I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)

I Wanna Touch Your Heart (Vol 2)
Ambisi & dendam



Kesalahpahaman antara Kenan dan Sunny akhirnya terselesaikan, walau Kenan harus mengurungkan niatnya ingin membicarakan apa yang terjadi saat Kenan sedang perjalanan dinas ke luar kota.


Namun, disisi lain Jeho terus mengumpulkan rencana untuk menghancurkan hubungan Sunny bersama Kenan.


“Kenan, aku akan menghancurkanmu sehancur-hancurnya!!” gumam Jeho sembari meremas foto dirinya saat bersama Kenan di sebuah acara.


Rada benci yang mendalam kini semakin merasuk kehidupan Jeho. Hanya rasa ambisi dan dendamlah yang kini memenuhi pikiran dan perasaan Jeho. Keinginan ingin menghancurkan kehidupan Kenan semakin membara.


“Hallo, ini Denia?? hahaaha aku tahu bagaimana perasaanmu terhadap adikku!!


Ohh jelas, aku merestui kalian…---“ ujar Jeho saat sedang asyik menelpon sekaligus memprovokasi Denia.


Jeho yang dengan sengaja memanfaatkan Denia untuk menjadi tamengnya dalam menjalankan rencana. Denia, yang merupakan sekretaris sementara Kenan saat berada di luar kota.


“Perusahaan X”


Selamat siang pak Jeho, tamu anda sudah tiba. Ujar seorang pegawai bawahan Jeho.


“Oke, persilakan saja dia masuk.”


Baik pak.


Beberapa saat kemudian, Denia pun memasuki ruangan Jeho. Lekuk tubuh yang sangat terlihat seksi, dengan balutan kemeja dan juga rok yang ketat menambah keseksiannya.


Permisi pak Jehonathan… ujar Denia dari balik pintu dengan tatapan menggodanya.


“ahhh, sialan!! kenapa kakaknya pak Kenan pun tak kalah tampan, kenapa tidak aku gait saja si tampan ini…” gumam Denia dalam hati saat pertama melihat Jeho.


“Silakan masuk Denia,” Jeho mempersilakan Denia memasuki ruangannya.


Pak Jeho, saya sangat tersanjung dengan undangan bapak, saya tidak menyangka akan masuk dalam perusahaan ini.


“Iya, aku mendengar cukup banyak tentangmu! dan kamu juga menyukai adikku??” tanya Jeho dengan sambil menyeringai.


Ahh, apa maksud bapak! tidak sama sekali, aku tidak terlalu menyukai lelaki dingin seperti pak Kenan. Tukas Denia dengan raut wajahnya yang berubah menjadi kesal.


“Haahhaa… Denia, kamu itu cantik dan juga jika boleh jujur! kamu seksi dan sensual sekali,” tukas Jeho dengan menyeringai nakal.


Bapak terlalu banyak menyanjungku.


“Aku bicara sesuai fakta! jadi begini Denia. Kamu menyukai Kenan, dan aku pun menyukai Sunny tunangan Kenan.”


Apa maksud bapak sebenarnya?? bagaimana pun juga aku masih punya harga diri pak!! tukas Denia kesal.


“Ohh yah!! lalu apa ini??” Jeho menyodorkan ponselnya yang terdapat beberapa foto sensual milik Denia bersama seorang pria.


Pak Jeho!! apa yang bapak telah lakukan?? tanya Denia dengan wajah yang memucat.


“Aku bisa dapatkan apa pun yang aku inginkan dengan gampang..” tukas Jeho sembari berjalan mendekati Denia hingga tertempel di tembok.


Pak Jeho, anda jangan macam-macam! saya bisa berteriak!!


“Teriaklah, lagi pula orang-orang akan mengira, kamulah yang datang menggodaku.” Ujar Jeho sembari menempelkan telapak tangan kanannya tepat disamping kepala Denia.


Kenapa bapak melakukan ini? bu kankah pak Kenan adalah adik anda!!


“Hidup ini keras, siapa yang terkuat dialah yang menang…” Jeho mencengkramkan tangannya tepat di dagu Denia.


“Aku bisa memberikanmu kenyamanan, asalkan kamu berhasil menggoda Kenan dan membuat mereka putus!!”


Saya memang sangat menyukai pak Kenan, namun setelah mengetahui kesetiaan pak Kenan. Hal tersebut menyadarkan saya yang tak seharusnya berniat jelek!!


“Kamu tak perlu munafik!! aku sudah tahu semua tentang masa lalumu yang kelam!!” tukas Jeho dengan nada mengancam.


“Kamu mau foto-foto sensualmu kusebarkan di medsos??” ujar Jeho sembari menyodorkan kembali foto-foto sensual milik Denia.


Tolong pak Jeho, hentikan!! saya akan lakukan apa yang bapak minta, tapi saya mohon jangan sebar foto ini!! ujar Denia dengan nada memohon dengan sangat kepada Jeho.


“Oke, malam ini kita akan lakukan aksi kita!!” Jeho membelai lembut wajah Denia sembari menyeringai licik.


*


Di sebuah apartemen X…


“Kenapa Jeho mengajakku untuk pergi ke apartemen ini??” ujar Kenan yang baru saja tiba di sebuah bar X.


Mas Kenan Kusuma!! ujar seorang pria yang sedang duduk menanti kedatangan Kenan, orang yang menjadi suruhan Jeho.


“Iya dengan saya sendiri,…---“ Kenan pun bergegas menuju kamar X yang telah dijanjikan Jeho.


Tok tok tok…


Kenan mengetuk pintu apartemen, dan yang mucul ialah seorang wanita yang sedang mengenakan piyama tipis hampir transparan.


“Denia!!” ujar Kenan heran.


Pak Kenan, silakan masuk. Ujar Denia sembari merangkul Kenan.


“Ahh maaf..” Kenan menarik kembali tangannya.


“Hmmpp.. tunggu saja kamu Kenan…” gumam Denia dengan sedikit kesal.


“Kenan, adikku! akhirnya kamu datang adikku…” ujar Jeho sembari merangkul Kenan.


“Kenapa aku merasa sangat terharu, kamu tak seperti biasanya Jeho!!” tukas Kenan.


Hahaha.. bukankah hubungan kita awalnya baik-baik saja!! ujar Jeho sembari memberi kode pada Denia untuk menyuguhkan beberapa gelas wine mahal.


“Ahh maaf Jeho, aku tidak minum…” ujar Kenan menolak.


Kenan, sebagai perdamaian kita, ayolah minum!! pinta Jeho.


Kenan mulai meneguk segelas, namun Jeho terus menuangkan wine tersebut hingga Kenan mulai merasa sedikit pusing dan menyenderkan diri di sebuah sofa.


“sekarang Kenan sudah mulai tak sadarkan diri! ayo buka kemeja dan rest celananya sedikit…” bisik Jeho pada Denia.


Rasa gugup dan takut yang kini Denia rasakan saat ia mulai membuka kancing demi kancing kemeja milik Kenan. Perlahan-lahan, Denia mulai memeluk tubuh berotot milik Kenan dan menciumi bagian binir, dada Kenan. Sedangkan Jeho terus mengambil beberapa gambar dan juga video.


Sudah cukup pak Jeho!! ujar Denia yang beranjak dari sofa tempat Kenan terbaring lemas.


“Jeho, apa yang kalian lakukan!!” Kenan yang masih berjuang agar tetap sadar.


Kenan!! mulai sekarang apakah kamu masih mampu tersenyum bahagia!


*


Keesokan harinya…


Apa ini!!!! hmmp…


Sunny yang sangat terkejut saat menerima pesan masuk dari Jeho, yang berisi foto-foto mesra Kenan bersama seorang wanita.


Sunny yang baru saja menerima pesan berisikan foto Kenan, tak kuasa menahan air matanya. Sunny terus terisak dan tertunduk lemas di atas kursi dan didepan meja kerjanya.


Sepanjang hari Sunny hanya terdiam tak ingin berbicara sedikit pun. Perasaannya semakin terluka dikala mengingat sosok jujur dan tulus Kenan yang kini berubah menjadi sangat bejat.


Drrttt… ponsel Sunny yang terus bergetar “my honey calling..”


Sunny tak sedikit pun menghiraukan telpon dari sang kekasih, dan bahkan mematikan ponselnya.


Sore menjelang malam, saatnya Sunny kembali mengemaskan barangnya dan pulang ke apartemen kediamannya.


“Sunny!!” Kenan yang tiba-tiba muncul di area parkiran mobil Sunny.


“Sunny tolong dengarkan aku!! kenapa kamu begini!!”


Lepaskan aku kak Kenan! belum cukup kakak berbohong dan sekarang menjadi seorang bajingan!! tukas Sunny sembari terus melangkah menuju parkiran mobil miliknya.


“Kumohon Sunny, dengarkan penjelasanku!!”


Cukup!! aku mau pulang, aku lelah sangat lelah... Sunny mendorong Kenan, dan bergegas membuka pintu mobil dan menguncinya.


“Sunny, dengarkan aku Sunny!!” Kenan terus menggedor kaca mobil Sunny, berharap Sunny akan membukakan untuknya. Sementara itu, Sunny terus terisak saat berada didalam mobil miliknya, dan bergegas pergi.


“Arggh…


Kenan mengerang dan terlihat sangat kacau, pikiran kacau tak karuan lagi dan tak tahu apa yang harus ia jelaskan kepada Sunny.


“Sunny, jika kamu ingin tahu kebenarannya! silakan temui aku di cafe samping apartemen kediamanku!!” Jeho.


Sunny segera bergegas menuju kediman Jeho dengan lirih hati.


**


“Kamu kenapa Sunny?? maaf jika foto-foto itu mengejutkanmu. Tapi itulah kenyataannya, Kenan tak sebaik yang kamu pikirkan!!” Ujar Jeho berusaha memprovokasi Sunny.


Apakah bapak kekeh memanggilku ke sini hanya untuk membicarakan hal ini? tanya Sunny dengan sinis.


“Aku tahu ini berat untukmu Sunny, tapi percayalah aku bisa membahagiakanmu dan takkan menyia-nyiakan perempuan secantik kamu,” ujar Jeho sembari mendekati Sunny yang sedang berdiri di samping mobilnya.


“Sunny!!!” suara seorang pria memanggil Sunny, tak lain dari Kenan yang sedang terengah-engah berjalan cepat menuju area apartemen kediaman Jeho.


Apa lagi yang kakak ingin bicarakan? bukankah semua sudah berakhir kak!! ujar Sunny sendu.


“Sunny, perempuan itu hanyalah rekan kerjaku saat berada di luar kota! aku tak akan mengkhianatimu!!” ujar Kenan sembari meraih tangan Sunny.


Lepaskan!! aku saat ini tidak ingin mendengar apapun dari kakak! aku terlalu lelah dengan masa lalu, sekarang kakak pun membohongiku… tukas Sunny sembari menarik tangannya dari genggaman Kenan.


“Aku sudah pernah katakan, Kenan tak pantas untukkmu! lebih baik kamu bersamaku, aku jamin kamu akan bahagia,” tukas Jeho ditengah pertengkaran Sunny bersama Kenan.


“Jeho!! kamu sangat keterlaluan!! apa yang sudah kamu bicarakan pada Sunny!!” Kenan melangkah ke arah Jeho dan sudah tak mampu lagi menahan amarahnya.


“Kenan!! kamu sangat licik, kamu bukan hanya berhasil memanipulasi orang-orang sekitarmu dengan tampang polosmu! tapi perempuan yang sangat mencintaimu pun harus ikut terseret oleh tipuanmu!” tukas Jeho sembari menarik krah leher baju Kenan.


Pak Jeho, kak Kenan cukup!! teriakan Sunny lalu mendorong kedua kakak beradik tersebut.


“Sunny!!” Kenan barusaha ingin mengejar Sunny, namun kini Kenjo tiba dan mendekap adik semata wayangnya.


Kamu bajingan Kenan!!


Bukkk….


Sebuah pukulan menghantam wajah tampan Kenan, hanya dengan sekali pukulan sudah cukup membuat pinggir bibir Kenan mengeluarkan sedikit darah segar, akibat benturan kepalan tangan Kenjo.


“Tak kusangka kamu sama bajingannya dengan lelaki yang pernah Sunny kenal!!” ujar Kenjo sembari meraih krah leher baju Kenan.


Bukk….


Pukulan untuk kedua kalinya kini menghantam bagian samping tulang mata Kenan.


“Kamu jauhi Sunny!!!” teriak Kenjo tepat dihadapan wajah Kenan.


Kenjo, kumohon percayalah padaku!! ujar Kenan sambil meneteskan air matanya, rasa sedih pilu bercampur dalam diri Kenan. Rasa ingin menjelaskan yang sebenarnya, namun keberdaan Jeho membuatnya sulit untuk menjelaskan pada Sunny yang sebenarnya.


Sebuah kepercayaan yang selama ini ia bangun selama bertahun-tahun bersama Sunny, kini hancur sudah, yang tersisa hanyalah rasa kecewa mendalam dari dalam lubuk hati Sunny.


"Cih…rasakan kamu Kenan! dengan begini kamu akan hancur perlahan tapi pasti, perlahan aku akan merampas kebahagiaanmu…” gumam Jeho dalam benaknya,


Malam ini Jeho cukup sukses menjalankan rencana jahatnya terhadap Kenan.


Jeho dengan sengaja mempertemukan Sunny, Kenan dan juga Kenjo kakak dari Sunny. Kenjo yang merupakan sahabat dekat Kenan begitu marah saat mengetahui foto-foto sensual Kenan bersama seorang wanita, yang tak lain ialah Denia wanita suruhan Jeho.


Semua kepercayaan yang selama ini terjalan selama bertahun-tahun hancur sudah. Sunny terus terisak hingga tergugu dirangkulan sang kakaknya yaitu Kenjo.


“Kamu sangat kejam Jeho!!” ujar Kenan sembari tersungkur di area parkiran apartemen kediaman Jeho, sementara itu Sunny telah pergi bersama Kenjo.


“Hahaha… Jeho tertawa terbahak.


Kenan Kusuma! bahkan kamu tak layak menyandang nama Kusuma!!


Ini belum seberapa Kenan, dibandingkan penderitaanku bersama mama dulu.”


Jeho, kenapa hidupmu dipenuhi rasa dendam begini!! itu kesalahan orang tua kita. Ucap Kenan dengan nada lirih.


“Diam!!!... Teriak Jeho.


“Apa kamu pikir kehidupanku bersama mama nyaman setelah mengetahui papa berselingkuh dengan sekretarisnya hingga memiliki seorang anak haram yaitu kamu!!”


Jeho menarik krah leher baju Kenan yang sudah cukup berantakan, akibat perlakuan dari Kenjo beberapa saat yang lalu.


“Bahkan jika aku memukulmu pun, rasa sakit itu tidak akan mudah sembuh Kenan!!! teriak Jeho tepat dihadapan wajah tampan Kenan, wajah Kenan yang terlihat cukup memar. Memar akibat pukulan keras dari Kenjo, dan juga luka pada bagian pinggir bibirnya.


“Kenan!! kamu dan ibumu sangat tak bisa diampuni!!” Jeho mendorong tubuh lemah Kenan yang lelah seusai menerima dua kali pukulan keras Kenjo.


Jeho berjalan menuju apartemennya, meninggalkan Kenan yang tengah tersungkur di area parkiran tersebut.


Pikiran terasa sangat kacau, perasaan pun sudah tak karuan. Kenan tak mampu membendung kepiluannya. Bahkan seorang pria pun tak mampu menahan air mata disaat ada sesuatu yang sangat menyedihkan menimpa, hal tersebut pun berlaku bagi Kenan.


“Sunny… apa yang harus kulakukan sekarang!! aku sangat hancur sekarang…” gumam Kenan sembari meraih body mobilnya, berusaha terbangun dan menahan rasa sakitnya pukulan dari Kenjo.


Kenan sangat sedih dan hampir patah arah. Seorang wanita yang selama ini selalu mempercayainya, kini tak lagi ingin mendengarkan penjelasannya.


Sebagai seorang wanita yang sudah sangat mempercayai kekasihnya, sudah sangat wajar jika Sunny merasakan api cemburu yang kini kian menyala. Ditambah dengan beberapa foto bugil Denia yang tengah memanjat diatas tubuh kekar Kenan, sembari mendekap tubuh Kenan, Denia pun sambil menciumi bibir Kenan dan bagian lehernya.


Foto-foto tersebut sangat menghancurkan perasaan Sunny, dan tentunya membuat murka hati seorang Kenjo, kakak sepupu Sunny.


Akankah Kenan mampu menyelesaikan permasalahan ini dan kembali menaruhkan kepercayaan kepada orang-orang yang sangat ia cintai.