I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Pelukan yang bukan lagi milikku



“Pelukan yang begitu lembut dan hangat kini menyelimuti seluruh tubuhku, otot-otot yang begitu kokoh seakan membuatku ingin terus berada dalam dekapan hangat ini, dan untuk kesekian kalinya aku terjatuh di area yang sama, kini aku sungguh takut jika aku tak mampu lagi beranjak."


Josep mendekap tubuh mungil Sunny dengan begitu lembut dan hati-hati, hal tersebut sentak membuat Sunny merasakan sesuatu yang berbeda dari beberapa tahun yang telah lalu. Josep yang merupakan pria ganas sekarang menjadi pria begitu lembut.


Sudahlah kak, aku lelah hari ini aku mau istrahat dan ebih baik kakak pulang saja...


“Baiklah Sunny aku janji akan menyelesaikan masalah ini!!


Selamat pagi bu Sunny...


Sapa para karyawan kepada Sunny yang kini menjabat sebagai orang kepercayaan Kenjo di kantor tersebut.


“Sunny,, malam ini abang mau mengajakmu makan malam yah..."


Ohh.. kenapa apakah pekerjaan abang sudah habis!!


“Sunny aku tahu aku terlalu sibuk memikirkan perusahaan tapi semua demi keluarga kita!"


ohh iyaa iya bang,, nanti di mana… di resto**** oke baik bang, aku kerja dulu


Menjelang malam Sunny pun pergi bersama dengan Kenjo ke sebuah resto*** yang tak jauh dari lokasi apartemen Sunny.


_____*


“Sunny bagaimana dengan kantor barumu, suka?" tanya Kenjo sembari menikmati hidangan yang tersedia.


Ahh lumayanlah bang… sampai-sampai waktu istrahatku jadi tersita...


“Sunny kamu masih mencintai Josep!!"


Uhuk uhukk… bang please jangan bicara yang tidak-tidak deh...


“Sunny kemaren kamu di sirami air juice kan gara-gara dituduh menggoda calon suami orang, dan itu tunangan Josep kan??"


Ahh bang itu semua hanya omong kosong.. aku lelah bang, kalau abang hanya ingin membahas ini lebih baik kita cepat kembali!!


“Sunny kamu dingin sekali sama saudaramu sendiri!!"


Sorry bang, aku kelelahan! ucap Sunny sambil meletakkan piringnya.


“Iyaa Sunny kamu abang antar saja yah,, kamu tak bawa mobil juga kan??"


Iya bang thank you yah…


Mereka pun beranjak pergi dari resto tersebut dan Kenjo pun kembali ke kediamannya.


Arghh… hahh lelahnya...


Ucap Sunny sembari merenggakan tubuhnya di atas kasur.


Kak Adrian sekarang sudah tak pernah menghubunginku, Vita pun terlihat acuh.


Hemm mengapa semua orang begitu cepat berubahnya, ahh yasudahlah lupakan saja.


Sunny mengistirahatkan tubuhnya.


Pada suatu saat Sunny sedang berjalan menyusuri jalan.


Titt titt...


Suara klakson sebuah kendaraan roda empat dan terdengar suara yang begitu keras.


Bruakkkkk…


Mobil tersebut menabrak tubuh Sunny dengan begitu kencang hingga membuat tubuh Sunny terkapar tak berdaya lalu melaju dengan kecepatan tinggi.


Suara riuh di area kecelakaan tersebut sentak membuat seseorang berinisiatif untuk menghantarkan tubuh Sunny ke RS terdekat, dikarenakan id card yang tergantung dileher Sunny pun cukup memudahan orang-orang  untuk menghubungi pihak kantor.


_______________*______________


“Kenapa Sunny tidak mengangkat telepon sih??" di kediaman Josep


Yah hallo,, apa????"


Josep begitu terkejut setelah menerima berita bahwa Sunny mengalami kecelakaan yang cukup serius dan bergegas untuk ke RS tersebut.


“Omg Sunny adikku kenapa semua ini harus menimpamu lagi, sudah terlalu pahit kisah hidupmu selama ini, kenapa harus seperti ini!!!"


“Bro…" Josep menghampiri Kenjo


Eh Joe,, thank you sudah datang..


Sunny terlihat buruk Joe, kemungkinan Sunny untuk sementara harus menggunakan kursi roda.


“Apaa?? Sunny!!!" Josep sangat terpukul dengan kejadian tersebut.


Seminggu kemudian…


“sudah seminggu ini Sunny masih belum sadar juga!!!" ucap Josep cemas


Josep seperti biasa ingin menjenguk Sunny dengan membawakan beberapa makanan sehat yang selalu ia lakukan setiap harinya seolah-olah Sunny sadar dan mengetahuinya.


“Sayang aku tahu kamu wanita kuat, hal begini tak akan menghentikan langkah dan impianmu!! ohh iaa ini aku bawakan makanan sayang, makanan kesukaanmu ini,, ice cream hehee sayangku kamu harus sadar yah sayang!!!"


Setiap hari tanpa rasa bosan Josep selalu mengatakan perkataan yang sama berharap Sunny akan mendengarkannya, namun kali ini air mata Josep mengalir begitu deras seakan penyesalan dan ingatan beberapa tahun lalu terus terngiang-ngiang di benak Josep.


"Aku sungguh pria yang bajingan bodoh, aku tak pantas bersama Sunny yang terlalu baik bagiku."


Josep tak henti-hentinya menyalahkan dirinya atas apa yang telah menimpa Sunny, karena pelaku tabrak lari tersebut telah ditemukan dan ternyata dalang semua itu ialah tak lain dari Vanny yang sangat membenci Sunny.


Josep yang sangat ingin melakukan perhitungan namun mengingat jasa dari perusahaan keluarga Vanny membuat Josep mengurungkan niatnya, dengar syarat Vanny tidak boleh mengganggu kehidupan Sunny lagi.


“Josep sudahlah bro kamu lebih baik kembali bekerja, urusan Sunny cukup aku yang urus, karena kamu sangat sibuk!"


Tidak bro, ini sudah menjadi tanggung jawabku. Kalau bukan karena aku, mungkin Sunny tak akan seperti ini! tegas Josep sembari terus memandangi Sunny.


Josep teringat saat dimana Sunny mencoba mengakhiri hidupnya saat Josep melakukan penyiksaan terhadap Sunny, hal tersebut sungguh menjadi sebuah penyesalan yang akan terus menghantui Josep.


Sementara itu dikediaman Josep…


Aku tak mau tahu, pokoknya aku harus secepatnya menikah dengan Josep!! Vanny berteriak di hadapan keluarga besar Subrata.


“Ada apa ini kok ribut sekali!!!" Josep yang baru saja tiba


Josep aku tak mau tahu, kamu harus nikahin aku!! harus titik!!!


“Vanny… kamu masih punya muka setelah apa yang kamu lakukan terhadap Sunny!!" Josep membentak Vanny…


“Asal kalian semua tahu, wanita inilah yang telah mencelakai wanita yang sangat berharga dalam hidupku… dan perjodohan ini aku gak mau tahu dan tak akan peduli lagi!!!" Josep menendang sebuah gusi mewah yang tertata di sebuh ruangan keluarga.


Josep jaga sikapmu!! ucap sang ayah Josep


Pa, kenapa papa  begitu ingin menantu sadis seperti ini!" Josep menunjuk ke arah Vanny.


Josepp brengsek kamu!!! Vanny berteriak lalu terjatuh sentak membuat keluarga Subrata begitu panik karena posisi keluarga Vanny sangat berpengaruh di dalam dunia bisnis mereka.


Josep cepat angkat Vanny! tegas sang ayah


"Tidak akan, aku tidak akan pernah menyentuh wanita hina seperti ini!! cuihhh..." Josep terlihat begitu jijik saat melihat Vanny


_______________**_______________


“Sunny kamu sudah sadar!!"


Kak Kenan...!!!


"Syukurlah kamu sudah sadar, Sunny semua ini gara-gara ulah Vanny, kupastikan mereka akan mendapat imbalannya!!!"


Sudahlah kak Kenan aku sangat lelah aku tak ingin berurusan dengan keluarga itu lagi.


Tokk tok...


Iyaa masuk!!


“Sunny kamu sudah sadar!!"


Josep bergegas menghampiri Sunny.


"hehhh!! minggir jangan coba-coba dekat-dekat Sunny!!"


Kenan menghalangi langkah Josep.


Sebaiknya kakak jangan pernah muncul lagi, aku benci hingga aku mati!! Sunny menjerit saat melihat Josep.


Ah benar aku memang pantas menerima perlakuanmu, aku memang pria yang kejam tak memiliki rasa kasih, sebaiknya aku tahu posisiku saat ini bukanlah yang terbaik untukmu.


Josep melangkahkan kakinya dan beranjak pergi dengan hati yang pilu sembari meneteskan air matanya yang sudah tak terbendung lagi, perasaan penyesalan tersebut pun muncul kembali.


Kau memang pantas bahagia, namun bukan denganku…


            ***