorang wanita yang


bisa memberikanku nafkah batin!!! ujar Thomas sembari tersungkur dihadapan sang


ayah.


“Thomas, tapi perbuatanmu sungguh


kelewat batas! kamu tahu bagaimana keluarga kita begitu dikenal oleh kalangan


orang banyak.” Tukas sang ayah sang juga mengalami tekanan pikiran.


Saat itu keadaan keluarga Kusuma begitu


berantakan, Jeho bersama sang ibu pun harus menjadi korban dari apa yang telah


Thomas lakukan.


Sejak awal pernikahan Thomas bersama


sang istri, mereka telah terpisah jarak yang cukup jauh. Kabar pernihakan mereka pun tak banyak diketahui orang, hanya segelintir keluarga yang mengetahuinya.


Sang istri yang juga harus melakukan


pengobatan instensif harus berpisah jarak dari Thomas. Kerap kali Thomas meminta sang istri untuk melayaninya, selalu saja sang istri memiliki alasan ini dan itu. Istri Thomas yang memiliki suatu penyakit cukup serius, dan sulit untuk memiliki anak lagi dan juga sulit untuk mengkonsumsi obat mau pun alat


pencegah kemahilan.


Sebuah dilemma besar bagi sang suami


yang selalu menginginkan hubungan intim suami istri, hal tersebut pun menjadi faktor perselingkuhan yang dilakukan oleh Thomas.


Thomas yang sebelumnya belum berkata jujur kepada Ester akan statusnya, namun karena keinginan dan nafsu sesaatnya telah


menjerat Thomas terjatuh ke dalam kubangan yang begitu dalam dan hanya bisa menghadapi sela dampak perbuatannya.


Sang istri yang selalu mengancam untuk


bunuh diri pun akhirnya membuat Thomas memilih untuk kembali bersama sang istri


dan juga Jeho kecil, namun disisi lain Ester dan Kenan kecil pun terabaikan begitu saja tanpa kehadiran sang ayah.


Jeho pun mulai bertumbuh remaja, dan semakin dewasa. Semua kenangan pahit yang terjadi dalam kehidupan keluarganya


sudah membuat Jeho banyak mengerti apa yang telah terjadi, dan hal tersebut membuat dirinya dipenuhi kebencian dan dendam mendalam terhadap sosok perempuan dan juga anak hasil dari perselingkuhan sang ayah.


Akibat dari nafsu sesaat kedua orang tua


mereka, begitu banyak korban yang harus menanggung akibat atau efek dari perbuatan Thomas dan Ester.


Kenan seorang pria baik hati dan juga tampan menawan tersebut pun juga harus menghadapi dampak dari perbuatan kedua


orang tuanya. Rasa kesedihan mendalam Kenan sangat membuat dirinya cukup terpuruk dalam kenangan luka sayatan masa lalu.


Tak hanya Kenan, Jeho pun terlebih lagi


merasakan perihnya hidup akibat perselingkuhan sang ayah. Namun, Jeho kini


dipenuhi dengan rasa ambisi dendam mendalam, dan yang hanya ia pikirkan ialah


bagimana caranya agar menjatuhkan keluarga Kusuma sejatuh-jatuhnya…


Pict bonus, penambah imajinasi pembaca