
Cintailah aku bersama semua yang ada pada diriku, dan temani aku mengarungi kehidupan selanjutnya.
Perasaan haru biru kini menyelimuti ruangan pasien vip atas nama Kenan Wijaya Kusuma.
Seorang wanita yang selalu setia mendampingi proses pemulihan Kenan.
Permisi dok…
“iya silakan masuk nona Sunny.”
Sunny perlahan memasuki ruangan seorang
dokter yang selama ini membantu proses pemulihan Kenan.
Dok, bagaimana dengan kak Kenan, apakah
ada harapan pemulihan secara sempurna??
“Ahh begini nona Sunny, bukannya tidak harapan! hanya saja kecelakaan tersebut cukup parah.”
Jadi, bagaimana dok??
“untuk sementara dan entah berapa lama, pak Kenan harus menggunakan tongkat dan juga lebih bagus kursi roda.”
Sunny terdiam sejenak saat mendengar pernyataan sang dokter tersebut.
Jadi kak Kenan akan menggunakan kursi
roda dan tongkat?
“Iya betul, tapi jika disertai latihan jalan secara rutin, maka proses pemulihan akan lebih cepat walau kemungkinan
terbesarnya akan cacat.”
Cacat!! Sunny begitu terkejut mendengar
pernyataan sang dokter, namun itulah kenyataan yang harus diterimanya.
Baik dok, terimakasih…
Sunny berpaling dan melangkahkan kakinya
perlahan walau pilu hati yang kini harus ditanggungnya.
Sunny tersandar disebuah tembok rumah sakit dengan tangan yang tengah membungkam mulutnya.
Air mata yang kian deras terus membanjiri pipi polosnya.
Kak Kenan, kenapa hal ini harus terjadi pada kakak!! apa yang harus aku katakan pada kak Kenan!!
Sunny tak tega membicarakan hal yang telah ia bahas saat berada di ruangan dokter spesialis tersebut.
Kak Kenan, besok kakak sudah bisa keluar
dari rumah sakit!!
“okay, thank you honey…” balas Kenan dengan penuh senyuman.
Keesokan harinya…
“Pak Kenan tolong minum secara rutin dan
juga diserta terapi akan lebih bagus."
Baik pak dokter, terimakasih untuk semuanya. Ujar Sunny sembari mendorongkan kursi roda Kenan ke arah loby.
_________________*________________
Kediaman Kenan…
Selamat datang kembali pak Kenan…
Sambut para rekan kerja Kenan dan juga beberapa orang kepercayaannya.
“iya terimakasih atas sambutannya, saya
akan segera beristirahat.”
Wahh, nona Sunny sungguh setia dan sabar
yah mendampingi pak Kenan!!
Pak Kenan pun beruntung mendapatkan
perempuan yang tulus padanya… bisik para asisten dan para pegawai yang bergegas
pergi dari kediaman Kenan.
Kak Kenan mau buah? biar aku siapkan!!
“iya sayang, thank you..”
Sejak kepulangan Kenan dari rumah sakit, kini Sunnylah yang mengurus segala hal yang bersangkutan dengan proses pemulihannya dengan setia dan sabar.
Hallo pak, iya pak saya akan terlambat datang karena ada sedikit urusan okay…
Hmmp, mulai besok kau harus lembur tapi
bagaimana dengan kak Kenan!!
Sebuah tanggung yang harus dilakukan secara profesional, akan tetapi beban batin Sunny yang tak tega meninggalkan
Kenan.
__________________**_________________
“Sunny, kenapa akhir-akhir ini kinerjamu
berkurang??” tanya sang atasan.
Maaf pak, saya harus merawat seseorang,
jadi saya harus stay disana.
“saya tidak mau tahu urusan pribadimu
Sunny, tapi tolong kamu bekerjalah secara
profesional!” tegas sang atasan.
Selama berminggu-minggu Sunny harus
lembur menyelesaikan laporan tutup buku kantor tempat ia bekerja saat ini, sehingga waktu untuk menemui Kenan pun cukup berkurang dan tersita oleh pekerjaannya.
“Sunny, kamu sudah cukup lelah hari ini!
ayo biar kuajak ke resto dulu..” ajak Rafa.
Okay kak, kebetulan hari ini aku lemas banget!!
“iya Sunny, kamu lembur terus!!.”
Arghh… segar banget kak!!
“Iya Sunny, syukurlah kalau begitu…”
Thank you yah Rafa atas traktirannya…
“Sekarang kamu mau belanja apa lagi??”
tanya Rafa.
Ohh, sudah cukup kak hehe, aku mau balik
saja!!!
“Sipp, biar aku antar kamu yah…”
Sepulang pergi bersama Rafa, sunny pun
bergegas pergi ke kediaman Kenan.
Hallo,, kak Kenan sedang apa bi??
Nak Kenan sedang menikmati makanannya
dan juga menunggu nona Sunny.
Hmpp, kenapa melamun kak?? Sunny yang
datang menghampiri Kenan sembari memberikan pelukannya dari arah belakang.
“emm kamu sudah pulang kerja??”
Iya kak, malam ini aku bisa menginap disini.
“oh yahh.. bagaimana jalan-jalan bersama
rekan kerjamu seharian ini??” tanya Kenan dengan nada datar.
Ohh kak Rafa, ia kami tadi makan dan juga jalan ke mall sebentar.
“Hmm, bahagia!!” tanya Kenan lagi
Eemm, dia sahabatku kak!! jwab Sunny tanpa mencurigai maksud dari pertanyaan Kenan.
“Sunny, jujur aku tidak suka kalau kamu terlalu sering bersama lelaki lain!!”
Tapi kak Rafa, sahabatku…
“iya Sunny, tapi aku pacarmu dan tunanganmu jika tidak terjadi musibah kemaren!!”
Maaf kak Kenan, aku tidak akan dekat-dekat kak Rafa lagi…
“tidak Sunny, aku tidak bermaksud mengekangmu, aku hanya cemburu..”
Cemburu?? tanya Sunny heran
Tidak kak, tapi kakak tidak pernah seperti ini sebelumnya, kenapa sekarang jadi suka curiga?
“Sunny, aku sekarang hanya lelaki lemah yang berjalan menggunakan kursi roda dan juga tongkat! jadi, bisa saja kamu mulai merasa bosan denganku!!” tukas Kenan
Kenapa bicara seperti ini??
“silakan keluar Sunny, biar bibi saja yang membantuku, kamu tidak perlu repot, lagi pula kamu baru saja pulang kerja!” Kenan pun menekan tombol yang ada pada kursi rodanya dan berbalik dari hadapan Sunny, tanpa menoleh.
Bibi, ingin memberi makanan untuk kak Kenan?? tanya Sunny yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
Iya non, nak Kenan bilang bibi saja yang
membantunya dan nona bisa pulang.
Kak Kenan sekarang menjadi lebih sensitive,
tapi dulu kak Kenan tidak pernah bertingkah seperti ini bahkan Rafa adalah sahabatku!!
Semenjak kecelakaan tersebut Kenan menjadi sosok pria yang lebih banyak diam dan menghabiskan waktunya diruang kerja. Keadaan fisiknya yang saat ini tidak sempurna seperti sedia kala pun membuat dirinya lebih sensitive akan berbagai hal terutama rasa sayangnya pada Sunny.
________________**________________
Pi, sekarang Kenan keadaannya seperti
itu! jadi akan mudah bagi kita untuk mengambil alih perusahaannya.
“Hmmp ia mam, selama ini hanya keluarga
kita yang selalu memperhatikannya tetapi mendiang mami papi terlalu menyayangi
si Kenan itu, jadi semua perusahaan terlalu banyak berada dibawah kendalinya.”
Iya pi, seharusnya papi juga termasuk pewaris kan! apakah kita singkirkan saja pi! lagi pula sat ini Kenan tidak dapat berbuat banyak, jadi papi bisa masuk ke perusahaannya!
“Iya mam, besok kita akan lakukan pekerjaan kita!!” tukas paman Kenan dengan senyum liciknya.
Beberapa bulan kemudian…
“Selamat pagi semua…” sapa Kenan saat
tiba dikantornya.
Se selamat pagi pak…
“Hmmp, kenapa kalian seperti itu??”
tanya Kenan heran.
Ahh maaf pak Kenan, sekarang posisi direktur sudah diambil alih oleh pak Sander Kusuma.
Pak Sander Kusuma!! bagaimana bisa??” Kenan bergegas menuju ruang direktur.
Pak,, aishh… saya pun bingung harus
seperti apa, akhirnya pak Kenan kembali ke kantor ini…
Iya betul, jangan-jangan big bos muda kita tidak tahu kalau perusahaan sudah pindah kepemilikan!! riuh para pegawai kantor saat melihat kedatangan Kenan.
Di ruang direktur utama perusahaan X.
“Permisi om,” Kenan yang tiba di ruangan
dahulunya.
Ohh Kenan, sudah sembuh!! mari duduk.
Sambut sang paman dengan sikap yang sedikit berbeda.
“Om, apa maksd dari semua ini? kenapa om
sekarang menjabat sebagai direktur??” tegas Kenan dengan raut wajah yang cukup geram.
Hahaa, Kenan Kenan!! kamu ingat sudah berapa lama kamu cuti? sudah lebih dari satu tahun Kenan hingga akhirnya kamu kembali.
“maksud om apa??”
Kenan beberapa bulan lalu perusahaan ini
terjadi goncangan, jadi om berinisiatif untuk mengambil alih, yahhh melihat keadaanmu yang hanya duduk dikursi roda! om prihatin.
“bagaimana bisa om melakukan semua ini
tanpa persetujuanku!!” tukas Kenan dengan begitu geram.
Kenan!! sang paman menepuk pundak Kenan.
Maaf, tapi ketahuilah dunia ini sedikit kejam dan siapa yang kuat dialah yang berkuasa!! sekarang kamu menjadi manager! itu pun sudah sangat bagus dibandingkan kamu turun menjadi pegawai biasa!!!
Kenan mengepalkan tangannya hingga
membuat kepalan tersbeut bergetar menahan amarah yang saat ini sangat ingin Kenan ungkapkan, namun semua sudah terjadi.
“om, apakah om tahu bagaimana usahaku
untuk mempertahankan perusahaan ini!! tapi om hanya secepat membalik buku mengambil alih hak ini!!” tukas Kenan dengan nada bergetar menahan emosi.
Kenan Wijaya Kusuma!! aku om sedarahmu,
Sander Kusuma masih beruntung perusahaan ini jatuh ketanganku! sudahlah kamu boleh bekerja kembali.
“Om, apakah belum cukup beberapa perusahaan yang om kelola selama ini? kenapa harus bagianku om habiskan juga!!”
Kenan!! om mu ini sangat sibuk sekarang!!
Kenan pun membalikkan diri dan keluar
dari ruangan direktur dengan tertatih menahan emosinya. Para pegawai yang
menyangkiskan saat Kenan keluar pun begitu prihatin dengan apa yang saat ini terjadi.
Kenan Wijaya Kusuma, maafkan aku!! tapi
dengan begini kamu tidak bisa lagi menjadi ahli waris utama Kusuma Family!! gumam sang paman dengan menyeringai licik.
________________***________________
Sepanjang hari Kenan terlihat begitu lesu, dan pertunangannya pun tak kunjung terlaksanakan.
“Argghh…. sialan….” jerit Kenan sambil menyingkirkan barang-barang yang ada dimeja kerjanya.
Permisi bi, kak Kenan ada? Sunny yang baru saja tiba.
Ah itu, nak Kenan sepertinya sdang kacau setelah kembali dari kantor!!
Okay thank you bi.. Sunny bergegas menuju ruang keja Kenan yang ada di lantai dua.
Saat memasuki ruang kerja Kenan, terlihat begitu berantakan dengan kertas kertas mau pun barang yang berserakan. Kenan yang sedang dilanda amarah hanya bisa terduduk kaku dikursi kerjanya.
Sunny perlahan melangkah tanpa bicara
dan berusaha meraih kedua tangan Kenan dengan lembut.
Kak Kenan, apa yang terjadi?? tanya Sunny prihatin.
“Sunny sejak kapan kamu tiba??” tanya
Kenan dengan wajah sendu.
Iya aku menerima info dari orang kepercayaan kakak, kalau kakak ada masalah di kantor. Kenapa sayang, ceritalah!!
“Sayang!” Kenan meraih Sunny dan mendekap Sunny hingga duduk dipangkuannya.
Iya kak Kenan! balas Sunny sambil membelai lembut wajah Kenan yang saat ini begitu sedih dan Kenan mulai menceritakan segala yang terjadi.
Okay, sekarang kakak tenang dulu! aku
tidak bisa berbuat banyak namun aku tidak ingin melihat kakak seperti ini! mungkin sulit kak tapi percayalah semua kerja keras kakak pasti tidak akan sia-sia dan ini mungkin ujian untuk kakak bisa naik level.
“Iya sayang, sekarang aku hancur!!” tukas Kenan sembari mengecup tangan Sunny.
Kakak tidak hancur, tapi kita berusaha memandang dari sudut pandang yang positif, jika om kakak tidak mengambil alih mungkin kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
“aku pun sejujurnya tidak terima, tapi selama pemulihanku selama satu tahun lebih sangat wajar jika prusahaan menjadi goyah tanpa pimpinan!”
“Hmm, sekarang aku sudah tidak seperti
dulu Sunny, bahkan aku sudah ambil alih perusahaan cabang dan merelakan perusahaan utama pada om, karena setelah melihat keuangan sudah banyak habis
untuk biaya proses pemulihanku dan inilah mungkin yang harus aku terima."
Iya kak Kenan, apa pun yang tarjadi jangan menjadi seperti ini! kumohon kakak tetap menjadi lelaki terbaikku yang penuh sabar dan kasih. Sunny mendekap kepala Kenan lalu menepuk punggung Kenan dengan lembut.
“apakah kamu masih mau menjadi istriku
walau aku sekarang tidak seperti Kenan yang dulu adalah seorang direktur??”
Kenapa kakak bicara seperti itu, kakak
tetaplah kak Kenan yang kukenal! tidak ada yang berubah dari perasaanku.
“thank you honey, dan mungkin rumah ini
pun harus diambil bank dan aku harus pindah ke rumah yang lebih mini!!”
Yah kak tidak menjadi masalah, aku akan
selalu mendampingi kakak bahkan disaat kakak terjatuh sekali pun!! Sunny mendekap erat tubuh Kenan dengan isak tangis pilunya.
Sosok wanita yang kuat dan selalu setia mendampingi Kenan disaat Kenan terjatuh dari segala aset mau pun saham yang selama ini ia miliki. Kenan pun merupakan sosok pria yang selalu setia mendampingi Sunny dari kejatuhan Sunny saat bersama Josep dan Adrian, Kenan dengan tulus mengulurkan tangannya untuk meraih Sunny.
Aku mencintaimu dengan semua yang kau
miliki bahkan jika kau terjatuh sekali pun, aku ingin terus menjadi sosok pendamping setia yang selalu tulus mencintaimu…