
"Sedikit lagi kau akan mengetahui kedalaman rasa cintaku yang telah lama terpendam, tapi mengapa kesempatan itu hilang lagi. Akankah hingga akhir hidupku hanya akan terus terjebak dalam cinta dalam diam ini." Gumam Kenan setelah kegagalannya untuk mengutarakan perasaannya oada Sunny.
Kesempatan Kenan untuk mengutarakan perasaannya pun berlalu begitu saja.
“Mulai hari ini saya ingin kalian bekerja lebih giat lagi karena semua pun demi kemajuan perusahaan tempat kalian berada saat ini.”
Baik pak Jeho tapi kalau dipikir-pikir pemasukan barang dari luar negeri kenapa jadi sedikit terhambat pak?? tanya salah satu pegawai.
“ohh masalah itu akan segera ditindak lanjuti, kalian hanya cukup fokus bekerja dengan segala kemampuan kalian.”
Siap pak bos…
“Hahh… terlalu berat juga beban tanggung jawab ini.” Keluh Jeho sambil menyenderkan diri dikursi kerjanya.
Bos… apa yang harus kita lakukan sekarang?
“Iyaa saya pun sedang berpikir karena sepertinya beberapa pegawai terpaksa harus diberhentikan!!"
Diberhentikan?? bagaimana bisa bos?
“Iya Sunny… sekarang perusahaan kita sedang mengalami goncangan berat hmpp.” Jeho kembali menarik napasnya
Apa yang harus kita lakukan bos? apa yang bisa saya bantu, saya akan siap?
“tidak ada yang perlu kamu lakukan, saya hanya berharap kamu lebih profesional lagi seperti contohnya saja, kamu mau tidak mau harus berupaya untuk bergabung diperusahaan asing yang di xxx.
"Perusahaan xxx"
Suuny terdiam sejenak dan mulai menyadari sesuatu.
“Kenapa Sunny apakah kamu mampu?"
Bos apakah dengan demikian kita bisa menyelamatkan karyawan-karyawan yang ada??
“iya Sunny kemungkinan besar seperti itu!!"
Baik bos… saya kembali bekerja dulu.
Perusahaan xxx apa yang harus aku lakukan sekarang, begitu banyak pegawai yang membutuhkan pekerjaan disini!
>>>
"Baik semuanya saya sangat bangga dengan kinerja kalian, namun kita hari ini kedatangan mitra kerja yang sudah tidak perlu diragukan lagi..."
Prok prok prok…
Suara tepuk tangan mengiringi langkah seorang wanita muda saat memasuki ruangan rapat dan dia ialah…
Salam kenal semuanya, nama saya Sunny Teofanya, dan senang bisa bekerjasama dengan rekan-rekan semua.
Okay semua silakan kembali bekerja…---
Sunny yang berniat ingin menyelamatkan para pegawai kini harus kembali ke ibu kota X tempat asalnya untuk menjalin mitra kerja yang baru.
“Hallo bos… tolong tidak perlu bicarakan ini semua dengan bang Kenjo mau pun kak Kenan atau siapa pun itu..."
Aku melakukan ini demi perusahaan dan aku buktikan jika aku pun bisa melakukan sesuatu yang baik dan menguntungkan perusahaan.
"Ehh coba lihat perempuan yang baru saja bekerja disini, sepertinya cukup tangguh juga mengambil hari bos sampai-sampai dia menerima promosi--" bisik para pegawai wanita rekan kerja Sunny yang terlihat iri melihat pencapaian Sunny.
Hei suara mereka terlalu jelas dan sangat terdengar, bagaimana bisa baru saja bekerja sudah mendapat musuh hmpp sudahlah anggap saja tembok berbicara.
Sapa para pegawai dan Sunny pun terkejut saat mendengar nama tersebut.
Josep!! apa hanya kebetulan nama yang sama!! Sunny pun cukup penasaran dengan sosok Josep yang selama ini disebut-sebut para pegawai wanita.
"Permisi, yang bernama nona Sunny Teofanya, mohon untuk datang menghadap ke ruang direktur sekarang!"
Hei Sunny apa kamu mendengar apa yang dikatakan pak hrd barusan?? tukas seorang wanita yang terlihat kurang menyukai Sunny.
Ohh iaa saya mendengar! Sunny pun beranjak menuju ruang direktur.
Tok tok tok.. permisi pak..
“ya silakan masuk,” suara yang memang tak asing bagi Sunny.
Sunny melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang direktur dan terlihat seorang pria yang tengah berdiri menghadap kaca jendela gedung sembari meneguk secangkir kopi.
Sosok pria bertubuh tinggi muda dan menawan, postur tubuh yang semakin taka sing bagi Sunny.
Pria tersebut pun mulai membalikkan badan sambil tersenyum pada Sunny.
Hah! Sunny terkejut namun tetap bersikap biasa.
“Sunny tidak menyangka kita akan bekerjasama lagi sebagai mitra perusahaan,” tukas pria tersebut
Ahh iya pak direktur mohon bantuannya.
“tidak perlu sungkan Sunny, silakan duduk dulu."
Pria tersebut mengajaknya untuk duduk di sebuah sofa yang berada di dalam ruangan direktur tersebut.
Sebuah papan nama yang terpampang di atas meja direktur “Josep Lie Subrata”.
Sungguh sesuatu hal tak yang pernah Sunny duga sebelumnya bahwa ia akan bekerjasama dengan mantan kekasih yang cukup beringas tersebut.
“kamu semakin cantik saja sekarang,” puji Josep sambil menyeringai seperti biasanya.
Ahh terimaksih pak direktur!
Apa yang harus kulakukan tapi bukankah beberapa waktu lalu orang ini sudah menyadari kesalahannya! gumam Sunny dalam benaknya.
“aku akan selalu siap membantumu dan apa pun yang kamu butuhkan jangan sungkan untuk memberitahuku semuanya."
Baik pak… jadi apa yang perlu saya kerjakan sekarang?
“Ohh itu, tidak ada Sunny aku hanya merindukan wajah cantikmu,” puji Josep lagi sambil menyeringai.
Ohh baik saya pamit dulu pak! Sunny bergegas keluar dari ruangan tersebut.
Bagaimana bisa orang itu bersikap seperti itu, apakah pernyataan maaf waktu itu hanya bohong.
Sunny masih heran dengan sikap Josep terhadapnya.
Wauu baru keluar dari ruangan direktur tentunya bahagia dong… cibir para pegawai lain menyindir namun Sunny tidak mempedulikan mereka.
***