
Sungguh sebuah perjalanan cinta yang amat rumit dan juga cukup panjang, bagi Kenan dan Sunny. Sebuah hubungan yang saling melengkapi satu sama lain, saling berpikir dewasa dalam menyelesaikan persoalan. Walau pun terkadang tak jarang terjadi kesalah pahaman antara keduanya, namun Kenan dengan sikap sebagai pria dewasa selalu berusaha memenangkan hati Sunny.
Sesuatu yang sulit didapatkan dan butuh perjuangan keras, ialah suatu hal yang akan sangat berharga dan bernilai. Sama halnya dengan cinta mau pun kasih sayang Kenan pada Sunny, tak akan pernah Sunny temui dari pria mana pun.
Sosok pria idaman para wanita, namun hanya jatuh cinta pada satu wanita. Itulah Kenan Kusuma Wijaya, yang selalu memberikan kejutan-kejutannya dalam hubungan asmaranya.
Beberapa tahun kemudian…
Axelle… cepat sini pasang baju dulu nak!!
Riuh suasana rumah dipagi hari, dengan tambahan satu orang anak laki-laki tampan.
Iya mami, tapi aku sedang merapikan buku-bukuku! balas seorang anak lelaki pada ibunya.
“Hei hei, kenapa masih pagi begini sudah ribut saja??” ujar sang ayah kepada ibu dan anak tersebut.
Ini loh pi, Axelle lama sudah sangat sibuk dengan sekolah barunya.
“Ohh yah, wahh anak papi tersayang hari ini masuk sekolah yah nak!!” ujar sang ayah mendekap ibu dan anak laki-laki tersebut, sembari memberikan sebuah kecupan penuh kasih sayang.
Arrayan Axelle Kusuma, demikian nama lengkap anak laki-laki tampan tersebut. Seorang anak lelaki yang sangat lucu, tampan tersebut merupakan buah hati dari Sunny dan Kenan.
Setelah beberapa tahun setelah menikah, Kenan membeli sebuah rumah baru yang cukup mewah dua lantai dan berada di area perumahan elit. Sebuah keluarga yang begitu harmonis, walau terkadang terjadi sebuah kesalah pahaman, keduanya tetap menyelesaikan secara tenang.
Bye bye papi, bye bye mami… lambaian tangan kecil Axelle, membuat Sunny terus tersenyum bahagia melihat pertumbuhan anak semata wayangnya.
Sekarang Axelle sudah besar yah pi.. ujar Sunny dengan wajah sendu bahagianya.
“Iya sayang, Axelle sekarang sudah makin besar saja dan waktu kita untuk bermesraan pun sudah minim,” ujar Kenan sembari mendekap mesra sang istri tercinta.
Eeeh papi kenapa begini?? ujar Sunny, saat Kenan mengangkat tubuhnya dengan mesra dan membawakan Sunny ke dalam kamar pribadi.
Aishh papi, malu ah sudah punya anak juga… ujar Sunny.
“Hmm, aku rindu mami,” ujar Kenan sembari terus bermanja pada sang istri.
Iya iya pi, jangan begini! mami mau bereskan pakaian dulu.
“Eitss, siapa yang mengijinkan mami pergi,” ujar Kenan sembari terus mendekap erat sang istri.
“Sayang, mumpun Axelle pergi ke sekolah dan menginap ke rumah oma Ester. Ayo kita bikin by kecil sayang.” Ujar Kenan dengan senyuman nakalnya lalu mengecup mesra bibir sang istri tercinta.
Papi, Axelle itu masih membutuhkan kasih sayang kita secara penuh. Mami gak mau punya baby kecil dulu!! eemmm…
Kenan tak sekali pun mendengar permintaan sang istri, justru ia semakin nakal saja.
Dasar si Kenan, mentang-mentang sudah bahagia, sampai lupa waktu kalau sekarang masih pagi.
“Sayang, malam ini kita dinner yah,” ujar Kenan sembari memeluk sang istri dengan manjanya.
Tapikan malam ini kita menyusul Axelle ke rumah oma Ester!!
“Ahh, gak mau mi… selama punya anak, kita jadi jarang kencan,” ujar Kenan dengan manjanya.
Kita kan sudah menjadi mami dan papi, jadi kita harus lebih banyak waktu untuk Axelle pi. Ujar Sunny sembari membelai wajah sang suami tercinta.
“Resto ala Korea”
“Sunny…” ujar Kenan dengan nada lembut dan senyuman tampannya begitu menawan.
Iya kak Kenan… sahut Sunny dengan wajah menahan senyuman.
“Aku rindu panggilan itu, semenjak kehadiran Axelle kita harus panggil papi mami.” Tukas Kenan sembari membelai wajah Sunny di dalam sebuah resto, seakan dunia hanya milik berdua dan yang lain ngontrak.
Kak Kenan ishh!! kita sedang berada di resto kak!! bisik Sunny dengan nada pelan, sontak membuat Kenan terkekeh merasa lucu.
“Konyol yah sayang, pokoknya malam ini kita kencan dan lembur sampai pagi.” Ujar Kenan sembari terkekeh karena tak mampu menahan tawa bahagianya.
Kak Kenan, aku sudah lelah seharian ini. Jadi aku mau langsung istrahat saja.
“Yakin sayang!! kita menginap di hotel X yah!!” ujar Kenan sembari menggenggam tangan Sunny.
“Karena aku mau kita berkencan dan lembur sayang…”
Hmpp, dasar bapak-bapak genit.
“Eist, aku kan genitnya sama istri sendiri sayang.” Ujar Kenan dengan anda bercanda.
Sedang asyiknya menikmati makan malam, ada sosok seseorang yang sedang mengamati dinner Kenan bersama Sunny.
“Kenan, Sunny!!” ujar seorang pria yang datang mengahmpiri meja makan mereka bersama seorang wanita.
Perlahan Kenan dan Sunny mengangkat kepala mereka dan memandangi sosok yang sedang datang mengampirii mereka.
“Boleh kah ikut duduk sebentar?” tanya pria bersama seorang wanita tersebut.
“Hmmp, silakan!” balas Kenan dengan nada ramahnya.
“Sorry, kalau kami mengganggu kalian, kami hanya ingin menyapa saja!!” tukas pria tersebut.
“Iya silakan saja Josep,” ujar Kenan pada pria tersebut yang ialah Josep, sosok masa lalu abu-abu Sunny.
Namun, semua hanyalah tinggal cerita kenangan masa lalu dan tak perlu untuk memendam rasa benci walau masa lalu itu cukup menyakitkan hati.
Sunny, apa kabar? ujar Vanny, yang merupakan istri dari Josep.
Baik Vanny, bagaimana denganmu? balas Sunny dengan nada ramah.
Kami baik-baik saja Sunny.
Ohh ia, kalian sudah menikah?? ujar Vanny.
“Iya, kami sudah menikah hampir lima tahun terakhir ini, dan kami sudah memiliki seorang anak laki-laki.” Tukas Kenan ditengah perbincangan mereka.
“Ohh yah!! mana anak lelaki kalian??” tukas Josep dengan raut wajah terkejutnya.
Anak kami sedang menginap di rumah mama mertuaku. Ujar Sunny menjelaskan secara singkat.
“Ohh begitu yah, selamat-selamat yah…” ujar Josep dengan wajah yang menjadi sedikit sendu, dan sesekali ia mencuri pandangannya ke arah Sunny.
“Sorry Josep, Vanny! kami harus segera pulang yah.” Ujar Kenan sembari bergegas beranjak.
“Oke bro, sampai jumpa yah…” ujar Josep sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
Setelah sempat berbincang-bincang selama beberapa menit, Kenan bergegas beranjak pergi bersama Sunny.
Selama dalam perjalanan menuju sebuah hotel tempat mereka menginap, Sunny lebih banyak berdiam diri.
“Sayang!! kamu kenapa??” ujar Kenan sembari menggenggam tangan Sunny.
Tidak kak, hanya saja terkadang jika direnungkan, waktu tak terasa begitu cepat berlalu…” ujar Sunny dengan suara pelan dan menghela napasnya.
Kenan hanya terdiam hening, seakan mengerti dengan suasana hati dna perasaan Sunny setelah bertemu dengan sosok masa lalunya.
“Hotel X berbintang”
“Mas, kami pesan satu kamar untuk satu malam hingga besok..---“ Kenan memesankan kamar special untuk merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke lima tahun.
Hahh… akhirnya bisa berbaring dengan nyaman. Ujar Sunny sembari merebahkan diri di kasur empuk milik hotel berbintang tersebut.
“Selamat hari pernikahan istriku tercinta…” ujar Kenan yang baru saja tiba dari luar kamar dengan membawakan seikat bunga segar dan memeluk sang istri tercinta.
“Terimakasih sayang, sudah menjadi istri yang luar biasa bagiku, dan menjadi seorang ibu yang hebat bagi anak kita…" ucap Kenan nada lirih dan wajah haru bahagia.
Hmpp… Sunny hanya mampu menganggukkan kepalanya, dan air mata haru bahagianya kini menghiasi suasana bahagia mereka malam itu.
Suasana haru bahagia menghiasi perjalanan kisah cinta mereka, hingga akhirnya hadir seorang anak laki-laki tampan penerus generasi Kusuma Jr.