
“Aku percaya padamu bahkan sekalipun kau
berniat ingin mengkhianatiku, aku akan tetap menaruh rasa percayaku. Aku percaya akan dirimu yang merupakan sosok terindah yang telah dianugerahkan oleh sang maha kuasa, karena kepercayaan ini maka janganlah membuat dirimu menjadi seseorang yang tak kupercaya lagi.
Rasa cintaku padamu jujur dan tulus, tak peduli bagaimana masa lalumu aku telah putuskan untuk menjadikanmu seseoang yang akan menjadi teman dimasa tuaku kelak, sehingga dunia melihat bahwa cinta yang jujur dan tulus itu sungguh ada dan akan
selalu ada bagiku dan dirimu.
Setelah kejadian yang terjadi di sebuah area parkiran pada malam itu, cukup membuat Kenan merasa terbakar cemburu.
“ini bukan yang pertama Sunny!! dulu
sebelum kamu menjadi miliku, kamu selalu dikelilingi oleh para lelaki!!” Kenan
terduduk di sebuah kursi yang berada di area loby apartemen.
Iya kak Kenan, tapi percayalah! aku tidak ada memiliki hubungan apa-apa dengan kak Calvin, kami hanya sebatas rekan kerja!! tukas Sunny dengan sendu.
“Iya aku percaya padamu Sunny, dan
memang sejak beberapa tahun lalu akulah yang lebih banyak menahan luka karena
mencintaimu! aku sadar akan keberadaaku saat ini, tapi ingat kamu adalah calon
istriku!!” tegas Kenan
Aku minta maaf kak Kenan, aku tidak tahu
jika akan seperti ini!! tukas Sunny dengan lirih
“Sayang, aku sangat mencintaimu!
Aku sangat minta maaf, jika rasa cinta
dan sayangku membuatku kurang nyaman karena rasa cemburuku!!”
Tidak kak, kakak tidak perlu minta maaf!
aku yang seharusnya intropeksi diriku…
“Sayang, maaf jika aku terlalu cemburu!!”
tukas Kenan dengan wajah sendunya
Terimakasih atas kasih sayang kakak
padaku, tapi aku tidak akan mungkin sampai hati tega berbuat hal yang menyimpang dibelakang kakak!!
“aku tahu mungkin ini ujian dalam
hubungan kita, dan mungkin karena beberapa hal yang telah terjadi membuat perasaanku sedikit sensitive..” tukas Kenan sembari mengusap-usap kepala Sunny dengan lembut.
“yasudah, kamu istirahatlah sayang!!”
Baik kak, thank you…
__________________*__________________
“Argghh….
Apa yang harus aku lakukan sekarang!!
Sunny pasti akan menjaga jaraknya denganku…”
Gumam Calvin di kursi kerjanya.
“Sunny…
Calvin meraih foto masa kecilnya saat bersama Sunny di sebuah wahana bermain, bibirnya mulai terangkat dan tersenyum sendu.
“Hallo pak, tolong anda urus bagaimana
agar nona Sunny ikut serta dalam pertemuan-pertmuan selanjutnya!!”
Hmmp… Calvin menyeringai saat mengingat
sosok Sunny, si gadis cinta pertamanya di masa sekolah menengah.
Perusahaan X…
Pak Kenan, sepertinya pengahasilan
perusahaan kita semakin lama semakin menurun pak!!
“menurun?? hmpp… kenapa bisa seperti
ini??” Kenan menghela napasnya
“Perusahaan utama sudah diambil alih om
Sander, sekarang yang tersisa hanya perusahaan ini!!”
Kenan berdiri dan memandang ke luar
jendela gedung perusahaannya saat ini bekerja.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang??”
Setelah berpikir panjang, Kenan pun
merapikan tas kerjanya lalu pergi dengan menggunakan mobil fortuner miliknya.
“aku coba dulu diskusi dengan om Sander…”
Kenan menuju perusahaan miliknya dahulu yang kini diambil alih oleh pamannya.
_________________*_________________
Perusahaan utama Kenan terdahulu…
Saat tiba, Kenan mulai memandangi gedung
mewah tersebut dan dengan berat hati Kenan melangkahkan kakinya menuju kantor.
Selamat siang pak Kenan…
Sapa parapegawai lamanya dan beberapa
dari pegawai beranjak menuju arah Kenan berjalan.
Pak Kenan, kami sangat merindukan kepemimpinan bapak si sini…
Iya pak, kami lebih betah bapak yang memimpin…
Bisik-bisik para pegawai.
“Okay, saya permisi dulu…” tukas Kenan
sambil tersenyum sendu
Tok tok tok…
Silakan masuk…
“Om…” Kenan terkejut dengan apa yang ia
lihat saat itu.
Ohh Kenan… silakan masuk…
“Bro Jeho...
Ahh iya bro Kenan, kebetulan sekali yah… balas Jeho dengan sedikit canggung
Pak Sander, saya pergi dulu yah… ucap Jeho
Oh sialakan nak Jeho…
Silakan duduk Kenan… ucap sang paman
mempersilakan Kenan untuk duduk.
“maaf om, saya hanya ingin tahu
bagaimana perkembangan perusahaan ini??” tukas Kenan
Wah wah Kenan,, kamu sangat to the point
sekali yah!! sang paman terkekeh dengan nada yang sedikit angkuh.
Selama ini yah seperti yang kamu lihat, Jeho sudah ikut serta di perusahaan ini.
“Jeho!!” Kenan terkejut dan sedikit heran dengan pernyataan sang paman.
Iya Jeho, sekarang wakil direktur!! tukas sang paman
Sejak kapan om? kenapa aku baru tahu??
dan ditambah lagi dana-dana yang dijanjikan ke perusahaanku kenapa belum masuk juga??”
Nak Kenan, akhir-akhir ini perusahaan
mengalami penurunan dan Jeho menawarkan diri untuk datang kemari, yasudah om terima! lagipula kalian sudah lama bekerjasama.
“Lalu maksud semua ini apa om?
Jeho ada urusan apa lagi sampai join ke perusahaan ini bahkan tanpa sepengetahuanku!”
Kenan, maafkan om! om sangat menyesali
hal ini, tapi saat ini perusahaan sangat membutuhkan tenaga kompeten!!
“om, yang membangun perusahaan ini dari
masa-masa sulitnya itu opa! lalu aku melanjutkannya perlahan sehingga berkembang pesat! bahkan dari sejak masa kuliahku, aku sudah sibuk mengurus perusahaan ini!!
Tapi kenapa kalian bisa seenaknya mengambil keputusan tanpa sepengetahuanku!!” tukas Kenan dengan nada geram.
Kenan, lebih baik kamu tenang dulu!!
“tenang!! bagaimana mungkin aku bisa tenang om, hasil kerja kerasku diambil begitu saja!!”
Kenan tenang dulu, om bisa jelaskan
semuanya!!
“Om, kenapa om tega sekali!!
Belum cukup kah perusahaa yang selama
ini om kelola??”
Oke oke Kenan, tapi kamu juga harus tahu, Jeholah yang mengajak om dalam kerjasama dan mengambil alih hakmu! kamu ingat sudah berapa lama kerjasama kalian??”
“Jeho!!
Bagaimana mungkin!!”
Kenan om sudah pernah bilang hidup ini
kejam! dan memang om sejak awal sempat berpikir jahat tetapi om tidak akan berbuat hal seperti ini jika tanpa ada orang yang membantu!!
Kenan maaf!! sang paman menepuk bahu
Kenan.
“Baik om, terimakasih!!”
Kenan melangkah keluar dengan penuh
lirih, sebuah cambukan baginya setelah mengetahui kenyataan bahwa Jeho yang
merupakan orang kepercayaannya dan sahabat dekatnya, diam-diam telah
mempelajari berkas-berkas yang perusahaannya miliki dan kini telah berpindah
tangan.
Sepanjang perjalanan pulang, Kenan tak
mampu menahan kesedihannya.
Kenyataan hidup yang memang sangat berat
untuk Kenan jalani, kerja kerasnya sejak kuliah yaitu membantu opanya mengelola
perusahaan sehingga membuat waktu bermainnya menjadi dipenuhi dengan tumpukan berkas-berkas pekerjaan.
Namun setelah sukses mengembangkan
kesuksesan dan juga saham-saham mau pun asset lainnya, kini telah berpindah tangan kepada pamannya sendiri. Terlebih lagi Jeho orang kepercayaannya pun ikut serta dalam pengalihan tersebut.
Semua telah terjadi dan sulit untuk kembali lagi, yang harus dilakukan ialah perlahan-lahan membangun karirnya.
“Argghh…..
Jerit Kenan saat berada di ruang
kerjanya.
“Bagaimana mungkin orang-orang kepercayaanku mengkhianatiku seperti ini!!”
Drrtt… pesan masuk.
“bro, aku harap kamu masih menganggapku
sebagai rekanmu walau mungkin saat ini dan seterusnya aku bukanlah sahabatmu yang pantas. Aku bersalah dan sangat bersalah bro, tapi aku punya alasan untuk itu semua dan mungkin semua karena keegoisanku dan keserakahanku, Jeho”
Isi pesan singkat Jeho kepada Kenan, Kenan
hanya bisa menghela napas panjang dan berusaha menerima semua dengan rela hati.