
“Aku tidak pernah menginginkan kehidupan
masa lalu yang begitu suram, aku juga tidak pernah berpikir tentang bagaimana
kehidupanku dimasa mendatang. Aku hanya ingin merasakan secerca kebahagiaan,
walau kutahu kebahagiaan yang saat ini kudapatkan pun sungguuh sulit dan
membutuhkan perjuangan lama.”
Luapan hati Kenan akan kenyataan yang
harus ia hadapi, terutama dari pihak keluarganya sendiri yaitu Jeho yang begitu
membenci Kenan.
Saat awal dipertemukan bersama Jeho
dalam sebuah mitra usaha mau pun menanaman saham, Jeho begitu baik dan sangat menjaga kepercayaan Kenan, bahkan Jeho pun membantu Kenan untuk menjaga Sunny yang pada saat itu sempat terlibat dalam pekerjaan bersama Jeho.
“Kilas balik sejenak”
“Akhirnya aku menginjakkan kakiku dikeluarga Kusuma.
Kenan Wijaya Kusuma!! ahh mungkin hanya
nama yang kebetulan sama saja.” Gumam Jeho saat melangkah ke area halaman kediaman Kusuma family.
“megahnya rumah ini sangat mengingatkanku dengan papa yang sudah pergi selamanya…”
Kediaman Kusuma family
Papi, ada tamu yang sedang mencari
papi!! mami mau pergi arisan dulu. Ujar istri Sander yang merupakan paman
kandung dari Kenan.
Nak Jeho, silakan duduk dulu! tante mau
pergi arisan bersama para ibu-ibu!! Ujar sang bibi lalu melangkah keluar menuju sebuah mobil alphard yang pada saat itu sudah terparkir dan siap meluncur.
“Hmmpp, sungguh kehidupan yang mewah dan sangat jauh dari kehidupan mama…” gumam Jeho saat melihat istri Sander yang
berjalan dengan penampilan cukup mewah.
“Jehonathan Albertus Kusuma…” ucap
Sander yang adalah paman kandung Jeho dan Kenan.
Ohh om Sander rupanya… balas Jeho
sembari mengulurkan tangan.
“Jeho, ternyata kamu sudah sangat dewasa
dan juga sangat tampan sekarang yah!!” puji sang paman sembari duduk menyenderkan di atas sebuah sofa yang terletak di ruang tamu.
“Jeho, om sangat menyesal atas apa yang
terjadi di masa lalu namun perlu kamu ketahui, om tidak pernah bermaksud untuk
merampas semua kepemilikan perusahaan! hanya saja bang Thomas, papa mu terlalu
emosional dulu.” Tukas sang paman sembari duduk membungkukkan diri.
Sudahlah om, sekarang papa sudah tenang
di dunia yang berbeda! dan kedatanganku adalah ingin mengambil apa yang menjadi
bagianku. Tukas Jeho dengn raut wajah yang serius.
“Hmmp, kalau itu cukup sulit Jeho…” ujar
sang paman sembari menghela napas panjangnya
Apa maksud om!! bukankah semua bagian
papa masih menjadi hak warisku!!
“Jeho, om dengar kamu saat ini sedang
bekerja sama dengan perusahaan Kenan!!”
Kenan!! maksud om?? Jeho teringat akan
sesuatu hal.
“Hahhaa….
Jeho, lucu sekali kalian ini… sudah saling mengenal bahkan mengadakan kerjasama antar perusahaan tapi kamu tidak pernah tahu siapa musuh besarmu!” ujar sang paman dengan anda yang memprovokasi.
“Jeho, om bukannya tidak ingin membantumu! hanya saja pemegang saham tertinggi dan juga asset terbesar perusahaan telah dipegang oleh Kenan Wijaya Kusuma!!”
Kenan Wijaya Kusuma!!
Jeho terkejut saat mendengar sang paman
menyebutkan nama Kenan.
“Iya Kenan! Kenan adalah adikmu Jeho…
Anak kandung dari Thomas Kusuma dan
Ester yang dulu membuat mama mu sempat depresi!!”
Apa!! bagaimana mungkin orang yang
sangat kupercaya dan kuhormati adalah anak dari perempuan pelakor!!
Jeho mengepalkan kedua tangannya lalu
terduduk lemas diatas sofa, sembari menahan luapan emosinya yang begitu kalap.
Aku harap om bisa membantuku mengambil
semua yang seharusnya menjadi hakku!! ucap Jeho dengan nada yang menahan
amarah.
“Tapi aku harus menjadi direktur
terlebih dahulu Jeho!!” ujar sang paman dengan menyeringai licik.
Apa maksud om! apa belum cukup kekuasaan yang selama ini om rasakan??
“Hahaha…
Jeho, hidup ini kejam! siapa yang kuat
dialah pemenang!!” ujar sang paman dengan nada angkuh, sementara Jeho masih
berusaha menahan diri.
“Argh….
Sialan!! kenapa harus Kenan yang menjadi
orang yang sangat kubenci saat ini! mengapa harus Kenan!!!” jerit Jeho dalam sebuah apartemen yang baru saja ia beli saat berencana membalas keluarga Kusuma.
Sekian tahun yang lalu…
“Ma, papa kemana? kenapa belum pulang
juga?” tanya Jeho kecil
Ohh papa kan bekerja untuk membelikan
mainan mobil-mobilan remot yang besar sayang… ucap sang ibu dengan nada lembut.
“Iya ma, tapi Jeho butuh papa…
Inikan hari ulang tahun Jeho yang ke empat.”
Hmmmp… iya anak mama papa yang pintar,
papa pasti pulang membawakan mainan yang bagus nak... ucap sang ibu lembut
sembari mendekap dan memberikan kecupan hangat pada kening Jeho kecil.
Jeho, anak mama papa tidur yah! nanti papa pasti pulang!!
Setelah beberapa saat kemudian…
Papa! baru pulang pa? ujar sang istri menyambut kedatangan Thomas
“ahh ia ma…” Thomas berjalan melewati
sang istri lalu bergegas membersihkan dirinya.
Hmmp, mungkin Thomas sedang kelelahan
akibat mengurus proyek-proyek!! hmpp…
Sejenak mata sang istri tertuju pada
mantel berwarna abu-abu soft, beberapa helai rambut panjang sekitar beberapa centi melekat di bagian dalam mantel sang suami.
Apa ini?? gumam sang istri sembari menghela napas perlahan dan mencoba tetap tenang, namun kini mata sang istri tertuju pada sebuah ponsel yang terlihat tergeletak di atas kasur.
“pak direkturku tersayang, sudah sampai
rumah belum? aku tidur duluan yah sayang, karena efek mual-mual kehamilanku aku
harus cepat-cepat istrahat.
Sayangku, mulai besok dan besoknya lagi
sms tersebut.
Mas Thomas, apa ini!! argh….
Seusai membaca isi sms tersebut, sang
istri terlihat begitu geram dan hanya terduduk pinggir kasur, sambil menunggu sang suami usai membersihkan diri.
“kenapa belum tidur ma? Jeho sudah tidur
yah? padahal papa membawa mainan favorite Jeho.” Ujar Thomas sembari duduk
menghampiri istrinya dipinggi kasur.
Sang istri membalikkan wajahnya dan menatap Thomas dengan penuh kegeraman dan wajah yang sudah mulai memucat akibat
menahan amarah.
Pa, apa ini pa? sang istri menyodorkan
ponsel dan menunjukkan sebuah is isms yang baru saja masuk beberapa saat lalu.
“ini…” sejenak Thomas terdiam membisu,
dengan bibir yang ingin berucap namun sulit bergerak.
“maa, aku…--- ujar Thomas dengan gagap.
Jawab aku pa!!! apa yang selama ini papa
lakukan di luar sana, selama mama pergi ke luar negeri untuk menjalani mengobatan???
“Maafkan papa, ma…” ucap Thomas sendu
dan tertunduk.
Pa, tolong jelaskan ke mama! apa maksud
dari sms ini pa!! tolong mama pa… rintih sang istri dengan nada lirih dan terisak.
“Iya ma, semua yang mama baca itu benar
adanya! maafkan papa, papa sudah berdosa besar…”
Arggh….. bajingan!! brengsek!!!
Hiks… hikss.. argh….
Sang istri begitu histeris saat menerima
kenyataan bahwa isi dari sms tersebut benar adanya.
Aku akan bunuh diri pa, aku akan bunuh
diri!! aku tidak sudi di madu….
“ma, tenanglah ma!!!” tukas Thomas
sembari mendekap tubuh sang istri yang sedang hsteris hebat tersebut.
Arghh…
Mana janjimu dulu akan selalu mencintaiku dan setia padaku pa… rintih sang istri dengan tergugu.
“Ma, ampuni aku ma…”
Tidak… pergi sana bajingan!! aku akan bawa Jeho pergi dari sini! aku tahu ini semua hartamu!! ujar sang istri dengan bergegas menuju kamar Jeho kecil.
“ma, jangan pergi ma!! tolong jangan
ma…”
Lepaskan aku…
Jeho, bangun sayang…
“emmm… Jeho ngantuk ma, kenapa mama
menangis? papa kenapa? ujar Jeho kecil yang belum mengerti apa yang saat itu sedang terjadi.
Setelah beberapa bulan kemudian…
Jeho hidup terpisah dari sang ayah, dan hanya berdua bersama sang ibu yang harus bekerja keras untuk penghidupan mereka.
**
Di sisi lain…
“Ayoo bu tarik napasnya…”
argh… ah….
Riuh suasana ruang bersalin di sebuah
rumah sakit X, pada saat itu Ester yang sedang berjuang melahirkan seorang
putra tampan.
Dok, anakku laki-laki atau perempuan??
tanya Thomas dengan tidak sabaran
Selamat pak, anaknya laki-laki yang sangat manis… ujar sang doker
“Ahh, tampan sekali.. akan kunamai Kenan
Wijaya Kusuma, sebagai penerus Kusuma” ujar Thomas kegirangan dan seolah melupakan anak istrinya.
“Kediaman Kusuma Family”
“Anak tidak tahu diuntung!! bagaimana
mungkin kamu membuat malu keluarga besar kita Thomas!! apakah kamu masih pantas
menjadi pewaris??” bentak sang ayah yang merupakan kakek Kenan dan Jeho.
Ampun pa, aku bersalah.. tapi sebagai
lelaki normal apakah salah jika aku merindukan kehadiran seorang wanita yang
bisa memberikanku nafkah batin!!! ujar Thomas sembari tersungkur dihadapan sang
ayah.
“Thomas, tapi perbuatanmu sungguh
kelewat batas! kamu tahu bagaimana keluarga kita begitu dikenal oleh kalangan
orang banyak.” Tukas sang ayah sang juga mengalami tekanan pikiran.
Saat itu keadaan keluarga Kusuma begitu
berantakan, Jeho bersama sang ibu pun harus menjadi korban dari apa yang telah
Thomas lakukan.
Sejak awal pernikahan Thomas bersama
sang istri, mereka telah terpisah jarak yang cukup jauh. Kabar pernihakan mereka pun tak banyak diketahui orang, hanya segelintir keluarga yang mengetahuinya.
Sang istri yang juga harus melakukan
pengobatan instensif harus berpisah jarak dari Thomas. Kerap kali Thomas meminta sang istri untuk melayaninya, selalu saja sang istri memiliki alasan ini dan itu. Istri Thomas yang memiliki suatu penyakit cukup serius, dan sulit untuk memiliki anak lagi dan juga sulit untuk mengkonsumsi obat mau pun alat
pencegah kemahilan.
Sebuah dilemma besar bagi sang suami
yang selalu menginginkan hubungan intim suami istri, hal tersebut pun menjadi faktor perselingkuhan yang dilakukan oleh Thomas.
Thomas yang sebelumnya belum berkata jujur kepada Ester akan statusnya, namun karena keinginan dan nafsu sesaatnya telah
menjerat Thomas terjatuh ke dalam kubangan yang begitu dalam dan hanya bisa menghadapi sela dampak perbuatannya.
Sang istri yang selalu mengancam untuk
bunuh diri pun akhirnya membuat Thomas memilih untuk kembali bersama sang istri
dan juga Jeho kecil, namun disisi lain Ester dan Kenan kecil pun terabaikan begitu saja tanpa kehadiran sang ayah.
Jeho pun mulai bertumbuh remaja, dan semakin dewasa. Semua kenangan pahit yang terjadi dalam kehidupan keluarganya
sudah membuat Jeho banyak mengerti apa yang telah terjadi, dan hal tersebut membuat dirinya dipenuhi kebencian dan dendam mendalam terhadap sosok perempuan dan juga anak hasil dari perselingkuhan sang ayah.
Akibat dari nafsu sesaat kedua orang tua
mereka, begitu banyak korban yang harus menanggung akibat atau efek dari perbuatan Thomas dan Ester.
Kenan seorang pria baik hati dan juga tampan menawan tersebut pun juga harus menghadapi dampak dari perbuatan kedua
orang tuanya. Rasa kesedihan mendalam Kenan sangat membuat dirinya cukup terpuruk dalam kenangan luka sayatan masa lalu.
Tak hanya Kenan, Jeho pun terlebih lagi
merasakan perihnya hidup akibat perselingkuhan sang ayah. Namun, Jeho kini
dipenuhi dengan rasa ambisi dendam mendalam, dan yang hanya ia pikirkan ialah
bagimana caranya agar menjatuhkan keluarga Kusuma sejatuh-jatuhnya…
Pict bonus, penambah imajinasi pembaca