I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Bagaimana agar kau percaya?



“Cinta yang begitu sulit untuk kuperjuangkan, apakah memang harus berakhir dengan sia-sia.”


Kenan masih berusaha memperjuangkan perasaannya terhadap Sunny, walau Sunny terlihat belum membuka hatinya secara utuh.


“Sunny seandainya ada seorang lelaki yang meyatakan perasaannya padamu dengan begitu tulus, apakah kamu akan berpikir untuk menyambutnya?”


Hmpp, entahlah kak! yang aku pikiran sekarang bagaimana aku menjalani kehidupanku kedepannya.


“Ohh begitu! iya aku tahu kamu pasti masih memikirkan Adrian!!”


Kenan memandang Sunny dengan tatapan sendunya.


Kenapa kakak bahas hal yang tidak penting kak??


“itu penting!!”


Penting!! penting dari segi mana kak???


“penting untukku Sunny!!”


Maksud kakak!! ahh ini sudah cukup larut kak, aku harus pulang karena besok aku harus bekerja!! Sunny mengalihkan pembicaraan mereka.


“apa perlu aku minta supir mengantarmu!!”


Tidak perlu kak, aku naik grabcar saja!!


“tapi ini sudah larut malam, aku antar!!”


Tapi kakak harus banyak istirahat kak!! Sunny menyentuh dada Kenan dan menepuk.


Kenan hilang fokus saat Sunny menepuk dadanya, dan ingin rasa hati Kenan mendekap wanita yang berada dihadapannya tapi Kenan tetap berusaha mengendalikan dirinya.


“Sunny aku sudah sehat!!”


Tapi kakak harus banyak istirahat sekarang!! yah…


Sunny berpaling dari hadapan Kenan dengan lirih hati.


“Maaf kak Kenan, kita tidak mungkin bersatu” ucap Sunny dalam benaknya dengan penuh kepiluan.


Kenapa aku seperti ini!!


Kenapa aku tidak bisa bersama lelaki yang begitu mencintaiku dengan tulus!!


Sunny terus terisak saat mengingat Kenan, namun Sunny pun tidak bisa menerima Kenan dalam kehidupannya karena sesuatu hal.


______________*______________


“Kenapa semenjak saya pergi semua laporan begini!!!”


Maaf pak, kami sudah berusaha namun klien dari perusahaan X masih belum menerima penanaman saham kita.


“Apa-apaan ini!!!” Josep melempar setumpukan kertas ke lantai tepat di dalam ruangan direktur.


“Maaf!! kalian fikir maaf bisa membalikan keuangan perusahaan! panggil bagian admin utama!”


Admin utama kita sedang tidak hadir hari ini pak!


“Tidak hadir bagaimana?? siapa sih admin utama sekarang??”


Josep begitu geram saat memeriksa laporan keungan selama ia berada di luar negeri kurang lebih hampir satu tahun, dan posisi beberapa tenaga kerja pun terlupakannya.


Permisi pak… Sunny memasuki ruang direktur.


Josep terdiam sejenak saat melihat kedatangan Sunny.


Pak, ini admin utama kita selama beberapa bulan ini.


“Baik, kalian silakan keluar semua!”


Baik pak… para pegawai pun beranjak pergi dari ruangan direktur.


“Sunny!! kamu admin baru??” tanya Josep sambil duduk di sofa dan menyenderkan dirinya.


Iya pak Josep, saya yang selama ini membantu bagian admin keuangan selama admin utamanya sibuk ke luar kota.


“kamu tahu berapa kerugian kita Sunny, seharusnya kita mendapat income yang milyaran tapi ini hanya ratusan juta!!”


Iya pak Josep!!


“Sunny, bagaimana caranya kamu bertanggung jawab atas semua ini!!” tukas Josep sambil menyeringai.


Saya akan cek lebih detail lagi pak!! balas Sunny sambil menggenggam kemejanya.


“Ohh yah! tapi aku sedikit kecewa hari ini sehingga aku butuh penyegaran prima!!”


Apa maksud bapak??


Josep berdiri dan berjalan ke arah Sunny, sementara Sunny berjalan mundur perlahan.


Ada pak Josep?? Sunny yang terlihat gugup


“tidak apa-apa Sunny, nanti aku kirim kamu pesan! jadi silakan kembali bekerja.”


Sunny berjalan menuju meja kerjanya dengan tubuh yang gemetar. Melihat Josep yang melangkah ke arahnya membuat Sunny teringat akan kejadian beberapa waktu lalu.


Drrttt.. getaran ponsel Sunny.


“Sunny tolong atur admin dengan sebaik mungkin dan jangan membuatku terus melihatmu, jika tidak aku tidak akan bisa menahan diriku!!”


Gila!! benar-benar gila direktur satu ini. Gumam Sunny saat membaca sebuah pesan singkat Josep.


Sunny berusaha dengan tekun untuk menyelesaikan permasalahan yang ada walau berkali-kali harus menerima perlakuan yang tidak adil namun Sunny terus berjuang.