
“Semuanya terjadi begitu saja sungguh sulit untuk kupahami lagi, sosok yang selalu kubanggakan dan kuandalkan kini telah pergi menjauh dan yang tertinggal hanyalah kenangan indah yang pernah kau ciptakan untukku."
Sunny yang begitu merindukan sahabatnya pun berniat ingin memberi sebuah kejutan namun setelah melihat mobil yang terparkir di area kediaman Vita, Sunny sedikit heran.
Tok tok...
Sunny mengetuk pintu, lalu keluarlah seorang pria yang sangat tak asing bagi Sunny sembari di rangkul oleh seorang wanita yang juga adalah sahabatnya.
Kak Adrian, Vita!!!
Sunny!! Vita begitu terkejut melihat Sunny.
Kenapa kalian bisa berduaan begini...
"Ahh iyaa Sunny aku dan Vita sebentar lagi akan bertunangan!!" ucap Adrian sambil tersenyum.
Ohh yaah.. wah selamat yah kak Adrian akhirnya dan Vita selamat yah untuk hubungan kalian.
Ahh iyaa… kalau begitu aku pamit dulu yah, tadi kebetulan lewat dan ini buat kamu.
Sunny memberikan sebuah bungkusan sebagai untuk Vita, lalu segera pergi dari kediaman Vita.
Niat awal ingin memberikan sebuah kejutan, justru Sunny yang dibuat terkejut atas apa yang ia saksikan tersebut.
Hahh, ternyata mereka sudah jadian, Vita juga sedikit berubah setiap aku bertanya tentang kak Adrian Vita selalu mengalihkan pembicaraanku, ternyata begini..
Hmmppp Sunny menarik napas perlahan dan berusaha menahan rasa kecewanya.
Bagaimana pun juga ini kebahagiaan mereka hmm, yasudahlahh hari ini cukup melelahkan.
Sunny pun beranjak pergi dengan menggunakan mobilnya dan pergi menuju apartemennya.
Bzztttt… getaran ponsel Sunny, siapa sih…
Iya hallo… ini siapa yah.. maaf kok anda bicara seperti itu, ahh.. Sunny mematikan ponselnya
Siapa sih kok tiba-tiba memaki begitu, udahlah salah sambung kali.
Ohh iyaa hari ini aku harus ke kantor bang Kenjo dulu.. Sunny pun beranjak pergi menuju kantor Kenjo.
Beberapa saat kemudian…
“Sunny kebetulan sekali, ada seseorang yang mencarimu, siapa bang?? coba lah sana di halaman kantor belakang saja yah."
Oh okee bang Sunny menuju halaman kantor belakang.
Setiba di lokasi, terlihat seoranh wanita duduk di sebuah kursi dengan menggunakan pakaian yang cukup terbuka, lalu wanita itu memandang Sunny tajam seakan ingin mengatakan sesuatu.
Permisi… maaf anda mencari saya?? tanya Sunny
Kamu Sunny kan?? tegas wanita tersebut degan nada yang sedikit arogan.
Ahh iya saya Sunny!!
Mulai saat ini lebih baik kamu jauhi Josep!! Josep!! Sunny heran.
Iyaa Josep Lie Subrata!! dia calon suamiku dan semenjak kepulangannya dari Singapore, dia bertingkah aneh, ternyata aku mendapat informasi ada seorang perempuan yang tak tahu malu mencoba mendekatinya.
Ohh ternyata kamu yang namanya Sunny!! ahaha aku masih sabar tidak membeberkan kepada orang-orang kantor ini, ingat perusahaan kalian bergantung dengan perusahaan Subrata Group!! ucap wanita tersebut sinis.
Ohh.. kalau tidak ada hal lain silakan pergi sekarang!! tegas Sunny yang sedang menahan amarahnya.
Jelas aku akan pergi tapi ingat ini peringatan buat kamu jangan sampai aku bertindak!!
Wanita tersebut pun pergi dengan penuh keangkuhan, sementara Sunny hanya bisa menahan dirinya.
Kak Joe masalah apa lagi yang kakak bawa!!
________________*_______________
Sayangku kenapa kamu tak pernah memelukku lagi sih!! ucap Vanny manja.
“Vanny kamu tahu aku sangat sibuk kan!!" tegas Josep
Sibuk!!! sibuk dekat dengan perempuan pelacur si Sunny itu yah!! Vanny berteriak dihadapan Josep.
“Vanny apa maksudmu!!! darimana kamu dapat informasi tidak jelas begitu,, kamu bilang sangat mempercayaiku tapi kenapa kamu malah begini!!!" Josep meletakkan laptopnya.
Josep kamu piker aku gak tahu apa yang terjadi, cepat katakan siapa itu Sunny!!!
“cukup Vanny!!"
Tidak... aku akan buat perusahaan mereka bangkrut kalau kamu berani dekat-dekat perempuan pelacur itu!!! Vanny menggenggam erat tangan Josep sambil menangis.
“Vanny aku minta maaf untuk semuanya tapi bukankah sejak awal kita memang tak ada cinta, hanya karena perjodohan dan ingin menaikan asset perusahaan dan kita sama-sama diuntungkan!!"
Jadi maksudmu kamu tak memiliki perasaan cinta padaku!!
“hmmpp" Josep tersenyum sambil menggenggam bahu Vanny.
"Vanny kalau pun kita menikah , perasaanku padamu tak akan berubah dan aku akan seterusnya sibuk dengan pekerjaanku, lalu apa yang kamu inginkan!!"
Tidakkkk!!! Vanny menjerit
Aku pastikan kehidupan Sunny akan kuhancurkan!!!
Vanny pun berlari pergi dari ruangan kerja Josep.
“Sunny sudah cukup kau menderita selama ini, aku tidak akan membiarkan orang lain mengusikmu apalagi sampai menyakitimu!!"
“Sunny akhirnya kamu kembali ke Indo yah, aku senang sekali…"
Ahhh iya kak Kenan terimakasih untuk segalanya yang kakak lakukan aku gak tahu harus berbuat apa untuk membalasnya!!
“Sunny melihat kamu bisa kembali pun aku sudah sangat bahagia"
Ehehe iyaa kak...
Ahh.. ada apa ini...
Secara tiba-tiba kepala Sunny basah akibat guyuran air juice yang di tumpahkan seorang wanita kepadanya.
Dasar pelacur, wanita murahan...
Sunny di dorong hingga terjatuh.
“Heii ada apa ini!!"
Ohh kamu siapa..
Vannylah yang telah melakukan hal tersebut di tengah keramaian hingga membuat Sunny begitu malu.
Aku tak peduli siapa kamu, yang jelas perempuan murahan begini memang pantas kok menerima ini, sudah berani merayu calon suamiku!!
Teriak Vanny yang membuat orang-orang sekitar mendengarnya dengan jelas.
Cukup… sudah cukup kamu mempermalukanku, sekarang malah memaki, taik beretika, tidak jelas!! tegas Sunny
Etika?? kamu masih mengerti etika kah.. hahhaha dasar…
Vanny menaikan tangan kanannya dan hendak memukul Sunny, namun Kenan menahannya.
"Security tolong amankan perempuan pembuat keributan ini!!"
Ehh brengsekk, aku pun bisa beli café ini yah!! ucap Vanny dengan nada yang begitu marah.
Terdengarlah suara teriakan seorang pria.
“Vanny cukup!!"Josep menghampiri Vanny
“Ohh Josep lagi, jadi ini calon istrimu!! tolong yah jaga mulut istrimu ini kalau tidak aku bisa saja menuntutnya!!"
Tegas Kenan sambil mendorong Josep, sementara Sunny terdiam di belakang kenan.
“Sunny!! kamu tidak apa-apakan!!" ucap Josep cemas
Apa kamu lebih mengkhawatitkan pelacur itu sayang!!
“Vanny kita pulang, cukup kelakuanmu yah!!" Josep menarik paksa Vanny dari hadapan Sunny
“Hallo teman-teman semua maaf atas kesalahpahaman tadi, maklumlah mungkin lagi PMS makanya sensi begitu jadi semua orang dicurigai." Ucap Kenan yang ingin mencairkan suasana café tersebut.
“Sunny kamu baik-baik saja???"
iya kak Kenan, tapi aku sangat malu!! Sunny tertunduk
"kamu tak perlu malu lagi yah.. sekarang kamu tak usah pikirkan perempuan gila itu, kupastikan semuanya aman yah!!"
Apartemen Sunny…
Hahh sial sekali hari ini, bukan masalah apa-apa tapi aku sangat malu.
Ponsel Sunny bordering...
Iya hallo.. kak Joe.. stop kak, aku tidak mau berhubungan dengan kakak lagi, jangan ganggu aku!! apa.. ahh kak Joe apa-apaan sih…
Tok tok…
Suara ketukan pintu yang tak berhenti hingga akhirnya Sunny membukakan pintu dan muncul sorang pria dihadapannya.
Kak Joe..
"Sunny aku mau masuk!!"
Iiiihhh pergi...
Sunny mendorong pintu dengan keras namun Josep terlalu cepat bertindak dan pintu pun terbuka.
Kak Joe apa mau kakak!! Josep berjalan mendekati Sunny, sementara Sunny berjalan mundur hingga masuk ke kamar.
“Sunny aku mau kamu sekarang!!"
Josep memeluk Sunny erat
Ahh lepaskan kak Joe… arghh
“Sunny aku tak akan menyakitimu lagi seperti beberapa tahun lalu, tapi jujur aku rindu kamu!!"
Kak Joe lepaskan aku kak!!! cukup sudah kakak membuat hidupku sengsara...
“Sunny itu tak akan terjadi lagi...
Kak Joe please...
Sebuah pelukan hangat yang sungguh berbeda dari beberapa tahun lalu, sesaat aku merasa begitu nyaman seakan tubuh ini ingin berlama-lama berada dipelukan pria ini.
***