I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Pengkhianatan & kepercayaan



“Aku percaya padamu bahkan sekalipun kau


berniat ingin mengkhianatiku, aku akan tetap menaruh rasa percayaku. Aku percaya akan dirimu yang merupakan sosok terindah yang telah dianugerahkan oleh sang maha kuasa, karena kepercayaan ini maka janganlah membuat dirimu menjadi seseorang yang tak kupercaya lagi.


Rasa cintaku padamu jujur dan tulus, tak peduli bagaimana masa lalumu aku telah putuskan untuk menjadikanmu seseoang yang akan menjadi teman dimasa tuaku kelak, sehingga dunia melihat bahwa cinta yang jujur dan tulus itu sungguh  ada dan akan


selalu ada bagiku dan dirimu.


Setelah kejadian yang terjadi di sebuah area parkiran pada malam itu, cukup membuat Kenan merasa terbakar cemburu.


“ini bukan yang pertama Sunny!! dulu


sebelum kamu menjadi miliku, kamu selalu dikelilingi oleh para lelaki!!” Kenan


terduduk di sebuah kursi yang berada di area loby apartemen.


Iya kak Kenan, tapi percayalah! aku tidak ada memiliki hubungan apa-apa dengan kak Calvin, kami hanya sebatas rekan kerja!! tukas Sunny dengan sendu.


“Iya aku percaya padamu Sunny, dan


memang sejak beberapa tahun lalu akulah yang lebih banyak menahan luka karena


mencintaimu! aku sadar akan keberadaaku saat ini, tapi ingat kamu adalah calon


istriku!!” tegas Kenan


Aku minta maaf kak Kenan, aku tidak tahu


jika akan seperti ini!! tukas Sunny dengan lirih


“Sayang, aku sangat mencintaimu!


Aku sangat minta maaf, jika rasa cinta


dan sayangku membuatku kurang nyaman karena rasa cemburuku!!”


Tidak kak, kakak tidak perlu minta maaf!


aku yang seharusnya intropeksi diriku…


“Sayang, maaf jika aku terlalu cemburu!!”


tukas Kenan dengan wajah sendunya


Terimakasih atas kasih sayang kakak


padaku, tapi aku tidak akan mungkin sampai hati tega berbuat hal yang menyimpang dibelakang kakak!!


“aku tahu mungkin ini ujian dalam


hubungan kita, dan mungkin karena beberapa hal yang telah terjadi membuat perasaanku sedikit sensitive..” tukas Kenan sembari mengusap-usap kepala Sunny dengan lembut.


“yasudah, kamu istirahatlah sayang!!”


Baik kak, thank you…


__________________*__________________


“Argghh….


Apa yang harus aku lakukan sekarang!!


Sunny pasti akan menjaga jaraknya denganku…”


Gumam Calvin di kursi kerjanya.


“Sunny…


Calvin meraih foto masa kecilnya saat bersama Sunny di sebuah wahana bermain, bibirnya mulai terangkat dan tersenyum sendu.


“Hallo pak, tolong anda urus bagaimana


agar nona Sunny ikut serta dalam pertemuan-pertmuan selanjutnya!!”


Hmmp… Calvin menyeringai saat mengingat


sosok Sunny, si gadis cinta pertamanya di masa sekolah menengah.


Perusahaan X…


Pak Kenan, sepertinya pengahasilan


perusahaan kita semakin lama semakin menurun pak!!


“menurun?? hmpp… kenapa bisa seperti


ini??” Kenan menghela napasnya


“Perusahaan utama sudah diambil alih om


Sander, sekarang yang tersisa hanya perusahaan ini!!”


Kenan berdiri dan memandang ke luar


jendela gedung perusahaannya saat ini bekerja.


“Apa yang harus  aku lakukan sekarang??”


Setelah berpikir panjang, Kenan pun


merapikan tas kerjanya lalu pergi dengan menggunakan mobil fortuner miliknya.


“aku coba dulu diskusi dengan om Sander…”


Kenan menuju perusahaan miliknya dahulu yang kini diambil alih oleh pamannya.


_________________*_________________


Perusahaan utama Kenan terdahulu…


Saat tiba, Kenan mulai memandangi gedung


mewah tersebut dan dengan berat hati Kenan melangkahkan kakinya menuju kantor.


Selamat siang pak Kenan…


Sapa parapegawai lamanya dan beberapa


dari pegawai beranjak menuju arah Kenan berjalan.


Pak Kenan, kami sangat merindukan kepemimpinan  bapak si sini…


Iya pak, kami lebih betah bapak yang memimpin…


Bisik-bisik para pegawai.


“Okay, saya permisi dulu…” tukas Kenan


sambil tersenyum sendu


Tok tok tok…


Silakan masuk…


“Om…” Kenan terkejut dengan apa yang ia


lihat saat itu.


Ohh Kenan… silakan masuk…


“Bro Jeho...


Ahh iya bro Kenan, kebetulan sekali yah… balas Jeho dengan sedikit canggung


Pak Sander, saya pergi dulu yah… ucap Jeho


Oh sialakan nak Jeho…


Silakan duduk Kenan… ucap sang paman


mempersilakan Kenan untuk duduk.


“maaf om, saya hanya ingin tahu


bagaimana perkembangan perusahaan ini??” tukas Kenan


Wah wah Kenan,, kamu sangat to the point


sekali yah!! sang paman terkekeh dengan nada yang sedikit angkuh.


Selama ini yah seperti yang kamu lihat, Jeho sudah ikut serta di perusahaan ini.


“Jeho!!” Kenan terkejut dan sedikit heran dengan pernyataan sang paman.


Iya Jeho, sekarang wakil direktur!! tukas sang paman


Sejak kapan om? kenapa aku baru tahu??


dan ditambah lagi dana-dana yang dijanjikan ke perusahaanku kenapa belum masuk juga??”


Nak Kenan, akhir-akhir ini perusahaan


mengalami penurunan dan Jeho menawarkan diri untuk datang kemari, yasudah om terima! lagipula kalian sudah lama bekerjasama.


“Lalu maksud semua ini apa om?


Jeho ada urusan apa lagi sampai join ke perusahaan ini bahkan tanpa sepengetahuanku!”


Kenan, maafkan om! om sangat menyesali


hal ini, tapi saat ini perusahaan sangat membutuhkan tenaga kompeten!!


“om, yang membangun perusahaan ini dari


masa-masa sulitnya itu opa! lalu aku melanjutkannya perlahan sehingga berkembang pesat! bahkan dari sejak masa kuliahku, aku sudah sibuk mengurus perusahaan ini!!


Tapi kenapa kalian bisa seenaknya mengambil keputusan tanpa sepengetahuanku!!” tukas Kenan dengan nada geram.


Kenan, lebih baik kamu tenang dulu!!


“tenang!! bagaimana mungkin aku bisa tenang om, hasil kerja kerasku diambil begitu saja!!”


Kenan tenang dulu, om bisa jelaskan


semuanya!!


“Om, kenapa om tega sekali!!


Belum cukup kah perusahaa yang selama


ini om kelola??”


Oke oke Kenan, tapi kamu juga harus tahu, Jeholah yang mengajak om dalam kerjasama dan mengambil alih hakmu! kamu ingat sudah berapa lama kerjasama kalian??”


“Jeho!!


Bagaimana mungkin!!”


Kenan om sudah pernah bilang hidup ini


kejam! dan memang om sejak awal sempat berpikir jahat tetapi om tidak akan berbuat hal seperti ini jika tanpa ada orang yang membantu!!


Kenan maaf!! sang paman menepuk bahu


Kenan.


“Baik om, terimakasih!!”


Kenan melangkah keluar dengan penuh


lirih, sebuah cambukan baginya setelah mengetahui kenyataan bahwa Jeho yang


merupakan orang kepercayaannya dan sahabat dekatnya, diam-diam telah


mempelajari berkas-berkas yang perusahaannya miliki dan kini telah berpindah


tangan.


Sepanjang perjalanan pulang, Kenan tak


mampu menahan kesedihannya.


Kenyataan hidup yang memang sangat berat


untuk Kenan jalani, kerja kerasnya sejak kuliah yaitu membantu opanya mengelola


perusahaan sehingga membuat waktu bermainnya menjadi dipenuhi dengan tumpukan berkas-berkas pekerjaan.


Namun setelah sukses mengembangkan


kesuksesan dan juga saham-saham mau pun asset lainnya, kini telah berpindah tangan kepada pamannya sendiri. Terlebih lagi Jeho orang kepercayaannya pun ikut serta dalam pengalihan tersebut.


Semua telah terjadi dan sulit untuk kembali lagi, yang harus dilakukan ialah perlahan-lahan membangun karirnya.


“Argghh…..


Jerit Kenan saat berada di ruang


kerjanya.


“Bagaimana mungkin orang-orang kepercayaanku mengkhianatiku seperti ini!!”


Drrtt… pesan masuk.


“bro, aku harap kamu masih menganggapku


sebagai rekanmu walau mungkin saat ini dan seterusnya aku bukanlah sahabatmu yang pantas. Aku bersalah dan sangat bersalah bro, tapi aku punya alasan untuk itu semua dan mungkin semua karena keegoisanku dan keserakahanku, Jeho”


Isi pesan singkat Jeho kepada Kenan, Kenan


hanya bisa menghela napas panjang dan berusaha menerima semua dengan rela hati.