I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Jadilah wanitaku



“I wanna touch your heart – Vol II”


Author by Natalie Ernison


Rachelie pada akhirnya pun tidak menerima pernyataan cinta dari Jansen. Sekali pun Jansen selalu bersamanya, dan bahkan selalu berusaha menghibur hati Rachelie. Namun walau pun semikian, Jansen tak menyerah untuk terus mengejar cinta Rachelie.


“Kediaman Friska”


Sang ibu Friska terlihat begitu sibuk berkemas sedari pagi hari. Hal itu membuat Friska cukup heran.


“Apa yang mami lakukan? kenapa mami mengemaskan semua barang-barang kita?” ujar Friska dengan wajah heran.


“Kita akan pindah ke luar kota, dan memulai kehidupan yang baru.” Tukas sang ibunya, sambil terus mengemasi pakaian.


Ma! sebenarnya ada apa ini? Friska menaikan nada bicaranya.


“Friska! kita harus pergi dan memulai kehidupan yang baru. Jadi berhentilah bertanya!” bentak sang ibunya.


Aku tidak suka dengan cara mama seperti ini!


“Sudahlah Friska sudah cukup begitu banyak yang telah terjadi. Mama hanya ingin hidup dengan tenang.


Ibunya pun selesai mengemasi barang-barangnya, dan sudah memesan taksi untuk keberangkatannya.


“Mama!!’ teriak Friska. Namun ibunya tetap melanjutkan langkahnya.


Arghkk.. jerit Friska kesal, ini kini sendiri dan enggan untuk ikut dengan ibunya.


Ibunya pindah ke luar kota, sementara Friska masih saja bertahan di ibu kota tempat ia tinggal kini.


               ***


“Kantor Rachelie”


Drrttt….Axelle memanggil…


Rach: “Hallo Axelle!”


Axelle: “malam ini aku ingin mengajakmu pergi menonton film bagus, bisa?”


Rach: “Sorry, sepertinya aku sibuk!” tukas Rach yang sedang mencari-cari alasan.


Axelle: “Oke fix. Aku datang ke rumahmu malam  ini!” bip.


Ughkk.. “dasar Axelle! apa-apaan sikap itu!” gumam Rach, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sepertinya Axelle masih menyimpan rasa pada Rach. Axelle pun masih berupaya keras untuk meyakinkan hati Rach, dan menaruh rasa percaya padanya lagi.


>>


Menjelang malam, Rach baru saja menyelesaikan segala pekerjaannya. Ia pun benar-benar telah melupakan, bahwa Axelle yang akan datang berkunjung ke rumah.


Ting tong… bel rumah Rach berbunyi. “Siapa yang bertamu malam begini,” gumamnya, lalu membuka pintu.


Ketika membuka pintu, Rach cukup terkejut melihat kehadiran Axelle dan juga bersama Friska. “Axelle! Friska!” ujar Rach dengan tatapan yang cukup sinis.


“Rachelie! ada hal yang perlu aku bicarakan!” ujar Friska dengan wajah memohon.


Hmm… Rach hanya bergumam dan mempersilakan Axelle juga Friska untuk masuk.


Rachelie pun menyuguhkan beberapa minuman dan camilan.


“Rachelie, aku ingin minta maaf atas semua yang telah aku lakukan! aku salah! dan akulah yang mengganggu hubunganmu dengan Axelle!” tukas Friska sambil menggenggam tangan Rach.


“Apa maksudmu Friska!” ucap Rach heran, sambil menatap ke  arah Axelle.


“Malam itu, akulah yang memaksakan diri untuk mencium Axelle! ak-uuu.. aku sangat menyesal Rach.. aku sadar, bahwa akulah hanyalah kisah masa lalu saja..” sesal Friska, sambil menangis sedu.


“Friska! kamu…” ucap Rach sendu, ia sungguh tidak menyangka Friska akan melakukan hal itu.


“Friska, sudahlah… intinya kamu sudah mengaku semua perbuatanmu.” Tukas Axelle, menepuk bahu Friska.


Friska begitu menyesal atas semua tindakannya, terlebih lagi sang ibunya pun kini telah pergi jauh darinya.


“Terlalu banyak kecemburuanku dengan kehidupanmu Rach.. kamu sangat beruntung bisa mendapatkan segalanya dengan begitu mudah. Tapi aku! aku bahkan harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup..” lirih Friska.


“Semua orang punya persoalannya masing-masing. Aku bukanlah orang yang begitu beruntung, namun aku belajar bersyukur atas semua yang Tuhan anugerahkan dalam hidupku. Aku pun ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.” Ujar Rach sambil memeluk Friska.


Friska menangis penuh penyesalan atas semua yang ia lakukan. “Aku sangat menyesal, kini begitu banyak hal yang telah terjadi dalam hidupku. Aku akan pergi menyusul ibuku ke luar kota, kuharap kamu bahagia bersama Axelle.”


Sejenak Rach dan Axelle saling tatap. “Yah, tentu saja. Aku akan membahagiakan orang yang sangat istimewa bagiku,” tukas Axelle sambil menggenggam erat tangan Rach.


“Mari kita lupakan semua yang telah terjadi di masa lalu, dan memulai kehidupan yang jauh lebih baik lagi,” tukas Rach dengan senyuman tulusnya.


Malam  ini adalah malam yang sangat berkesan bagi Rach dan juga Axelle. Kesalah pahaman diantara mereka akhirnya terselesaikan dengan cukup baik.


               ***


Sedari pagi, Axelle terlihat begitu sibuk dengan segala urusannya. Pulang pergi ke satu tempat ke tempat lainnya, dan juga mendatangkan para EO Event organizer.


“Pi! sebenarnya apa yang sedang Axelle lakukan! kenapa banyak orang datang kemari!” ujar mami Sunny berbisik pada papi Kenan.


Hmmm… papi Kenan pun bangkit dari sofa yang saat itu ia sedang membaca koran. “Memangnya mami tidak tahu!” tukas papi Kenan sambil merangkul mami Sunny.


Mami Sunny mengernyitkan dahinya bingung. “Apa maksud papi! huhh..” keluh  mami Sunny sambil membalas pelukan papi Kenan.


“sepertinya akan ada kejutan dari jagoan kita mam,” tukas papi Kenan dengan senyuman penuh arti.


Malam pun tiba…


“Axelle! sebenarnya ada apa ini?” keluh mami Sunny, karena sedari pagi Axelle enggan untuk memberitahukan tujuannya mendatangkan para event organizer.


“Kejutan!” tukas Axelle dengan tersenyum dan mengecup pipi mami Sunny.


“Nyonya Sunny! di depan sudah ada keluarga besar pak Bahktiar.” Ujar salah seorang asisten rumah tangga kediaman family Kusuma.


Hah… mami Sunny yang terlihat cukup terkejut.


Semua keluarga Kusuma dan Bakhtiar kini telah berkumpul di sebuah ruangan tengah nan cukup luas.


“Happy anniversary ke-28 tahun papi dan mami…” ujar Axelle secara tiba menaburi berbagai macam jenis bunga wawangian.


Ohh my Lord… ucap mami Sunny sambil membekap mulutnya haru.



“Axelle… terimakasih nak..” ujar  papi Kenan yang terlihat begitu terharu.


“Selamat pak Kenan dan nyonya Sunny..” ucap pak Bahktiar beserta para anggota keluarganya.


Namun disela ucapan selamat, beberapa orang datang dengan membawakan parsel dan berbagai seserahan.


“Apa lagi ini..” ucap mami Sunny heran dengan senyuman penuh rasa penasarannya.


………


“Rachelie…” ujar Axelle sambil berlutut dihadapan seluruh keluarga besarnya.


Rachelie kebingungan dengan tindakan Axelle padanya. “Axelle! kamu sedang apa?” gumam Rach yang terlihat canggung dengan hal tersebut.


“Maukah kamu menjadi wanita special setelah mamiku?” pinta Axelle sambil membuka sebuah kotak kecil yang berisi cincin berkilau indah.



Hah… semua terperangah, dan sungguh tidak tahu akan acara tambahn seperti ini. Karena pada awalnya, Axelle hanya mengatakan ingin memberikan kejutan bagi mami Sunny juga papi Kenan.


“Ya. Aku mau..” jawab Rach dengan air mata haru bahagianya. Karena kali ini Axelle telah mengambil langkah yang cukup berani.



“Thank you my lady..”  Axelle langsung mengecup lembut punggung tangan Rach.


Semua orang bertepuk tangan, juga begitu terharu.


“Anakku sudah dewasa mam..” ujar daddy Bakhtiar, ayah Rach.


“Pap, sepertinya bakat meluluhkan hati para perempuan sudah menurun pada Axelle yah..” tukas mami Sunny sambil merangkul papi Kenan.


“Iya mami, semoga kehidupan mereka bahagia selamanya," ujar papi Kenan yang tak henti-hentinya menangis haru.



---------


Semua anggota keluarga Kusuma dan Bakhtiar terlihat begitu bahagia. Malam  ini adalah langkah awal kisah percintaan antara Axelle bersama Rachelie. Tak lama setelahnya, Axelle pun berencana ingin segera malnjutkan ke jenjang yang lebih serius. Karena keduanya pun sudah sama-sama cukup mapan, baik secara ekonomi.


Axelle Arrayan Kusuma Jr, anak semata wayang Kenan Wijaya Kusuma bersama Sunny Teofanya. Dari perjalanan awal kisah cinta mereka yang penuh dengan duka juga lika-liku. Mereka akhirnya menjadi sepasang suami istri, dengan dikarunikan seorang anak laki-laki nan tampan.


Kehidupan keluarga besar Kusuma kini cukup bahagia, walau konflik tentu saja datang silih berganti. Namun semua tentu saja dapat terselesaikan dengan adanya komunikasi yang baik.


Kejujuran dan ketulusan adalah kunci utama dalam sebuah hubungan. Karena setiap hubungan tentu saja tidak ada yang benar-benar berjalan dengan lurus. Melainkan akan permasalahan yang siap menerpa. Di saat itu terjadi, sangat dibutuhkan yang namanya sikap DEWASA dan mau memperbaiki sesuatu kea rah hal yang jauh lebih baik lagi.


                                    ***


                      ~Tamat~


             "I wanna touch your heart"


                      by Natalie Ernison


                      IG: Natalie_Ernison


                             Thank you😇