
Cyrille dan Cyrano berjalan keluar dari kamar ibunya dengan wajah murung tapi setelah berada di luar kamar ibunya mereka berdua tersenyum lebar.
“Rencana kita berhasil.” bisik Cyrille lirih di telinga saudara kembarnya.
“Tapi ku rasa tak hanya karena itu saja kau tersenyum padaku. Lebih tepatnya kau sekaligus memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengerjai ku.”
“Yang penting misi kita beres.” timpal Cyrille kembali menyongkan senyum kecilnya.
“Tunggu saja nanti, aku juga akan membalasmu di saat yang tepat nanti.” Cyrano tersenyum kecil menatap saudari kembarnya.
Mereka berdua kemudian kembali bermain di kamar mereka karena takut mendengar omelan dari ibu mereka lagi.
“Oh... sial apa yang mereka lakukan ?” Alexa melihat semua make up nya hancur terkena pesawat si kembar yang mendarat dan membuat pecah make up nya. “Oh my god !” ia terlihat lebih kesal lagi saat melihat semua blush on dan bedaknya tumpah di lantai.
Alexa menarik nafas panjang dan melihat jam yang tergantung di dinding tinggal beberapa jam lagi tamu mereka akan datang.
“Aku pakai ini saja.” Alexa membuka laci lain dan mengeluarkan make up cadangannya di sana. “Untung saja aku mempunyai ini.”
Alexa segera merias dirinya dengan waktu yang semakin singkat. Selesai merias wajahnya ia pun masuk ke kamar lain untuk mencari gaun yang akan ia kenakan.
“Mungkin aku pakai yang ini saja.” Alexa mengambil sebuah gaun cantik selutut dan backless.
Di saat Alexa sudah selesai makannya tiba-tiba Ceryl masuk ke sana.
“Oh mommy cewek cantik sekali dalam gaun putih itu. Tapi itu terlalu seksi dan memperlihatkan tubuh indahnya pada orang lain. Aku tak suka itu.” Cerylle berdiri di depan Alexa dan menetap serta mengagumi kecantikan ibunya sambil makan es krim coklatnya.
“Memangnya ada apa mom, aku harus ganti baju segala ?”
“Kita akan kedatangan teman Pappy sebentar lagi.”
“Oh.. baiklah aku akan ganti baju sekarang.” Cyrille berbalik dengan pelan dan menunggu Cyrano masuk.
Sebelum sempat berbalik tiba-tiba Cyrano masuk kamar bersama Brown, anjing Siberia peliharaannya.
“Oh...” Brown tiba-tiba melompat ke arah Cyrano. “Ups... !” karena Brown sebesar dirinya maka Cyrano pun tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya yang mengakibatkan dia menghantam Cyrille dan membuat gadis itu ikut jatuh menuburuk Alexa dan membuat es krimnya tumpah di sana.
“Mommy... maaf.” Cyrille berdiri dan memungut es kirimnya yang tersisa gagangnya saja. “Oh... sial !” Alexa melihat gaun putihnya menjadi kotor terkena noda coklat es krim.
“Cyrille... Cyrano kalian berdua keluar dari sini !” bentak Alexa kembali marah hingga si kembar sampai menutup kedua telinganya.
“Ya, mom.” jawab Cyrano berdiri kemudian keluar kamar bersama Brown sebelum mendengar ibunya berteriak lebih kencang lagi.
Cyrille pun ikut jalan keluar dari kamar. “Yes, gaun itu kotor.” kelakarnya tersenyum lebar setelah berada di luar kamar.
“Hiss... aku tak tahu kenapa hari ini ada saja ulah mereka dan terus-menerus menggangguku seperti ini.” Alexa menatap noda coklat di gaun putihnya dengan menarik nafas kasar.
“Oh...” Alexa melihat jam yang tergantung di dinding. Ia pun harus segera mencari solusi untuk gaun putihnya yang sudah tak mungkin ia pakai lagi.