
Suasana kamar apartemennya yang cukup berantakan akibat kemarahan yang kini ia alami. Semua terlihat kacau, barang-barang yang ada di kamar tersebut pun habis terbanting dan juga beberapa pecahan-pecahan dari sebuah bingkai foto yang terlihat dirinya bersama Adrian.
Rasa kecewa yang teramat menyakitkan baginya, perlahan-lahan Sunny merebahkan diri dan menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan yang kosong.
Keesokan harinya…
"Ahh sudah pagi ternyata.." gumam Sunny lalu mulai beranjak dari kasurnya dan bersiap-siap untuk berangkat ke tempat ia bekerja.
"Okay hari ini adalah hari baik hmpp..." ucap Sunny saat berada didepan cermin.
Sunny melatih senyumannya di depan sebuah cermin walau hatinya begitu sakit akan apa yang telah ia rasakan setelah perpisahannya bersama Adrian.
Sunny yang telah bergegas pergi pun buru-buru menuju kantor.
*
Setiba di kantor…
“Selamat pagi Sunny” sapa Jeho padanya
Pagi bos…
“Sunny kenapa wajahmu sembab begitu? tanya Jeho lalu menghampiri
Tidak ada apa-apa bos, saya mau bekerja dulu.
Kenapa wajahnya sembab begitu, apa perlu beritahu Kenan!!
Jeho mencoba memberitahukan hal tersebut pada Kenan yang selama ini selalu setia menanti kabar dari Sunny.
“bro Kenan sorry ganggu yah, tapi pagi ini nona manismu trelihat murung wjahnya juga sembab dan—
Jeho menceritakan segala hal yang telah ia lihat pagi hari ini.
Hmmpp, apa Sunny ada masalah dengan pekerjaannya atau apa pun itu.
“haii....
Jeho menyapa Sunny lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Sunny.
Kenapa bos?
“tidak ada Sunny, hanya saja akhir-akhir ini kamu sering murung."
Ahh biasa saja bos, pak Jeho saja yang mungkin salah tanggap! balas Sunny dengan wajah tersenyum
“aku ini atasanmu tapi bukan berarti kita harus menjaga jarak diantara kita, coba ceritakan yah."
Tidak ada masalah apa-apa bos, tolong jangan berpikiran yang terlalu jauh lagi, saya baik-baik saja.
Selama berbulan-bulan Sunny sebenarnya telah mengetahui foto-foto tersebut yang tak sengaja terlihat di sosial media milik teman kuliahnya, sedangkan selembaran itu telah Sunny persiapkan sebagai bukti nyata dari semua yang Adrian lakukan bersama wanita tersebut.
Satu tahun telah berlalu…
Kini semua telah berlalu begitu saja dengan berbagai kenangan suka duka yang telah terjadi.
Sudah satu tahun berlalu, tapi kak Kenan belum juga mengunjungiku hingga saat ini hmpp, menghela napas secara perlahan.
“Sunny bagaimana rasanya bekerja di sini?"
Hemm aku cukup menikmati bos!!
“iya Sunny, apa kamu tidak merindukan Kenan!!"
Lak Kenan!! tapi kak Kenan hanya terus berjanji datang tapi hingga saat ini belum jga datang kemari bos!! balas Sunny dengan wajah sendu
“Sunny sebelumnya aku harap kamu jangan membenci saya!!"
Maksud pak Jeho??
“ahh mengenai Kenan…
kak Kenan kenapa pak?? tanya Sunny yang begitu ingin tahu
“Kenan sudah hampir tiga tahun ini selalu pergi ke luar negeri kan??"
Ia betul bos, apa kak Kenan menikah??
“Kenan selama beberapa tahun ini sangat sibuk dengan semua urusan bisnis dan juga perusahaan sehingga waktu istrahatnya pun sangat sedikit."
Suatu saat Kenan jatuh sakit dan ternyata sakitnya Kenan cukup parah yang mengharuskannya untuk istrahal total, tetapi pada dasarnya dia penggila kerja sehingga sulit untuk diberikan nasihat agar memiliki waktu istrahat yang cukup.
memangnya kak Kenan sakit apa bos?? tanya Sunny semakin penasaran.
“Kenan mengindap penyakit tumor yang cukup parah!
Sakit tumor?? Sunny terkejut
“iyaa Sunny, selama satu tahun ini Kenan dirawat di RS X di luar negeri dan juga menjalankan beberapa pengobatan.
Astaga… kak Kenan!!
Sunny begitu terkejut hingga tak kuasa menahan air matanya
“Sunny saya berencana ingin menjenguk Kenan bersamamu, maaf saya baru memberitahumu karena Kenan selalu mengancam.
“setiap harinya Kenan selalu menelpon dan bertanya tentang kamu, terkadang Kenan menangis karena hingga saat ini Kenan belum bisa menahklukan hatimu."
Kak Kenan!!
“sudah Sunny, kamu fokus bekerja dulu, nanti aku akan usahan segalanya yah!!
Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya, Sunny pun bergegas pergi ke kota X bersama Jeho.
Sepanjang perjalanan Sunny begitu gelisah tak sabar menanti pertemuannya dengan Kenan.
“Sunny kita sampai” Jeho membawa Sunny ke sebuah RS X dan mereka kini menuju ruang VIP.
Sunny mulai melangkah perlahan memasuki ruangan VIP tersebut, hingga terlihat seorang pria tengah terbaring lemah dipenuhi berbagai macam peralatan medis dan terpampang sebuah papan nama yang bertuliskan “Kenan Wijaya Kusuma”
Kak Kenan!!
Sunny menghampiri tempat pembaringan pasien sambil duduk tepat di samping Kenan terbaring.
“Hai Sunny cantik..." Kenan terlihat tersenyum bahagia saat melihat kedatangan Sunny
Kak Kenan kenapa kakak tidak memberitahuku masalah sakit kakak? Sunny mulai meneteskan air matanya dihadapan Kenan sementara Jeho hanya duduk diam di samping Sunny.
“ehehehe kamu bicara apa Sunny, aku sehat nihh..."
Kak Kenan jangan begini lagi, aku rindu kakak.
Sunny menundukkan kepalanya sambil menggenggam pinggir ranjang pasien.
“sudah Sunny kita sudah bertemu kan!!"
Kenapa kakak sendiri, mana keluarga kakak?
Ahemm, Sunny kamu tadi bawa buah-buahan kesukaan Kenan kan, ayoo kita beri makan pria ini hahah.."
Jeho yang mencoba mengalihkan perhatian Sunny.
Kilas balik”
Sejak kecil Kenan hidup bersama kakek dan neneknya, dikarenakan ayah dan ibunya yang telah bercerai sejak Kenan masih balita.
Perceraian tersebut membuat Kenan tidak bisa hidup bersama kedua ayah dan ibunya, namun hingga ia remaja dan mulai bertumbuh dewasa, kedua orang tuanya tak lagi menemuinya.
Kenan hidup tanpa kasih sayang dari kedua orang tuanya layaknya anak-anak pada umumnya, namun kakek dan neneknya selalu mengajarkannya bahwa,
“Hidup ini tidak selalu berpihak pada orang-orang yang mudah patah arah namun hidup ini sesulit apa pun itu harus tetap dijalani dengan penuh senyuman”.
Kenan mulai terbiasa hidup tanpa kedua orang tuanya, tak jarang Kenan begitu iri melihat teman-teman sebayanya yang selalu mendapat pelukan mau pun ciuman kasih sayang dari kedua orang tua mereka, berbeda dengan dirinya yang hidup bersama kakek dan neneknya.
Kenan merupakan sosok pendiam sejak ia masih berada di bangku sekolah dan juga termasuk anak yang cerdas dan unggul dalam beberapa bidang, dan untuk pertama kalinya Kenan memberanikan diri mendekati seorang wanita yang ia sukai pada saat berada di masa kuliah.
Wanita tersebut ialah Sunny yang kini tengah menagis sedu dihadapannya, akankah sosok wanita yang selama ini Kenan impikan dapat ia raih.
***