I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Apakah aku sungguh kekasihmu?



Dekapan hangat dan lembut seorang kekasih yang membuat tubuhku terasa tak ingin beranjak dan melepaskan dekapan ini.


Sunny begitu terkejut dengan apa yang ia dengar dari penuturan Vita yang selama ini dianggap sebagai seorang sahabat, namun semuanya hanyalah kepalsuan.


Lontaran kata-kata penghinaan yang harus Sunny terima dari sahabatnya sungguh membuat Sunny tak menyangka akan terjadi hal seperti itu.


Ahh, kenapa kepalaku tiba-tiba sakit begini!


Sunny menepuk dahinya lalu bersandar ditembok pantry sembari meneguk secangkir teh hangat.


“Nona Sunny, kenapa terlihat pucat sekali!!”


Ahh, tidak kak! saya hanya kelelahan saja! balas Sunny yang bersikap biasa.


“Okay, tapi jika kamu kelelahan lebih baik kamu istrahat saja dulu! sejak awal masuk perusahaan ini kamu terlalu sering lembur!”


Iya kak Rafa.


“Sunny, kamu masih seperti dulu! selalu berusaha menyembunyikan sesuatu dariku. Gumam Rafa yang merupakan teman masa sekolah Sunny dan hanya terpaut usia satu tahun.


Drrrttt…


“Sunny, kuharap kamu jangan ganggu Kenan lagi!!!”


What!! Sunny begitu terkejut saat melihat layar ponselnya dan muncul pesan singkat.


Siapa ini? ohh my God!! siapa lagi ini!!


Sunny terlihat cukup penasaran dengan pengirim pesan.


Sampai jumpa semuanya…


“Sunny, kamu tidak membawa mobil?” tanya Rafa yang sedang menghampiri Sunny.


Ahh iya kak Raf, mobilku sedang diservice.


“yasudah mau pulang bersama!!” ajak Rafa yang sedang duduk di atas motor sport miliknya.


Aku sudah pesan taxi online kak!!


“Okay kalau begitu aku duluan yah, bye…”


Bye kak Rafa. Rafa pun bergegas pergi dari hadapan Sunny.


Sebuah resto Jepang.


“Permisi, kamu yang bernama Sunny!” tanya seorang wanita yang datang menghampiri Sunny .


Oh iya, saya Sunny.


“Okay.” wanita tersebut menarik sebuah kursi yang berada di hadapan Sunny.


Maaf, apakah anda yang telah mengirimkan pesan ini?


Sunny menyodorkan ponselnya kepada wanita tersebut.


“iya, itu aku!”


Wanita tersebut menjawab pertanyaan Sunny dengan cukup ketus dan juga tatapan sinisnya tak henti menatap Sunny.


Jadi, apakah ada yang perlu disampaikan?


“Hmmp, iya seperti yang sudah ku katakan sebelumnya, berhentilah mengganggu hidup Kenan!”


Mengganggu?? maksud anda apa? tukas Sunny


Okay, tapi saya pun tidak mengenal anda siapa!


“Aku Caroline, dan aku sudah kenal Kenan sejak kami mengikuti beberapa kegiatan dimasa kuliah!”


So!! intinya apa sebenarnya maksud anda nona Caroline??


“Satu tahun lalu aku dan Kenan sudah cukup dekat dan Kenan pun berjanji akan menemaniku berkeliling Indonesia saat setibanya aku di Indonesia!”


Bukankah hanya sebatas berkeliling!!


“tapi pada saat itu aku dan Kenan sudah masuk tarap serius, tapi kudengar setelah dia kembali ke Indonesia dia sibuk dengan perempuan yaitu Sunny!!


Maaf, jika sudah tidak ada yang penting saya akan bergegas pulang!! tukas Sunny.


“Yes, please jangan ganggu perkembangan hubunganku bersama Kenan!!”


Hmpp!!


Sunny pun berjalan meninggalkan meja makan tersebut dengan penuh kegundahan hati.


Kediaman Sunny.


Arghh…


Kak Kenan pun sudah mulai tidak memberiku kabar dan si Caroline ini tiba-tiba mengirimku foto selfie bersama kak Kenan.


Apa-apaan ini!!!


Sunny melemparkan ponselnya lalu membaringkan diri di atas kasur sembari memejamkan matanya untuk mengistirahatkan diri.


______________*______________


“Hei Sunny!!”


Ahh, kak Rafa!! jangan begitu!!


“hei Sunny, kamu kebiasaan sejak sekolah dulu suka melamun sendiri!”


Aku tidak melamun kak! aku hanya sedang memikirkan sesuatu!


“kamu marah Sunny?”


Hmpp, tidak sama sekali!


“hei, seberapa kesal kamu sekarang?? hanya guyonan biasa sudah membuatmu sensitive begini!!”


Sorry kak Rafa, aku sedang banyak pikiran!!


“Semua orang pun punya banyak pikiran, kalau tidak yah tak bisa berpikir dong hahaha..”


Kak Rafa!!! bentak Sunny dengan raut wajah yang terlihat marah.


Aku ingin bekerja dengan fokus, please!!


“Okay Sunny, sorry!!”


Hallo kak Kenan, sepulang kantor aku ingin bertemu dengan kakak!!


Tidak bisa? kenapa? teman lama!! siapa?? Caroline!!


Ohh silakan, nikmatilah waktu bersama kalian! aku hanya pacar tak penting!


Setelah mendengar nama Caroline, Sunny langsung menutup teleponnya dan menonaktivkan ponselnya dengan penuh kekesalan.