
Perjalanan cinta yang cukup panjang dan dihari kebahagiaan ini akankah kau masih terus menjadi milikku…?
Bertepatan dihari pertunangan Kenan dan
Sunny, Kenan mengalami kecelakaan yang cukup serius dan membuatnya kehilangan
banyak darah.
Namun darah yang Sunny miliki tidak sama
dengan golongan darah Kenan, dan disaat yang tepat Caroline hadir untuk menyumbangkan darahnya kepada Kenan.
Om tante, sebenarnya saat mendengar Kenan akan bertunangan bersama Sunny, aku sangat cemburu dan iri kepada Sunny! namun aku juga sudah bertindak terlalu jauh, tidak seharusnya aku berpikir jahat tentang Sunny!!
Ujar Caroline kepada paman dan bibi Kenan.
“iya Carol, sebelumnya kami sangat berterimakasih atas kebaikanmu dan ketulusanmu membantu proses perawatan kenan dengan menyumbangkan darah untuknya. Tapi kamu tahu sendiri kalau Kenan sangat mencintai Sunny!! tukas sang paman
Iya om, aku tahu! tapi dihari bahagia Kenan harus mengalami hal ini. Jujur aku masih belum bisa merelakan Kenan pada Sunny, itulah yang membuatku sulit berbicara secara baik pada Sunny.
“iya Carol tolonglah kamu mengerti yah..” pinta paman Kenan.
Baik om, tapi aku ingin melihat Kenan sadar terlebih dahulu lagi pula aku sudah punya pacar.
“Ohh ya!!” jawab sang paman terkejut.
Iya om, aku pun sudah ijin padanya dan inilah sebagai balas budiku pada Kenan.
Kenan terlalu baik dan itu juga membuatku sulit melepas Kenan, ujar Caroline dengan meneteskan air matanya.
“sudahlah Caroline, kamu pasti bahagia
walau tidak bersama Kenan.” Tukas sang paman sembari menepuk pundak Caroline.
Iya om,,, Caroline terus menangis dihadapan
paman dan bibi Kenan.
Sunny, tolong jaga Kenan!! awas kalau kamu membuat Kenan terluka hmm!! tukas Caroline dengan ketus.
Iya Caroline, thank you so much atas semua kebaikan dan ketulusanmu.
Yes, kalau kamu tidak menjaganya dengan
baik, maka aku akan rebut dia!!
Caroline pun memeluk Sunny disertai isak
tangis diantara dua wanita yang begitu mencintai Kenan.
Sunny aku tidak ingin mendengar berita
tentang Kenan yang tidak baik, dia harus bahagia!! tukas Caroline dengan terisak.
Iya aku tahu Caroline!!
“Okay, karena suasana sudah begini, ayo
kita lihat Kenan didalam!!” ajak paman Kenan.
Disebuah ruang vip dan terdapat beberapa
peralatan medis kini memenuhi kepala dan bagian tubuh lainnya.
Kenan memandang mulai memandang
sekeliling dan bibirnya mulai menorehkan senyuman kecil sambil menahan sakit
pada kepalanya.
ujar Kenan saat memandang sekelilingnya.
Kak Kenan, Sunny menghampiri Kenan dan
menyentuh punggung tangan Kenan dangan wajah yang sudah berkaca-kaca dan air
mata yang siap membanjiri pipi polosnya.
“Caroline, terimakasih atas
kesediaanmu!!”
Iya Kenan, bukan hanya aku saja yang memberimu darah, yang lain pun ada!! Hmm.. Caroline menunjukkan jari jempolnya sebagai tanda dukungan pada Kenan.
“okey Kenan, silakan berduaan dulu bersama Sunny! kami akan keluar dulu” ujar sang paman.
Iya Kenan, aku juga ingin pamit pulang,
dan besok aku akan kembali ke usa! ujar caroline.
“Okay, bye…”
Setelah para kerabat keluar dari ruangan vip tersebut, kini tinggallah Sunny bersama Kenan yang tengah terbaring lemah diranjang pasien.
“Sunny, aku minta maaf karena dihari
pertunangan kita aku harus mengalami hal ini!”
Kak Kenan! apa yang kakak bicarakan, ini
musibah dan tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi.
“Sayang!! aku minta maaf jika selama hidupku tidak membuatmu bahagia..”
Kak Kenan, jangan bicara seperti itu, kakak terbaik untukku! tukas Sunny sembari menggenggam tangan kiri Kenan.
“apakah kamu masih tetap mencintaiku
Sunny walaupun akhirnya aku harus berjalan menggunakan tongkat atau kursi roda??” tanya Kenan dengan air mata yang sudah membanjiri bantalnya.
Meskipun kakak harus duduk dikursi roda
aku akan tetap berada disisi kakak, cintaku tidak akan luntur hanya karena keadan fisik kakak nantinya. Tukas Sunny dengan lirih dan berlinangan air mata
pilu.
“Thank you so much my honey..”
Hmmpp… Sunny hanya menganggukkan
kepalanya.
“kamu perempuan yang sangat aku cintai
dalam hidupku Sunny!!”
Iya kak Kenan, kita akan berjalan bersama dalam suka dan duka…
“Iya sayang, tetaplah menjadi wanita yang selalu aku inginkan dan banggakan sekarang dan selamanya."
Ditengah keadaan Kenan yang saat ini
sedang terbaring lemah dan ada kemungkinan untuk menggunakan kursi roda entah berapa lama, tapi tak membuat Sunny berpikir untuk meninggalkannya.
Akankah cinta ini terus bersemi setelah
apa yang akan mereka lalui kedepannya…