I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Demi kebaikanmu



“Mengapa kau harus hadir kembali disaat aku sudah mulai terbiasa tanpamu kemanakah dirimu disaat aku membutuhkanmu bahkan sangat tersiksa atas kerinduan yang harus kuhadapi seorang diri.


Mengapa kau datang dan pergi sesuka hatimu tanpa menghiraukan lirih hati yang sekian lama kualami.


Sentuhan dan genggaman ini sungguh membuatku tak berdaya, aku tak tahu harus bagaimana caranya untuk berkata bahwa aku sudah lagi menginginkanmu, sedangkan jiwa dan ragaku sungguh hancur jika harus membiarkanmu mengabaikanku.


Kak Adrian lepaskan!! kenapa kakak tiba-tiba begini!!


Sunny melepaskan tangannya dari genggaman Adrian dan menyentuh tangannya.


Sakit kak Adrian, jangan begini!!


Sunny tertunduk tak tahu harus bersikap seperti apa dihadapan  seorang pria yang sangat ia cintai.


“Sunny bolehkah aku membawamu pergi sebentar, akan kuceritakan segalanya!!" pinta Adrian.


Apa yang ingin kakak katakan lagi?? bentak Sunny dengan wajah sedihnya.


“Sunny aku punya alasan atas tindakanku selama ini!!"


Sudahlah kak, aku tidak peduli lagi!!! Sunny bergegas pergi, namun Adrian  menahannya.


Apa mau kakak?? Sunny mendorongnya dengan keras.


“Sunny aku gak akan beranjak sebelum kamu mau pergi bersamaku untuk membicarakan segalanya!!"


Aku bukan wanita yang begitu bodoh mau tertipu kedua kalinya!! bentak Sunny.


“Sunny!! please!!"


Pergi jauh-jauh!! Sunny terus mendorong Adrian dengan keras hingga terjatuh, lalu Sunny berlari ke arah loby utama.


Kenapa aku harus berhadapan dengan orang-orang yang hanya bisa menyakitiku!!


Taksi taksi!!! Sunny memberhentikan sebuah taxy blue bird.


Sunny meminta supir untuk berhenti di sebuah taman, Sunny mencari kursi kosong dan mengeluarkan sebuah kacamata berkaca coklat penuh sambil menundukkan wajahnya Sunny menangis sedu air matanya tak terbendung lagi.


Kenapa orang-orang itu hanya bisa menyakitiku, apakah aku salah jika mengaharapkan sebuah cinta yang tulus.


Sunny  masih merasa kecewa atas kenyataan yang harus ia terima dari keluarga Adrian, Josep yang hampir menghancurkan hidupnya namun masih bisa berkeliaran bebas hanya karena orang tuanya yang termasuk keluarga terpandang.


Semua luka dan kepiluan hati harus Sunny tanggung sendiri, kekejaman, penyiksaan yang teramat menyakitkan hidupnya.


Ahh sudah sore lebih baik aku pulang tapi jangan sampai kak Adrian menungguku di


rumah, yasudahlah aku lebih baik menginap di rumah bang Kenjo!!


Sunny bergegas pergi ke kediaman Kenjo.


Setiba di kediaman Kenjo dengan menggunakan taxi.


Sunny menekan bel rumah lalu keluarlah seorang asisten rumah


Ahh nona Sunny silakan masuk non!! ucap sang wanita paruh baya dengan sopan dan lembut.


Makasih mbak, aku langsung masuk kamar yah!!


Tunggu non, lebih baik makan dulu biar saya siapkan makanan nanti den Kenjo ngomelin non lagi!!


hemmpp… yasudah aku mau mie kuah saja mbak!! pinta Sunny.


Baik non, non silakan mandi dulu!!!


Sunny membersihkan dirinya lalu turun ke lantai dasar untuk menyantap makan malamnya.


“Sunny kenapa datang tidak chat or telpon abang??"


Iya maaf bang Kenjo aku mendadak.


“Okay, sekarang kamu makan dulu abang juga telah membelikan beberapa makanan dan juga buah-buahan!!"


“Sunny ada apa denganmu,, gak biasanya kamu datang ke sini,, biasanya kamu hanya


peduli pekerjaan lalu langsung pulang ke apartemen!!


Bang Kenjo tadi aku bertemu kak Adrian dan— Sunny menceritakan semua yang telah ia alami kenapa sang kakak.


“ohhh Sunny abang pun gak akan menginjinkanmu bersama keluarga itu, sudah cukup sakit hidupmu mereka buat jadi jangan sampai terulang lagi!!"


Iya bang!!


“Sunny maaf abang tidak memberitahukanmu sebelumnya, abang pernah bertemu Adrian bersama


seorang perempuan di sebuah Villa****


Hahh!! siapa perempuan itu!!


“abang tidak kenal jelas tapi dia---"


Apa ini perempuannya bang?? Sunny menyodorkan ponselnya


“ahh iya betul-betul Sunny, waktu itu abang ada acara di sebuah Villa, dan mereka


pun menginap di kamar yang sama!!"


Apa!! Sunny terkejut saat mendengar ucapan Kenjo, dan wanita itu ialah tak lain dari sahabatnya Vita.


Sunny pun menarik kembali ponselnya lalu melanjutkan menyantap buah anggur yang telah Kenjo bawakan padanya.


“emm Sunny sudahlah laki-laki yang tak jujur lebih baik kamu lupakan, walau itu


menyakitkan buat kamu."


Iya bang gak apa-apa!!


“Abng tak tahan melihatmu yang masih mengharapkan Adrian, kini kamu sudah mengetahui semuanyakan??


Sunny semakin terpukul setelah mengatahui kenyataan tersebut namun Sunny masih pensaran akan apa yang sebanarnya terjadi dan memutuskan untuk memastikan semuanya sehingga Sunny pun akan merasa tenang.


Sunny pun kembali ke apartemennya dan seorang security memberitahukan ada seorang pria yang terus mencarunya selama dua hari berturut-urut lalu meninggalkan kontak telepon.


Kalau gak salah ini nomor kak Adrian!! Sunny menghubungi nomor tersebut dan membuat janji pertemuan di sebuah café, mereka bertemu saat menjelang malam.


“Sunny sudah menunggu lama?? tanya Adrian yang baru saja tiba lalu duduk berhadapan dengan Sunny.


Sekarang kakak bicaralah semuanya aku akan dengar baik-baik.


Iya kak gak masalah, sekarang lebih baik langsung ke intinya saja!! balas Sunny dengan wajah dan nada bicara yang terlihat tak senang.


“Sunny kamu marah benci padaku??"


Itu sudah tak penting kak!! andai kakak berani jujur atas hubungan kakak dengan Vita, mungkin aku akan bisa tahu lebih awal dan hak menaruh harapan lebih tapi kakak lebih memilih membohongiku!!


“iyaa Sunny, waktu kita berpapasan di sebuah resto beberapa bulan yang lalu aku memang kembali bersama Vita, karena keterpurukkanku saat Kenjo melarangku untuk menemuimu!!"


Apa bang Kenjo!! tapi bukankah itu saat kakak tertangkap sedang bersama Vita di sebuah Villa!!


“Villa??"


iya Villa,, kakak menginap bersama Vita entah apa yang sudah kalian lakukan aku


pun gak peduli!! tegas Sunny


“Baik aku mengaku,, dan aku juga sudah tahu kalau Kenjo pasti akan memberitahukan padamu!!"


Jelas, dia saudaraku satu-satunya!! jadi apa yang bang Kenjo katakan tak mungkin


bohong!!


“Iaa semua itu benar Sunny,, bahkan aku dan Vita sudah melakukan hubungan seks!!


Apa!!!!! Sunny begitu tekejut dan mengambil sebuah gelas lalu menyiramkan air tersebut ke wajah Adrian.


Bajiangan!! teriak Sunny pada saat itu, namun karena mereka berada di pinggir paling ujung, hal tersebut membuat pelanggan yang lain tak terlalu mendengarkan dan juga suasana café yang cukup sepi pengunjung.


Tega sekali kamu kak,, kenapa kakak begini!! Sunny tak mampu menahan kekecewaan dan kesedihannya.


"Iyaa Sunny… semenjak Kenan datang di tempat psikiater itu, Kenan dan Kenjo memintaku agar tak menemuimu lagi, karena aku yang adalah keluarga dekat Josep, setelah itu aku sangat terpuruk lalu kehadiran Vita menjadi penghibur dan pelampiasanku!!"


Ahh, kak Adrian kakak tahu betapa jahatnya kakak!! Sunny terus terisak.


Kenapa kakak tak pernah jujur!! kenapa ini sangat sakit!! Sunny terus menangis sambil menyapuh air matanya yang tak henti mengalir.


“Sunny sekarang aku hanya ingin bilang kalau aku sangat mencintaimu, dan Vita adalah pelampiasanku tapi yang kami lakukan sudah melewati batas.


"maaf Sunny!!" Adrian hanya bisa mengatakan permintaan maafnya dengan penuh pilu.


Pergi kak!! pergii!!


“Sunny maaf!!"


Maaf kakak tak berguna, mulai sekarang jangan pernah muncul dihadapanku lagi!!


“baik Sunny,, sebagai tanda perpisahan kita, ini kenang-kenangan untukmu!!"


Adrian mengeluarkan sebuah kotak segi empat berwarna biru tua dan memberikan kepada Sunny.


“Sebenarnya ini cincin dan kalung lamaranku untukmu Sunny, tapi semua sudah hancur dan Vita pun sedang hamil aku akan segera menikahi Vita!!


Ambil ini kembali kak, aku gak butuh!! Sunny melemparkan kotak yang berisi kalung cincin ke arah Adrian lalu mengambil tasnya dan bergegas pergi.


Adrian hanya duduk termenung sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja dengan wajah yang penuh kepiluan


                                   ***