Dark Memory

Dark Memory
Rahasia Kirana



"Mana sih, kok gak ada?!" gerutu Lia.


Lia tengah berada di gudang, bahkan dirinya sidah beberapa kali bersin akibat debu yang bersarang di sana..


"Pasti udah hilang," lirih Lia.


Akhirnya Lia keluar dari gudang, dia berniat ingin kembali ke kamarnya. Namun, netranya menatap Kirana yang tengah terbengong dan menangis sambil melihat lantai bawah.


"Bunda," panggil Lia.


Kirana terkejut, dia dengan cepat mengusap air matanya. Dia menoleh menatap Lia yang sedang menatapnya bingung.


"Bunda kenapa?" tanya Lia.


"Gak bunda gak papa," jawab Kirana.


"Bunda bisa kok cerita sama Lia, kan Lia anaknya bunda juga," ujar Lia.


Kirana menggeleng sembari tersenyum, dia menatap Lia meyakinkan jika dirinya tidak apa-apa.


"Gak papa, kamu temuin Ezra gih. Dari tadi dia cari kamu," ujar Kirana.


"Yaudah deh, kalau gitu Lia pergi dulu bun," pamit Lia.


Setelah kepergian Lia, Kirana kembali termenung. Air matanya kembali turun bersamaan dengan kepergian Lia.


"Jika kalian tahu, pasti kalian akan membenciku. Karena akulah selingkuhan dari Zidan,"


Suasana tiba-tiba mencekam, Kirana tidak tau jika tepat di balik dinding ada seseorang yang baru saja akan menghampirinya. Namun, ketika melihat Kirana dan Lia dia mengurungkan niatannya.


Sementara Kirana menghapus air matanya, dia pergi dari sana yang mana membuat orang tersebut keluar yang ternyata adalah Lio.


"Wow, amazing. Ezra mengganti identitasnya, setelah muncul dia memiliki ibu baru yaitu tante Kirana. Aku kira dia wanita yang sangat baik, tak ku sangka dia tak jauh berbeda dengan pelakor,"


"Memang mommyku yang terbaik," gumam Lio.


Sedangkan Lia yang sudah menghampiri Ezra, ternyata pria itu mencarinya karena mengajaknya pulang.


"Kenapa.terburu-buru, bukankah kita akan menginap?" heran Lia.


"kalau kamu mau disini gak papa, aku mau pulang. Sekarang ini daddy lagi marah, aku tak ingin membuat suasana keluarga rusak karena ku. Lebih baik aku berikan daddy waktu untuk memaafkan ku," ujar Ezra


"Astaga kakak, gak usah kayak anak kecil deh!" kesal Lia.


"Terserah kamu, aku pulang dulu yah. Nanti kalau kamu mau nginap gak papa, ayah bunda juga kan disini," ujar Ezra.


Lia mengangguk lesu, dia sangat merindukan keluarganya. Tapi Ezra malah membuatnya dilema.


"Tak apa, aku pulang yah," ujar Ezra dan mengecup kening Lia.


Lia mengangguk lesu, dia mengantar suaminya sampai di depan mansion.


"Udah jangan nangis, besok juga ketemu lagi. Aku tahu kamu masih kangen sama mereka, dah yah aku pulang,"


Lia mengangguk, dia melambaikan tangan ketika Ezra mulai melajukan motornya.


"Haah ... kak Ezra pulang," lirih Lia.


Lia berbalik, dia masuk ke dalam mansion dengan wajah lesu.


"Kak Lia kenapa?' tanya Aurora.


"Kak Ezra pulang, " lirih Lia.


Aurora terkekeh, dia mendekati Lia dan membawanya menuju sofa.


"Tentu saja dia pulang, daddy menyuruhnya pulang dan mengancamnya," adu Aurora.


"APA?!" kaget Lia.


"Iya, tadi itu ...,"


Flashback on.


Aurora akan memanggil daddynya karena Ravin menangis, tapi secara mengejutkan Alden tengah memarahi Ezra.


"Pokoknya saya tidak mau tahu, pulang sekarang! atau Lia disini selama sebulan dan aku tidak boleh menemuinya," ancam Alden.


"Lia istriku, kau tak memiliki hak!" tak terima Ezra.


"Mau atau tidak?!" kesal Alden.


Ezra menatap Alden kesal, dengan pasrah dia mengangguk yang mana membuat Alden tersenyum puas.


Flashback Off.


"Jadi ... daddy yang nyuruh kak Ezra pulang?" tanya Lia dengan wajah terkejutnya.


Lia segera bangkit dari duduknya, dia mencari sang daddy yang ternyata ada di ruang makan dengan yang lain sedang menikmati duren.


"Daddy nyuruh kak Ezra pulang?" tanya Lia dengan wajah kesalnya.


"Ck, kalau gak di suruh pulang dia gak mau pulang!" sentak Alden.


"Kamu gak lihat kita lagi pesta durian?" heran Alden.


"Terus?" bingung Lia.


"SUAMI KAMU GAK BISA NYIUM BAU DURIAN PUTRIKU SAYAAAANGG. MAKANYA DADDY SURUH PULANG!" kesal Alden.


Lia terdiam, kemudian dia terkekeh sambil menggaruk pelipisnya.


"Hehe lupa dad, baguslah,"


Pasalnya Ezra tak bisa mencium aroma durian sedikit pun, jika dia merasakan Aroma durian Ezra langsung mual-mual dan bahkan bisa jatuh sakit.


"Yasudah deh, Lia ke taman belakang duku yah. Mau liat Cia," ujar Lia.


"Ck, yang satu gak enakan yang satu gengsian. Emang menantu dan mertua yang saling melengkapi!" gerutu Lia sepanjang jalannya.


***


Saat ini Ezra telah sampai mansionnya, doa sudah di kamar nya dan sedang merebahkan dirinya di kasur miliknya.


"Huh, lebih pada gak ketemu istri sebulan mending sehari kan?" gumam Ezra.


Brugh!


Ezra terkejut mendengar suara bunyi barang jatuh, dia menoleh dan terkekeh ternyata itu koper Lia. Mungkin karena mereka menaruhnya tidak benar jadi terjatuh.


"Hais ... aku lupa membereskan koper," gumam Ezra.


Ezra bangun dari rebahannya, dia berdiri dan mendekati koper itu. Dia segera menarik koper Lia dan dirinya menuju lemari.


"Banyak banget lagi," gumam Ezra.


Ezra langsung merapihkan pakaiannya terlebih dahulu, dia menyisakan ruang untuk baju istrinya.


"Nah, sekarang tinggal koper Lia aja," gumam Ezra.


Ezra mengambil koper Lia dia langsung membukanya dan mengambil beberapa baju untuk di pindahkan ke dalam lemari.


Saat sudah selesai semua, kini tinggal daleman Lia saja yang mana membuat Ezra terkekeh.


"Lia gak marah kali yah, lagi pula gue udah liat semuanya," kekeh Ezra.


Ezra merapihkan barang Lia hingga kini koper Lia sudah kosong. Setelah itu Ezra mendirikan koper Lia tapi dia lupa menutupnya.


TAK!


"Eh, apa tuh?" gumam Ezra.


Ezra terkejut melihat kotak yang terjatuh dari koper Lia, dia kembali duduk dan mengambil kotak tersebut.


"Ini punya Lia?" gumam Ezra.


Ezra meneliti kotak tersebut, tapi dia terdiam setelah menyadari sesuatu.


"Ini kan ... ini kotak yang pernah ada di mimpi gue terus gue lukis itu kan?"kejut Ezra.


Selama Ezra hilang ingatan, dia selalu mendapat memory yang tak terbaca. Dia hanya melihat sebuah barang, atau irang yang sangat singkat. Sehingga dirinya harus melukisnya guna mengingatnya.


Ezra berusaha membuka kotak tersebut, tapi sayang kotak tersebut sulit terbuka.


" Kuncinya mana sih!" gerutu Ezra.


Saat Ezra tengah asik mengotak atik, secara tiba-tiba kalungnya putus. Ezra terkejut, dia menatap kalungnya yang malang itu.


"Yah putus ...," lirih Ezra.


ERa menghela nafasnya pelan, dia akan menaruh kalung itu di samping. Namun, dia urungkan karena melihat bandul kalungnya.


"Tunggu!" seru Ezra.


Ezra mengarahkan kalung berbandul kunci kecil itu pada kotak tersebut, dia berusaha membuka kotak tersebut dengan bandulnya.


TAK!


"HAh ... akhirnya kebuka juga," lega Ezra.


Ezra membukanya, dia mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah boneka yang tampak usang.


"Apaan nih, gue kira harta karun gitu. Lia ngapain sih nyimpen begini!" kesal Ezra.


Ezra melempar boneka itu, dia bahkan tak melihat jika ada sesuatu di dalam boneka tersebut terlihat dari perut boneka itu yang di jahit.


"Hah ... malam tanpa istri terasa hampa," gerutu Ezra.



boneka Lia.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN HADIAHNYA YAH❤❤❤.