Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 35 Membuat Berantakan



Sean masuk ke mobilnya dan menuju ke rumah. Yang ia pikirkan saat ini adalah ibunya.


“Kenapa ibu sampai merahasiakan hal ini dari ku ? Apa susahnya memberitahukan identitas pendonor padaku ?” gumam Sean merasa aneh saja dengan tingkah ibunya tersebut. “Aku akan menanyakannya setelah sampai di rumah nanti.”


Beberapa saat kemudian pria itu tiba di rumah.


“Dimana ibu ?” ucapnya saat melihat pelayan yang ia temui di ruang tamu.


“Nyonya ada di ruang kerjanya, tuan.”


Sean segera berjalan menuju ke ruangan kerja ibunya dengan langkah kaki yang cepat.


“Kriek.” Marion menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka. “Sean ?” wanita itu mengerutkan keningnya melihat Sean yang masuk dengan terburu-buru.


“Ada apa ?”


“Ibu... kenapa ibu merahasiakan identitas pendonor mata itu dari ku ?”


“What ?” Marion terlihat gelagapan tiba-tiba saja putranya menanyakan hal itu. “Wait... ibu tidak tahu maksud mu.”


Tapi Sean bisa melihat kegelisahan di wajah Ibunya dan yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan.


“Ya aku bertemu dengan putri dari pendonor. Ibu tahu, kau membuat ku tampak bodoh dan di depannya hanya karena aku tidak mengetahui jika ayahnya lah yang memberikan matanya padaku.”


“Oh ?” Marion menelan salivanya dengan susah payah, bagaimana bisa putranya itu bertemu dengan Angel. “Well, kau tahu sendiri Sean itu adalah kode etik dokter selain itu, itu merupakan permintaan pribadi si pendonor untuk tidak memberitahukan identitasnya.” ucapnya bohong karena belum siap bercerita apa yang sebenarnya pada Sean.


Sean ganti mengerutkan keningnya. Ia tahu percuma saja membahas itu dengan ibunya karena ibunya punya seribu alasan untuk bisa terus berkelit.


“Aku harap itu berhenti cukup sampai di sini dan tak ada embel-embel lainnya terkait perihal donor itu.” Sean kembali menatap ibunya untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi dari ruangan.


“huft...” Marion hanya bisa menarik nafas kasar saat putranya telah pergi dari ruangannya. “Lalu bagaimana aku menjelaskan kompensasi dari donor mata itu padanya ?”


Sore hari di Britain


“Apa aku perlu merias diriku ?” ucapnya menghela nafas kasar.


Malam ini, ayahnya mengundang temannya beserta putranya untuk makan malam bersama di rumah. Tentu saja tujuan utamanya adalah menjodohkan Alexa dengan putra temannya itu.


“Tapi aku tidak boleh mempermalukan ayah.” sambung Alexa yang terlihat malas mempercantik dirinya di depan orang lain. Namun demi menghormati ayahnya maka ia pun mulai mengambil make up yang ada di meja dan memulaskan pada wajahnya.


Di luar kamar terlihat Cyrille dan Cyrano yang sedang bermain di dekat pintu kamar ibunya.


“Cyrano sepertinya sekarang saat yang tepat untuk kita beraksi.” bisik Cyrille lirih di telinga saudara kembarnya.


Cyrano hanya mengedipkan matanya saja dan memberikan kode setuju pada Cyrille. Mereka berdua kemudian berlari masuk ke kamar Alexa dan membuat kegaduhan di sana.


“Argh...!” Cyrille berteriak kesakitan saat saudara kembarnya mengarahkan pesawat remot controlnya ke arah gadis kecil itu dan sengaja menabrak kepalanya.


“Awas kau Cyrano ! Aku akan membalas mu !”


Cyrille menekan remote controlnya dan mengarahkan pesawatnya terbang mengitari saudara kembarnya dan menabraknya dengan keras.


“Auwh... dasar si Cyrille itu dia benar-benar membalasku.”


“Cyrano... Cyrille kalian main di luar sana Ibu sedang sibuk.” ucap Alexa berbalik menatap si kembar. Entah kenapa dua anaknya itu selalu saja ribut setiap saat yang membuatnya pusing.


Namun dua anak itu rupanya tak mennggubris omelan dari ibunya dan tetap bermain di sana. Bahkan Cyrille semakin berbuat gaduh hingga dengan sengaja ia membuat make up Ibunya jatuh berantakan.


Tak hanya itu saja bahkan Cyrano membuat lipstik ibunya terlihat buruk di bibir wanita itu.


“Cyrille... Cyrano.... ! Keluar kalian dari ini.” bentak Alexa dengan suara keras tak bisa menahan lagi kesabarannya melihat semuanya berantakan.


Sambil menutup kedua telinganya si kembar pun keluar dari kamar ibunya.