
Semenjak pertemuannya bersama jeho disebuah café, Sunny menjadi terlihat murung, karena keinginannya berniat membantu Kenan namu semua tak semudah itu.
“Om Sander, sekarang akulah yang
pemegang saham tertinggi! jadi posisi om saat ini pun semua karena aku!” tukas
Jeho dengan ketus
Lalu apa maumu Jeho, bukankah asset dan
juga beberapa prasarana perusahaan sudah banyak dibawah kendalimu??
“hahahaa… lucu sekali om Sander Kusuma!
apakah aku masih pantas memanggil om dengan marga Kusuma??”
Cukup Jeho, aku tahu posisimu saat ini
sangat tinggi tapi ingat! akulah yang membantumu untuk dapat masuk perusahaan Kusuma Family!!
“What the fuck…
Jangan main-main denganku om!! Jeho manarik krah leher baju paman Kenan tersebut.
"Om bisa menjadi direktur, itu semua karena aku yang banyak bertindak!!” Jeho melepaskan cengkramannya
Uhuk.. uhuk…
Kamu keterlaluan jeho!! ucap paman Kenan
saat Jeho dnegan kasarnya melepaskan cengkraman dari krah leher bajunya.
“Keterlauan!! aku maksud om??
Hei hei, om itu adalah paman sedarah Kenan, keluarga Kusuma!! tapi lihat betapa serakahnya om!”
Kamu pun jauh lebih serakah Jeho, kamu bukankah sahabat sekat Kenan!!
“Hahaha…
Tapi aku tidak sehina om, bukankah om
suka jajan diluar (jajan diluar yang dimaksud ialah, paman Kenan yang suka bermain seks dengan wanita-wanita malam).”
Jeho, bangsat kamu!!!
“Hehh!! setidaknya aku tidak serendah dan sehina om, berlaga setia dengan satu istri tapi busuk dan tak pantaas menjadi seorang ayah!!”
Jeho!! bukankah sudah kamu dapatkan apa
yang kamu inginkah, sekarang apalagi maksudmu??
“Om Sander Kusuma, anda tidak perlu
bersandiwara lagi, setelah foto-foto dan video ini kusebar ahahah…” Jeho menyodorkan ponselnya dan terlihat foto-foto mau pun video berdurasi singkat paman Kenan bersama para wanita malam yang sedang bermesra ria.
Bangsat!!! jerit sang paman
“dasar sampah tak berguna…”
Bukkk….
Jeho mendaratkan pukulannya tepat di bagian tulang pipi paman kenan.
“Jangan coba-coba berani menantangku
Sander sampah, karena jika istrimu dan juga anak-anakmu melihat ini! habis dan tamat riwayatmu!!” tukas Jeho dengan penuh ancaman.
Sialan kau Jeho… bentak paman Kenan sembari mencoba bangkit dari kejatuhannya akibat pukulan Jeho.
“Sudahlah, hari ini cukup sebuah peringatan saja! bye bye Sander sampah..” ujar jeho yang membalikkan diri dan meninggalkan ruangan direktur tersebut.
_______________*______________
“Sunny, kupikir kamu tidak akan datang??”
ucap Jeho sembari menyeringai licik
Pak Jehonathan, saya sangat sibuk! cepat
katakan apa maksud bapak memaksa saya untuk datang!!
“Sunny, aku bisa mengembalikan posisi
Kenan.”
Sudahlah pak Jeho, saya datang kesini karena saya sekalian ingin makan siang bukan berarti karena ingin bertemu bapak! tukas Sunny dengan ketus
“Jangan bilang kalau kamu sekarang jadi
membenciku Sunny!!”
Benci, untuk apa? menghabiskan waktuku.
“Sunny, aku serius dengan ucapanku, jangan hanya karena usiaku sudah melebihi kepala tiga kamu pikir saya tidak top markotop!!”
Cukup pak Jeho, ini sudah sangat keterlaluan, sangat menghilangkan selera makanku.
“Okay, maaf Sunny aku sudah keterlaluan
bercanda! aku hanya mengujimu saja.”
Apa menguji?? aneh sangat aneh… tukas Sunny dengan kesal
“Aku tidak akan mungkin mengkhianati Kenan jika bukan karena ada alasanku yang kuat.”
Apa maksud bapak??
“Sunny, beberapa tahun yang lalu om
Sander menjanjikan papa untuk berbagi saham jika saham sudah laku dan semakin bertambah. Namun setelah perusahaan Kusuma berkembang pesat, om Sander menipu papa dan yang sangat aku sesalkan ialah hal tersebut membuat papa jatuh sakit karena kami sudah banyak kehilangan asset untuk pembelian saham.
Lalu, bapak balas kak Kenan yang sudah sangat mempercayakan semua saham perusahaan kepada bapak??
“Aku awalnya tidak bermaksud seperti
itu, karena perusahaan yang Kenan bawahi ialah termasuk penanaman saham terbesar dari almarhum papa.” Tukas Jeho dengan nada lirih.
“Sunny, cepat katakan padaku apa yang
harus aku lakukan untuk bisa memberikan semua hak dan hasil penanaman saham
dari papaku…”
Pak Jeho, aku tidak tahu.. Sunny tertunduk sendu tak tahu harus berbuat apa.
“Sunny kamu tahu siapa Kenan dalam hubungan keluargaku?” tanya Jeho serius
Apa maksud bapak?? balas sunny heran
“tidak Sunny, tapi saat ini aku sangat membutuhkan pendamping yang bisa menolongku.
Aku sekarang sudah telanjur merebut
semua yang seharusnya menjadi milik keluargaku.”
Hanya karena dendam bapak pada om
Sander, tetapi kenapa kak Kenan yang harus kena imbasnya pak!! ucap Sunny
dengan lirih
“Aku berpikir Kenan adalah orang yang
sama saja seperti om Sander, namun setelah semakin mengenalnya aku baru menyadari ada orang sebaik Kenan. Namun semua sudah terjadi Sunny, aku tak tahu harus seperti apa mengahadapi Kenan.”
Sekarang bapak sudah berhasil menghancurkan semua impian kak Kenan yang begitu tulus pada bapak, tapi hanya
karena dendam lalu melampiaskan pada orang yang tidak tahu apa-apa.
Apa bapak tahu bagaimana sakitnya kehidupan kak Kenan sejak kecil, ditambah keluarga yang mengkhianatinya dan sekarang bapak juga sama saja.
Sunny pun bergegas meninggalkan Jeho
yang pada saat itu berada di sebuah café.
“Argghh… sial… Gumam Jeho pada saat itu.
Jeho yang berniat ingin mengambil apa yang menjadi hak milik almarhum ayahnya, namun akibat perbuatannya Kenan pun menjadi korban dari segala ambisi mau pun keinginan balas dendamnya pada keluarga Kusuma yang terutama paman Kenan, Sander Kusuma.
_________________**_________________
Kediaman Kenjo…
“Kenapa Sunny, kenapa lagi kamu adikku
yang manis dan cantik??” ucap Kenjo sembari mengusap-usap punggung Sunny yang
sedang bersandar padanya.
Bang Kenjo, apa yang harus aku lakukan sekarang? aku tidak sanggup melihat kesedihan kak Kenan. Sudah cukup kepedihan hidup kak Kenan selama ini,
aku sungguh tidak guna! ucap Sunny sembari terisak dibahu kenjo.
“Sunny, tidak semua hal yang terjadi dalam hidup ini merupakan kesilan hidup! semua tergantung pada sudut pandang masing-masing pribadi, dan abang sangat mengenal Kenan, dia adalah lelaki yang tangguh dan sudah mengerti sakitnya hidup.”
Bang Kenjo, cepat katakan apa yang harus
aku lakukan sekarang??
“apa yang harus kamu lakukan??”
Hmmp hmpp… Sunny hanya menganggukan
kepalanya.
“Kamu tetaplah berada disamping Kenan,
genggam tangannya dan peluk dia, itu sudah cukup memberikan Kenan rasa ketengan
Sunny! kamu tidak perlu berupaya ingin melakukan sesuatu yang justru akan berdampak padamu, nantinya tidak akan baik.”
“Abang yakin, kamu perempuan yang kuat dan sudah sangat dewasa sekarang. Ayo tersenyumlah dan buatlah Kenan selalu merasa beruntung memilikimu.” Ucap Kenjo sembari menyapuh air mata Sunny
Aku sangat sedih bang… ucap Sunny dengan
tergugu
“Iya Sunny, tapi abang yakin semua akan
mampu kalian lalui perlahan. Kamu sudah memilihnya menjadi pasanganmu dan
sekarang tunjukkan bahwa kamu adalah seorang calon istri yang selalu siap mendampingi suami kelak.”