
Calvin yang sudah beberapa waktu tidak muncul, kini kembali mencoba untuk menanyakan kabar dari Sunny. Apakah ini hanya sebatas menanyakan kabar, atau memiliki maksud lain?
Aku baik-baik saja kak Calvin dan…-- Sunny membalas pesan singkat dari Calvin, dan selama beberapa saat mereka saling mengirim dan berbalas pesan whatsapp.
*Hmmpp… padahal setelah bertunangan secara resmi bersama kak Kenan, aku sudah cukup bahagia. Sekarang muncul masalah baru, apakah aku harus menyerah dengan keadaan ini? tapi aku yakin kak Kenan bukan lelaki ****! tapi saat ini aku pun sedang dilema*… gumam Sunny saat memandangi layar ponselnya yang terlihat foto selfie dirinya bersama Kenan.
“Sunny, malam ini kita aka nada pesta reunion. Apa kamu ada waktu untuk join??” tanya Rafa pada Sunny yang saat itu sedang bersandar di kursi berputarnya.
Emm, aku tidak bisa memastikan dengan jelas kak! sepertinya aku ada janji dengan seorang teman lama. Ujar Sunny dengan wajah sedikit sendunya.
“Oke, tapi aku sebenarnya sangat berharap kamu bisa hadir Sun!!” tukas Rafa sembari membalikkan diri dan melanjutkan pekerjaannya.
Iya kak Rafa, aku minta maaf yah…
“Oke…” Rafa hanya mengangkatkan tangan kanannya sembari membelakangi Sunny.
Drrtt… “Sunny, malam kita akan malam bersama mama. Pukul 19.00 aku akan menjemputmu dari apartemen,” Calvin.
Hmmpp… kak Calvin dan juga semua anggota keluarga pun selalu baik pada keluarga kami.
Saat malam tiba…
“Aku sudah di loby utama apartemenmu,” ujar Callvin saat Sunny menerima panggilan masuknya.
Oke kak Calvin, aku segera turun sekarang.
Sunny pun tiba di loby utama gedung apartemen kediamannya. Mengenakan dress berwarna biru langit, jaket denim berwarna hitam, rambut yang terikat dengan sedikit poni menutupi keningnya menambah kesan feminimnya.
Berjalan menuju arah terparkrnya mobil Honda Brio hitam milik Calvin.
“Hai!” Calvin melambaikan tangannya, sembari berdiri di samping mobil mewahnya, yang masih mengenakan baju kantor.
Mama kakak dimana?? tanya Sunny sambil memandangi isi mobil milik Calvin.
“Mama, mendadak peri arisan. Sekarang kita akan pergi bersama!!” ujar Calvin dengan senyuman tampannya.
Sungguh kehidupan yang cukup beruntung bagi Sunny, karena dikelilingi oleh pria-pria muda yang tampan dan kaya. Sunny pun tak kalah, di usianya yang kini mencapai dua puluh delapan tahun, Sunny terbilang cukup sukses dalam karirnya dan beberapa bisnis kosmetik mau pun busana yang ia jalankan.
Dari semua hasil kerja kerasnya, Sunny pun memiliki mobil Cayla, apartemen yang dibeli secara cash, wajah cantik sopan dan ramah. Siapa pun pria pasti akan tertarik dengan Sunny, dan hal tersebutlah pula yang membuat Josep begitu tergila-gila padanya.
Kita kemana kak?? tanya Sunny sembari memandangi ke arah Calvin yang sedang menyetir.
“Kita akan ke resto X. Tapi kita akan makan steak saja, karena jika makan nasi malam-malam akan mempengaruhi bodymu.” Ujar Calvin sembai terkekeh.
Kak Calvin keterlaluan yah… Sunny mencubit bagian pinggang Calvin.
“Au auu… ampun deh tak lagi Sunn…” ujar Calvin dengan wajah sumbringahnya.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, mereka pun tiba di sebuah resto yang cukup mewah.
“kamu mau makan apa pun silakan,” ujar Calvin sembari terus memandangi wajah cantik Sunny.
Iya kak, aku cukup makan satu steak dan juice buah segar.
“Baiklah…” mereka melanjutkan makan malam tersebut sembari berbincang-bincang.
“Kamu ceritakan saja padaku Sunny!!” ujar Calvin.
Baiklah kak Calvin…--- Sunny mulai menceritakan kesedihannya, namun ia tidak menceritakan secara keseluruhan detail permasalahannya.
“Oke, ini sudah cukup malam. Aku akan mengantarkanmu pulang.”
Keduanya pun beranjak pergi dari resto X tersebut.
“Apartemen kediaman Sunny”
Terimakasih atas makan malamnya kak.
“Iya Sunny, sama-sama. Tapi aku punya sesuatu hal untukmu,” ujar Calvin sembari meraih tangan Sunny.
“Jika tunanganmu telah melukai hatimu, maka aku siap menjadi orang yang akan berusaha memulihkan hatimu.” Ujar Calvin sembari menggenggam tangan Sunny.
Tidak kak Calvin, aku hanya ingin mencari sebuah kebenaran, dan bukan mencari pelampiasan. Tukas Sunny sembari menarik tangannya kembali.
“Aku mengerti Sunny, tapi tid bisakan kamu memberikanku kesempatan untuk memenangkan hatimu??” ujar Calvin dengan wajah sendunya.
Maaf, tapi aku hanya menganggap kakak sebagai saudaraku, dan aku hanya ingin mencintai satu lelaki. Tukas Sunny dengan tegas.
“Ahh aku minta maaf Sunn!! mungkin ini terlalu cepat, tapi aku akan menunggumu..” ujar Calvin dengan wajahnya yang lebih sendu.
Ini sudah cukup malam kak, ayo kita istrahat!!
“Baik Sunny, sampai jumpa.”
Malam yang indah bagi Calvin karena bisa makan berdua bersama Sunny, namun Sunny tak semudah itu berpaling hati dari Kenan dan masih berusaha mencari sebuah kebenaran.
“Perusahaan X”
“Sudah beberapa hari ini dan hampir seminggu lebih, aku belum bisa membuktikan sebuah kebenaran itu…” gumam Kenan sembari menggoyang-goyangkan kursinya dan bersandar.
Drrtt… Pak Kenan, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan.
“Denia!!” saat menerima pesan singkat tersebut, raut wajah Kenan berubah menjadi penuh amarah.
Beberapa saat kemudian…
“Apa-apaan kamu Denia, apakah kamu masih punya malu setelah apa yang kamu lakukan padaku!!” tukas Kenan terlihat sangat marah, di sebuah café X.
Pak Kenan…--- Denia menceritakan semua yang terjadi sebenarnya.
“Apa!!! Jeho memang sangat ****!!” umpat Kenan yang terlihat sangat marah.
“kamu tahu Denia! hubunganku bersama tunanganku saat ini sangat kacau bahkan aku tak punya kesempatan untuk menjelaskannya.”
Iya pak Kenan, aku pun terpaksa melakukannya! aku jujur saja menyukai bapak, tapi aku tidak setega itu menghancurkan perempuan yang begitu mencintai bapak.
“Asal kamu tahu saja Denia, jika bukan perempuan mungkin aku sudah memukulmu!!” tegas Kenan sembari mengepalkan tangannya.
Malam ini kita akan bertemu di taman X… ujar Denia sembari menyusun rencana pertemuan mereka, agar Jeho tak mencurigai mereka.
“Disisi lain kantor Sunny”
“Nona Sunny, aku adalah Denia sekretaris pak Kenan saat di luar kota….----“ Denia mengirimkan pesan yang cukup panjang berusaha untuk menaruhkan sebuah kepercayaan pada Sunny.
Apakah ini jawabanku selama ini?? gumam Sunny dengan wajah penuh haru biru dan tak sabar menunggu datangnya malam.
__________________**________________
“Apartemen kediaman Sunny”
Sunny yang mengenakan sebuah piyama biru dongker, duduk di area parkiran apartemennya.
Setelah beberapa saat kemudian, sebuh mobil fortuner tiba tepat di depan Sunny dan kemudian turunlah seorang wanita yang tak bukan ialah Denia.
Kamu!! ujar Sunny terkejut saat melihat seorang wanita keluar dari mobil tersebut. Seorang wanita yang ia tahu sebagai orang yang telah menyebabkan retaknya hubungannya bersama Kenan.
Iya, saya Denia!! Denia mencoba mengulurkan tangannya, namun Sunny menepis.
Plak…
Aku tidak akan pernah mengerti betapa jahatnya kamu, kamu yang sudah bersama kak Kenan!! Sunny memukul wajah Denia.
Nona Sunny, silakan tamparlah saya sesuka anda! tapi saya akan berusaha menjelaskan semuanya.
Denia mulai menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya saat mereka sedang berada didalam mobil.
Bagaimana mungkin kamu bisa berbuat setega itu?? kamu tahu kak Kenan adalah calon suamiku!! tukas Sunny dengan penuh amarah.
“Sunny, Denia kita sudah tiba di rumahku. Ayo kita bicarakan semua di dalam.” Ujar Kenan.
Jadi begitulah nona Sunny, aku sangat menyesal tapi aku pun tidak punya pilihan lain… ujar Denia dengan penuh penyesalan.
Kamu baru mengatakan semua setelah apa yang kami lalui, bahkan kak Kenan pun terluka secara fisik gara-gara dipukul oleh saudaraku!! kamu sangat tidak tahu malu!!! Sunny mendorong Denia hingga terjatuh.
“Sunny, tenanglah! semua sudah terjawab bukan? jadi tidak perlu berlaku kasar!!” tukas Kenan sembari menahan Sunny.
“Denia! kamu pergilah dan bawa mobilmu sendiri!!” ujar Kenan pada Denia.
Denia pun bergegas pergi dengan mengendarai mobil fortuner yang merupakan mobil miliknya.
Aku tidak habis pikir, kenapa kakak terlalu baik!! aku ingin memukul perempuan itu!!! Sunny bergegas menuju halaman rumah hendak mengejar Denia.
“Sunny! stop!! jangan lagi…” Kenan meraih tangan Sunny, sementara Denia sudah pergi dengan mobil tersebut.
Kenapa?? apa kakak sudah benar-benar menyukai perempuan itu!! teriak Sunny dengan berlinangan air mata.
“Semua sudah terjadi, tolong tenanglah sayang!! aku tidak ingin perempuan manisku berubah menjadi pemarah…” ujar Kenan sembari memeluk Sunny.
Hiks hiksss…
Sementara itu masih terus menangis, namun Kenan terus berusaha menenangkannya.
“Sayang, sudah yah! aku pun terluka, tapi percayalah semua akan indah pada waktunya,” Kenan pun membalikkan Sunny kehadapannya.
“Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun, kumohon tetaplah menjadi wanita manisku…” Kenan menarik kepala Sunny dan mengecup bibir Sunny dengan penuh kelembutan.
Malam yang penuh haru pilu didalam hubungan Kenan bersama Sunny. Setelah semua yang terjadi, kini terjawablah sudah apa yang selama ini tak terungkap.
Hubungan asmara yang penuh air mata kini menjadi sebuah kebahagiaan, selanjutnya ialah menghadapi sosok arogan Jeho.