Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 99 Si Kembar Hilang



Pagi hari Cyrano dan Cyrille memeluk Sean erat seolah tak mau lepas juga berpisah darinya setelah perdebatan yang cukup panjang antara Sean dan Austin karena Sean mau membawa si kembar ke Paris beberapa hari saja, namun sudah dipastikan Austin tak mengizinkannya.


“Daddy janji akan kembali bersama kalian.” Sean menggendong Cyrano dan Cyrille bergantian juga mencium mereka.


“Daddy kami berangkat sekolah dulu.” pamit si kembar setelah Sean menurunkannya.


Alexa segera menghampiri Sean setelah mengantar si kembar ke depan. “Aku akan menemani mu ke bandara sekarang.”


Ia melangkah keluar bersama Sean yang menggenggam tangannya.


“Ingat jangan sekali - kali kau kembali dengan membawa Cyrille atau Cyrano pergi dari sini.” ucap Austin dari belakang memperingatkan Sean.


Sean yang sudah mereda amarahnya kembali tersulut mendengar ucapan Austin barusan.


“Kau ini sungguh terlalu ! Apa hak mu melarang ku membawa anak ku pergi ?!” ia berhenti dan lebay juga bermaksud akan membuat perhitungan dengan pria itu.


“Sudah Sean, Sudah.” namun Alexa segera menghentikan dan menarik pria itu pergi dari sana sebelum percekcokan kembali terjadi.


Jika bukan karena Alexa, Sean pasti sudah menghajar Austin tak peduli pada status pria itu yang merupakan mertua nya.


Alexa sudah berada di mobil bersama Sean menuju ke airport.


“Alexa kau ikutlah dengan ku ke Paris selama beberapa hari saja.” ucap Sean di tengah jalan. Sungguh ia tak rela pulang sendirian apalagi setelah beberapa kali menyentuh Alexa yang membuatnya enggan untuk pulang.


“Kau tahu sendiri tak mudah bagi ku pergi begitu saja dari rumah. Kau tahu ayah seperti apa ?” Alexa sendiri juga tak berdaya di saat ia harus tinggal di sana sementara hatinya bilang ingin tetap bersama Sean kemanapun dia pergi.


“Ya, aku akan selesaikan satu per satu masalah kita.” Sean menarik nafas berat karena tentunya masalahnya bukan dengan Austin saja, tapi dengan ibunya dan juga Angel yang tidak ia ceritakan pada Alexa.


Tak lama kemudian mereka tiba di airport. Alexa mengantar Sean sampai ke dalam.


“Sean, kita ada di tempat umum.” Alexa mendorong tubuh pria itu dan melepaskan tautan bibir mereka.


“Sebentar saja Alexa.” Sean sama sekali tak mempedulikan hal itu dan menarik kembali Alexa ke sisinya mencium kembali bibir ranumnya. Sepuluh menit barulah ia melepaskan tahu dan bibir mereka sampai bibir Alexa terlihat bengkak karenanya.


“Aku harap kau tak membohongiku lagi kali ini.” ucap Alexa saat tautan bibir mereka terlepas.


“Je t'aime et attends moi.” Sean kembali mengecupi bertalisa untuk yang terakhir kalinya barulah ia masuk ke pesawat.


Alexa menatap pesawat itu hingga tampak bagai titik di udara lalu pergi dari sana.


Siang hari driver yang menjemput si kembar datang ke sekolah. Mobil metalik itu menunggu sedari tadi.


“Apa tuan dan nona muda sudah pulang terlebih dulu dan dijemput oleh nona Alexa ?” gumam driver saat melihat sudah tak ada lagi murid yang keluar dari sekolah tersebut. “Ya, pasti nona sudah menjemput mereka.”


Driver itu pun terlalu dari sekolah dan kembali ke rumah karena biasanya memang Alexa menjemput si kembar.


Hingga sore hari saat Alexa pulang ke rumah, ia melihat rumah tampak sepi.


“Kemana mereka ?” gumamnya setelah menaruh tasnya ke kamar. Ia pun masuk ke kamar Si kembar yang ternyata kosong.


Alexa kemudian mencari ke seisi rumah dan tak menemukan keberadaan mereka. Bahkan ia pun sampai bertanya pada driver yang tadi mengantar mereka.


“Nona, maaf aku kira tadi nona yang menjemput nona dan tuan muda karena aku sudah menunggu sampai murid terakhir keluar dari sekolah tidak menemukan mereka.” jelas driver yang membuat Alexa seketika terkejut.


“Astaga, lalu kemana mereka ?” Alexa terlihat panik namun mencoba untuk tetap tenang.