
>>> Bab sebelumnya…
“Hotel berbintang X”
Sunny dan Kenan yang telah menikah selama kurang lebih limat tahun. Mereka baru saja merayakan ulang tahun pernikahan walau hanya dengan menginap di hotel dan seikat bunga segar yang Kenan berikan kepada istri tercinta.
“Sunny, aku sangat mencintaimu,” bisik Kenan ditelingan Sunny sembari terus mendekap Sunny.
Iya kak Kenan, aku juga sangat mencintai kakak. Balas Sunny dengan senyuman tulusnya.
“Benarkah itu istriku,” tanya Kenan dengan nada sedikit manja.
Iya kak Kenan sayang…
“Kalau begitu, yuk bikin baby kecil supaya Axelle ada teman main di rumah.” Bisik Kenan dengan suara terkekeh geli.
Kak Kenan, Axelle masih empat tahun loh…
“Iya, biar jaraknya tidak terlalu jauh sayang..”
Kak Kenan, arghhh…
Keluarga yang sangat harmonis dan juga rasa hangat dalam setiap kegiatan mereka sehari-hari.
Kenan yang terlahir dari latar belakang orang tua tanpa pernikahan, cukup membuatnya banyak mengalami kesulitan dalam setiap tumbuh kembangnya. Namun, karena kasih sayang dari nenek juga kakek Kusuma, Kenan akhirnya bertumbuh menjadi pria yang hangat dan juga lembut pada siapa pun.
Dalam masa-masa awal pernikahannya bersama Sunny pun, Kenan benar-benar telah menjadi suiami idaman bagi Sunny. Sikapnya yang begitu hangat, juga lembut dalam mendidik anak semata wayang mereka.
Kehidupan rumah tangga mereka pun bisa dikatakan cukup bahagia. Pekerjaan, usaha, bisnis yang cukup berkembang, relasi mau pun mitra bisnis yang semakin luas membuat Kenan begitu dikenal oleh banyak orang.
>>>
“Taman Kanak-kanak xxx”
“Axelle, kamu hari menginap di rumah oma saja yah.”
Tidak oma, aku harus pulang ke rumah bersama mami dan papi. Karena aku sudah tidak pulang beberapa hari ini. Tukas Axelle kecil pada sang nenek, yaitu oma Esther.
“Oke, oke cucu oma. Tapi , kita pulang ke rumah oma dulu ya, nanti papi dan mami akan jemput Axelle.
Baik oma Esther…
Axelle kecil yang masih berada di taman kanak-kanak, terlihat begitu cerdas dan juga tampan. Tampan seperti wajah sang ayah tampannya, papi Kenan.
Setelah menjemput cucu terkasih, oma Esther pun membawa Axelle ke rumah kediamannya.
Sepanjang perjalanan, Axelle sangat hobi bernayanyi dan merupakan anak yang sangat ceria.
“Kediaman oma Esther”
“Oke, sekarang oma akan memasak apa pun yang Axelle minta.
Jadi, cepat katakan, Axelle ingin makanan apa??”
Axelle mau makan nasi goreng oma…
“Oke sayang, sebentar yah…”
Setelah beberapa saat kemudian…
“Tadhaaa…
Makanan sudah siap Axelle…” ujar sang oma sembari meletakkan piring di atas meja makan.
Yeaii, nasi goreng oma sama enaknya dengan masakan mami. Ujar Axelle kecil sembari mengunyah makanannya.
Drrrtt… Kenan Kusuma memanggil…
“Papi nelpon nihhh..” ujar sang oma sembari menunjukkan ke arah Axelle kecil.
“Hallo Kenan!
Iya, Axelle sedang makan siang bersama mama.
Oke, bye..”
Papi bilang apa oma? tanya Axelle kecil sambil menguyah makanannya yang terlihat penuh didalam mulut mungilnya.
“Papi bilang, malam akan jemput Axelle..”
Oke oma, ayo makan oma.. Axelle menyodorkan sendok makannya kepada sang oma.
Tanpa sadar, air mata haru menetes di pipi oma Esther. Melihat pertumbuhan Axelle kecil sangat membuatnya bahagia. Jika mengingat sosok Kenan yang tidak merasakan kasih sayang darinya dan juga almarhum Thomas, membuat oma Esther sedikit sedih.
Oma, kenapa oma menangis? tanya Axelle kecil sembari menyapuh air mata sang oma tercintanya.
“Tidak sayang, oma hanya bahagia melihat Axelle makannya lah sekali.” Tukas sang oma dengan wajah sendu.
Tapi kenapa sampai menangis oma, nanti Axelle juga ikut sedih.. ucap Axelle kecil saat melihat air mata mengalir di pipi sang oma.
Setelah menyelesaikan makan siang, Axelle pun tertidur lelap karena kelelahan setelah seharian bermain di sekolah.
“Axelle, kamu sangat mirip papimu. Oma sangat mencintai kalian, lewat kamu oma akan mencurahkan semua kasih sayang oma..” gumam sang oma sembari menahan tangisannya.
Perasaan bagai teriris, perih yang tak kunjung sembuh walau te;ah bertahun-tahun lamanya. Rasa bersalah pun terkadang datang menghantuinya, saat mengingat betapa pedihnya masa kecil Kenan. Namun, kini justru telah menjadi seorang ayah yang begitu mengasihi istri dan anak semata wayangnya.