I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Nurani & prewedding



Pertemuan yang telah ibu Jeho rencanakan kini berbuah manis, walau harus melalui berbagai hal yang tak segampang membalik buku semua dapat terselesaikan. Pelahan-lahan hati Jeho mulai terketuk untuk bisa menerima kenyataan sesungguhnya.


“hmmp… perusahaan ini memang tak seharusnya menjadi milikku, dan aku memang buta karena harta…” gumam Jeho di sebuah ruangan kerjanya.


Permisi pak Jeho, apakah bapak ingin mengembalikkan hak kepemilikan perusahaan atas nama Kenan Wijaya Kusuma?? tanya seorang petugas xxxx.


“Iya betul, saya akan mengembalikan semua yang seharusnya menjadi milik aslinya.” Tukas Jeho walau dengan berat hati, ia pun harus tetap berlaku jujur atas hak kepemilikan sesungguhnya ialah Kenan.


“tolong siapkan mobil, kita akan pergi menuju perusahaan X.” Ujar Jeho sembari membawa beberapa kelengkapan berkas dan juga catatan asset perusahaan.


Sepanjang perjalanan, Jeho diliputi dengan keresahan hatinya. Bagaimana pun juga harus menjadi seorang pria sejati dan bukanlah seorang pecundang yang bertindak sesuka hati tanpa ada kerja keras.


“Perusahaan X”


Eh eh.. itu orang yang pernah membuat keributan beberapa waktu lalu kam?? iya benar, apa yang orang itu mau lakukan lai yah?? bisik-bisik para pegawa saat melihat Jeho yang baru saja turun dari mobil alphard mewah miliknya.


“Permisi, saya ingin bertemu dengan pak Kenan Kusuma??” ujar Jeho dengan nada yang jauh lebih sopan.


Sepertinya pak Kenan sedang pergi prewedd bersama calon istrinya. Ujar seorang pegawai.


“Ohh yah!! dimana??” tanya Jeho ingin tahu.


Di studio dan area xxxx…


“Thank you atas infonya,” Jeho pun bergegas menuju alamat yang di tunjukkan oleh pegawai kantor tersebut.


Pak Jeho, sepertinya suasana hati anda hari ini cukup baik?? ujar sang sekretaris kepercayaannya.


“Ahh, apakah benar begitu??” ujar Jeho denganw ajah dipenuh senyuman.


Iya betul pak, bebeapa hari ini anda terlihat sedikit berbeda…


“hahaa… iya iya, thank you..” ujar Jeho sembari memandang ke luar kaca mobil miliknya dan sedikit merenungi apa yang telah terjadi selama ini.


Setiba di area pemotretan prewedd Kenan bersama Sunny…


Pak Jeho, kita sudah sampai! ujar sang sekretaris.


Jeho melangkah menuju area pemotretan, ia mulai menorehkan senyumannya saat melihat Kenan yang tengah tersenyum bahagia saat melakukan pemotretan bersama Sunny.


“kamu memang pantas bahagia Kenan…” gumam Jeho, dan tak sadar air matanya mulai menetes haru.


“Oke, pak Kenan hasilnya cukup bagus, dan untuk percetakan undangan pun sudah kami rancang sedemikian rupa.” Ujar seorang photograph tersebut.


“baik pak, thank you guys…” Kenan meraih tangan Sunny dan melangkah menuju area parkiran.


“Kenan, Sunny!!” sapa Jeho sembari berjalan menuju Kenan bersama Sunny.


Ahhh, tadi aku ke kantormu tapi kamu tidak ada di tempat! lalu pegawai kantormu memberikanku alamat ini. Ujar Jeho dengan sedikit canggung.


“ohh begitu, yasudah ayo kita makan siang dulu,” ujar Kenan dengan tersenyum.


Kalau begitu aku numpang di mobilmu saja! ujar Jeho yang bersikap seperti awal mereka kenal beberapa tahun lalu.


“baiklah…” sementara itu mereka pun berjalan menuju sebuah resto yang berada tak jauh dari studio.


Kenan, Sunny! kali ini biar aku yang traktir!! ujar Jeho dengan wajah yang masih cukup canggung.


“Okelah…” mereka pun mulai menyantap makanan masing-masing, dan Jeho mulai membuka pembicaraan.


Kenan, sebelumnya aku minta ampun padamu atas semua kejahatan yang telah pernah aku lakukan. Aku ingin mengembalikan semua yang seharusnya menjadi milikmu. Ujar Jeho dengan wajah sendunya.


“Sudahlah Jeho, lagi pula sekarang perusahaan yang sedang ku kelola sudah cukup berkembang. Aku pun tak ingin menjadi serakah hanya karena uang.” Tukas Kenan dengan senyuman tulusnya.


Tidak Kenan, aku akan tinggal di Singapore bersama mama dan mulai mengurus bisnis dan beberapa usahaku disana. Ujar Jeho sembari mengeluarkan dokumen penting perusahaan.


Kenan ini adalah perusahaan keluarga kita dan sudah seharunya menjadi hak mu.


“Tidak Jeho, ini adalah perusahaan keluarga bukan? jadi kita akan sama-sama medapat untung dalam setiap saham mau pun keuntungan penjualan perusahaan. Jadi, lebih baik kita serahkan perusahaan ini kepada saudara almarhum opa yang juga berjasa banyak.” Ujar Kenan dengan penuh kebijaksanaan.


Jadi, perusahaa ini tetap kita kelola bersama? tanya Jeho.


“Iya Jeho, aku tidak ingin hanya karena hak waris membuat keluarga retak. Aku sudah nyaman dengan perusahaan dan juga beberapa bisnis mau pun usahaku bersama Sunny.”


Iya pak Jeho, aku bersama kak Kenan sedang membuat proyek bersama untuk masa depan kami kelak. Tukas Sunny sembari tersenyum kepada Kenan.


Kenan, aku benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa lagi! kamu sangat baik hati Kenan. Puji Jeho dengan wajah sendunya.


“Sudahlah Jeho, aku mengerti bagaimana perasaanmu saat itu, tapi semua sudah berlalu. Aku ingin memulai bahtera rumah tanggaku bersama Sunny.”


Yah, semoga kalian berbahagia selamanya Kenan, Sunny. Ujar Jeho dengan wajah yang penuh haru.


Kenan yang telah dikhianati oleh Jeho, tak sedikit pun berubah dari sifat baik dirinya. Kenan tetap menjadi dirinya sendiri ditengah segala keterpurukkannya kala itu.


Ambisi mau pun dendam masa lalu cukuplah menjadi sebuah pembelajaran berharga bagi kehidupan Jeho. Kenan pun kini telah jalan hidup barunya bersama Sunny dimasa depan.


Kejujuran dan ketulusan hati Kenan kini menjadikan dirinya lebih dewasa dalam menyikapi segala permasalahannya, tanpa ingin menyalahkan siapa pun dalam semua yang telah ia hadapi selama ini.


Sunny, yang merupakan wanita paling Kenan cintai kini benar-benar akan menjadi pendamping hidupnya…