
“Tak menyambut perasaanmu bukan berarti aku tak menginginkanmu, namun aku hanya terlalu takut jika kehadiranku dalam hidupmu tidak mampu membuat kebahagiaan”
“Nona Sunny, sepertinya beberapa minggu ini nona sudah mulai sibuk yah!”
Ahh iyaa pak Rey, pekerjaan akhir-akhir ini cukup menumpuk. Tukas Sunny sembari mengetik dan menyalin beberapa laporan keungan.
“tapi saya salut dengan nona, karena tidak semua pegawai dapat menerima kepercayaan langsung dari direktur.”
Ahh iyaa pak Rey. Sunny hanya tersenyum sembari bekerja.
“yasudah kamu yang semangat!!”
Baik pak Rey.
Drrtttt… sebuah pesan singkat terlihat dari layar ponsel Sunny.
“Sunny, mala mini kita makan malam yah! Kenan.”
Kak Kenan. Sunny menyempatkan diri untuk membalas pesan dari Kenan dengan senyum bahagianya.
______________*______________
Di sebuah resto korea.
“Hallo Sunny!!” Kenan menyapa dan terlihat begitu terkesima saat melihat penampilan anggun Sunny.
Hai kak Ken! balas Sunny menyapa dengan penuh senyuman.
“Mari Sunny. Kenan mengulurkan tangannya dan mengajak Sunny untuk menuju meja makan yang telah dipesan secara khusus.
“Kamu terlihat begitu anggun Sunny. Puji Kenan sambil terus memandangi Sunny dengan senyuman penuh.
Terimaksih kak Ken.
“Sunny!! ada sesuatu hal yang penting ingin kubicarakan.”
Ahhhh iya kak silakan.
“Sunny!! Kenan mengeluarkan sebuah kotak segi panjang berwarna abu-abu.
Kuharap kamu suka yah.”
Kenan mengeluarkan sebuah kalung silver lalu memasangkan pada leher Sunny.
Kak Ken, terimakasih!!
“Iya Sunny!! Kenan meletakkan kedua tangannya diatas bahu Sunny seusai memasangkan kalung tersebut.
“Kamu suka?”
Iya kak aku suka. Sunny tersenyum bahagia menerima hadiah pemberian dari Kenan.
“Sunny!! apakah sekarang kamu sudah memiliki pacar?”
Uhukkk.. Sunny terkejut mendengar pertanyaan Kenan.
Maaf kak Kenan, aku mau ke toilet dulu.
“Iya Sunny!”
Bagaimana caranya agar aku memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaanku pada wanita ini? Mengapa begitu sulit untuk memperkatakan cinta!
“Iya tidak masalah Sunny.
Jadi apa jawabanmu atas pertanyaanku tadi?
Aku belum memiliki pacar kak! Tukas Sunny sambil menyantap salad buah yang berada di atas meja makan.
“Ohh begitu! Kenan tersenyum lega lalu meneguk juice buahnya.
Sunny!” Kenan menyentuh punggung tangan Sunny
Iya kak! Sunny menaikan kepalanya dan mengarahkan pandangan matanya ke arah Kenan.
“Aku mencintaimu!!” tukas Kenan dengan penuh keberanian.
Maksud kakak?? Sunny memelankan kunyahannya dan mencoba bersikap tetap tenang.
“Iya Sunny, aku sangat mencintaimu! selama beberapa tahun ini hanya kamu perempuan yang mampu membuatku jatuh cinta!”
Sunny tertunduk dan tak tahu harus berkata apa lagi.
“Sunny!! kenapa? apakah aku salah bicara?? Kenan mendekatkan wajahnya dihadapan Sunny.
Ini terlalu mendadak kak!! balas Sunny dengan wajah sendu
“mendadak!! jadi selama ini kamu benar-benar hanya menganggapku sebagai orang asing dihidupmu??”
Bukan seperti itu kak Ken! sanggah Sunny.
“Sunny!! sepertinya makanan kita sudah habis, ayo kita pergi dari sini! aku ingin membawamu ke suatu tempat!”
Baik kak.
Saat dalam perjalanan, suasana pun menjadi begitu canggung tak seperti biasanya.
Kak Kenan kita kemana?
“Kamu akan tahu sendiri!”
“Kita sampai Sunny!” Kenan memberhentikan mobilnya di sebuah taman bunga.
“Sunny!!”
Kenan berlutut dihadapan Sunny sembari menggenggam kedua tangan Sunny.
“Aku sangat mencintaimu! bahkan dari sejak awal pertemuan kita beberapa tahun lalu, aku sudah lama menyimpan rasa sukaku padamu.”
Maaf kak Kenan, aku tidak pantas bersama kakak! Sunny menarik tangannya dan berbalik dari hadapan Kenan.
“Kenapa Sunny! apakah kamu benar-benar tidak pernah menganggapku? apakah aku sungguh tak cukup ruang dihatimu?” tukas Kenan dengan suara lirih.
Kak Kenan jangan seperti ini lagi!!
Sunny pun beranjak pergi meninggalkan Kenan tanpa menoleh sedikit pun.
Pict bonus