I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Tangisan dan penyesalan yang tak berarti



“Mungkin dengan cara begini segala


penderitaanku akan berakhir, setelah kepergianku untuk selamanya aku berharap kau akan mendapatkan seseorang yang mampu menerima segala yang ada pada dirimu baik kelebihanmu mau pun kekurangmu yang sungguh menyiksaku."


Sunny yang sudah merasa putus asa dengan semua perlakuan Josep pun memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan jalan menyayat urat nadinya. Darah yang terus mengalir seakan sama dengan deraian air matanya.


Ah, ini sungguh menyakitkan namun setelah aku membuka mata mungkin aku sudah tidak berada di dunia ini lagi… Sunny menutup matanya perlahan dan kehilangan kesadarannya setelah menyayat nadinya.


Suara kericuhan yang ku dengar saat ini mengapa semakin jelas saja, dan yang terus


kudengar.


“Sunny please sadar bangun sayang, aku janji akan berubah demi masa depan kita berdua."


Kalimat it uterus terngiang dikepalaku,entah aku masih hidup ataukah aku sudah berada di dunia yang berbeda dengan orang-orang.


"Argghh… Sunny kenapa kamu melakukan ini!!!" Josep terus berteriak di depan ruangan operasi sambil manangis, seolah air mata penyesalan tersebut sungguh


menghantuinya.


"Maaf pak,, tolong jangan membuat keributan di sini, pasien sedang mengalami masa kritis mohon pengertian anda," tegas sang dokter.


“Ehh saya bayar mahal yah dok, jangan songong dehh anda pun bisa saya buat turun jabatan!!"


“Josep stop,, tenangkan dirimu Joe… Adrian mencoba menenangkan Josep yang saat itu sangat emosi.


Joe kita lebih baik doakan yang terbaik untuk Sunny, walau pun aku pun tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi tapi kita harus tenang!!"


"Arghhh hiksss… om Adrian kenapa aku begitu bodoh!! hikss hanya karena rasa cintaku pada Sunny, Sunny menjadi seperti ini.. aku ingin melihat keceriaan Sunny


seperti dulu!!"


Josep menyenderkan kepalanya di tembok


“Joe, sudah jangan salahkan dirimu, doakan saja yang terbaik oke.


Maaf dengan pak Josep selaku penanggung jawab nona Sunny!!


“iaa saya dokter, bagaimana keadaan Sunny??"


Josep beranjak dari kursi yang ia duduki sambil menyapuh air matanya.


Nona sunny telah melewati masa kritis, namun masih belum sadarkan diri, saya harap jangan membuatnya tertekan tapi usahakan agar nona Sunny merasa bahagia!!


Beberapa jam kemudian…


Sekarang pasien sudah boleh di bezuk.


Josep berjalan perlahan memasuki sebuah ruangan yang terdapat begitu banyak peralatan medis, di situ terbaringlah seorang wanita yang dipenuhi peralatan media dan juga tabung oksigen untuk membantu pasien bernapas.


 Air mata penyesalan yang kini Josep rasakan sungguh tak terbendung lagi, Josep menangis di dekat Sunny terbaring lemah, Josep memandang bagian sayatan


tersebut dengan hati yang hancur lebur.


"Hikss… kenapa seperti ini sayang!!"


Josep menggenggam tangan kanan Sunny sambil menangis sedu.


Adrian mengusap-ngusap bagian punggung dan bahu Josep seakan memberi sebuah penenangan.


 “Joe ayoo makan dulu kamu..."


Tidak om, aku masih kenyang!! ucap Josep sambil terus memandang Sunny yang masih belum sadarkan diri.


"Josep kamu belum makan dari


sejak kemarin, nanti kamu sakit siapa yang akan merawat Sunny!!"


iaa om thankyou, akj akan selalu berada disisi Sunny!!


Sunny yang telah tak sadarkan diri, semenjak di bawa ke rumah sakit kini mulai


memberikan tanda baik, Sunny pun mulai membuka matanya secara perlahan dan


mencoba memandang sekelilingnya.


Arghh.. di mana aku sekarang!! ucap Sunny heran.


“kamu sudah sadar sayang.. kamu sekarang ada di rumah sakit!!"


Kak Joe!! Sunny sentak terkejut dan menepis tangan Joe yang ingin menyentuh tangannya.


Pergi kak Joe.. aku tak ingin melihat kakak sekarang!!!


“Sunny aku minta maaf sayang!!"


Pergiiiii!! Sunny berteriak


arghhh dan rasa sakit pada lukanya pun perih akibat gerakannya saat meminta Josep pergi.


Maaf pak, pasien ingin anda keluar, lebih baik anda keluar ini demi kebaikan


pasien. Seorang suster meminta Josep untuk meninggalkan ruangan dengan


terpaksa Josep pun beranjak pergi.


Suster jangan pergi, saya mohon jangan ijinkan laki-laki itu masuk ke sini! dia itu


iblis suster...!! ucap Sunny sembari berlinangan air mata.


"Iya nona tennag saja, demi kebaikan nona kami pihak rumah sakit akan mengusahakan yang terbaik untuk anda."


“Haii bro Kenan!!"


ohh hai bro Adrian!!


"Iyaa bro, aku mau menjenguk Sunny,


kemana Sunny sekarang?"


Ahh Sunny…


"Hei bro kenapa dengan Sunny??"


"Sunny sekarang berada di rumah sakit," ucap Adrian sendu.


"Rumah sakit??? memangnya ada apa??" Kenan begitu terkejut setelah mengetahui keadaan Sunny sebenarnya.


“ada apa sebenarnya?? apa yang terjadi dengan Sunny??" Kenan seakan tak sabar lagi ingin bertemu dengan Sunny


“Astaga Sunny!!!"


Kenan begitu terkejut melihat keadaan Sunny yang terbaring lemah dengan balutan perban pada tangan kirinya dan juga berbagai peralatan medis yang memenuhi tubuhnya.


“Sunny!! apa yang terjadi padamu,, kenapa kamu bisa begini Sunny!!!" Kenan pun tak kuasa menahan air matanya dan rasa amarahnya.


“Siapa yang melakukannya?? Josep!! kamu??"


Kenan mendorong Josep sambil menarik krah bagian leher baju Josep.


Bajingannnnn!!!! apa yang kamu lakukan pada Sunny!!! hahh jawab bajingan!!!!" Sementara itu Josep hanya terdiam


“Kamu bilang kamu akan membahagiakan Sunny, tapi bukti dari omonganmu bajingan!!! busuk kamu Josep!!!"


Bukk… Kenan mendaratkan pukulannya pada wajah Josep sebanyak dua kali pukulan namun Josep hanya terdiam.


“Aku tidak terima melihat Sunny seperti ini!! o my God!!!«


“bro bro,, tolong stop bro…"


Adrian mencoba melerai pertengkaran tersebut.


"Maaf pak kalau mau berkelahi silakan keluar jangan di sini!!" tegas seorang keamanan rumah sakit.


 “aku tak akan biarkan Sunny menemuimu Josep!!!"


Josep yang mendadak menerima panggilan dari salah satu perusahaannya pun bergegas pergi untuk menyelesaikannya.


Kenan yang terbakar amarah hanya bisa menahan diri sambil duduk di samping Sunny.


“Bro aku masih ada urusan, titip Sunny yah bro… Adrian pun pergi meninggalkan Sunny bersama Kenan.


“Sunny.. kamu sudah sadar…"


Kenan menggenggam tangan Sunny dan meletakkan dipipinya.


Ahh kak Kenan.. kakak di sini dari sejak kapan? kak Adrian kemana kak??


“mereka baru saja pergi jadi aku yang akan merawatmu.


Sunny coba certitakan ada apa sebenarnya ini!!!"


 Air mata Sunny mulai berlinang tanpa henti dan mencoba menceritakan semuanya kepada Kenan, karena Kenan yang merupakan sahabat dekat dari kakak sepupu Sunny, sehingga Sunny cukup percaya kepada Kenan.


“Bajingan busuk!!" Kenan terus mengumpat sambil menahan amarahnya setelah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.


Sunny kalau kamu cerita semua sejak awal mungkin aku akan cepat bertindak.."


Kak Kenan aku tak ingin menyusahkan kakak, apalagi ini semua masalah keluargaku...!


 “cukup Sunny!! secepatnya aku akan selesaikan urusanmu dengan Josep dan aku akan mengirimmu pergi dari sini"


Kak Kenan jangan kak...!! Pinta Sunny dengan lirih


“Sunny kamu tahu bang Kenjo itu sangat baik padaku,, aku bisa seperti sekarang pun


semuanya berkat bang Kenjo!!


Kenjo merupakan kakak sepupu dari Sunny yang telah lama tak ia jumpai dikarenakan


Kenjo yang sangat sibuk mengurus bisnis di luar negeri, namun Kenjo dan Kenan


merupakan sahabat yang sangat dekat hingga suatu saat ibu dari Kenan sedang sakit keras dan tak punya biaya pengobatan. Kenjo dengan rela hati mau membantu biaya tersebut dengan menjual kendaraanya yang pada saat itu belum mengalami peningkatan ekonomi.


Bang Kenjo.. aku sudah tak pernah lagi ketemu bang Kenjo…!!!


Iaaa Sunny, aku akan melunaskan semua utang keluargamu dan nanti kamu akan bantu perusahaan kita yang ada di luar negeri, karena aku tahu potensi kamu!!"


Terus gimana dengan kakak??


“kamu tak perlu khawatir Sunny,, aku akan rahasiakan semua ini, dan kamu juga harus


putuskan semua kontakmu yah!!!"


Kenan membelai lembut kepala Sunny.


Akankah aku bisa terlepas dengan damai...


                                    ***