
“Angel ?” panggil Marion menyapa wanita itu yang membuat Sean ikut menoleh ke arah pintu.
“Kenapa dia datang kemari ?” batin Sean sambil menarik nafas panjang, karena banyak sekali masalah yang harus ia selesaikan di tambah kedatangan wanita itu yang menambah panjang daftar masalahnya.
“Maaf aunty, aku mengikutimu naik kemari.” jawab Angel sembari melirik Sean dan tersenyum kecil padanya.
“Kau lihat sendiri kan Sean ternyata sibuk.” Marion tersenyum canggung.
“Wanita ini, dia benar-benar tidak maluu dengan apa yang diperbuatnya sebelumnya pada ku. sekarang dia malah mau masuk kemari.” Sean teringat beberapa waktu yang lalu saat Angel dalam keadaan mabuk dan hampir saja membuatnya tergelincir dan ia tak mau hal itu terjadi pada dirinya kembali.
“Angel ada apa ?” Sean setelah berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari kamar daripada membiarkan wanita itu masuk ke kamarnya. “Lebih baik kita bicara di bawah saja.” ia menutup pintu kamarnya.
“Ya, baiklah.” jawabnya singkat. “Seandainya saja aku bisa masuk kamarnya tadi, aku tak akan melepaskan dia.” batin Angel sedikit kecewa melihat pintu yang sudah tertutup apalagi Sean sudah berjalan mendahuluinya menuruni anak tangga bersama aunty Marion.
Sean dan Angel kini berada di ruang tamu dan Marion sengaja meninggalkan mereka berdua karena tak ingin mengganggu private talk mereka.
“Semoga saja Sean mau membuka hatinya untuk Angel.” Marion berjalan ke belakang. “Lalu bagaimana jika anak kembar tadi memang anaknya Sean ?” teringat kembali pada foto Cyrano dan Cyrille kemudian menjadi ragu. “Apakah Angel masih bisa menerima hal itu ?”
Di ruang tamu Angel bergeser duduk di samping Sean.
“Sean lima hari ini kau kemana ?” tanya Angel di liputi kerinduan mendalam lama tidak bertemu dengannya.
“Aku menemui istri dan anak ku.” Sean sengaja berterus terang pada wanita itu agar ia segera menjauh darinya.
“Ya, aku mempunyai anak dari Alexa kau tahu itu.”
Angel merasa sedih mendengar hal tersebut. Ia tak tahu kebenaran yang diucapkan oleh Sean dan bisa jadi pria itu kembali mengarang cerita untuk mematahkan hatinya.
“Aku tidak percaya itu.” Angel menggeleng.
“Lihat ini.” Sean malah menunjukkan foto si kembar pada Angel untuk menghapus rasa ketidakpercayaan wanita itu.
“Sean kau benar-benar keterlaluan.” Ia tak mengira saja pria itu akan menyakiti hatinya kembali bahkan hingga membuatnya menangis.
Karena hatinya terluka dan ia tak bisa menanya lagi maka ia pun pergi dari sana tanpa mengucap sepatah kata pun.
“Masalah selesai. Ku harap dia sudah jera mengejar ku.” Sean tersenyum kecil melihat mobil Angel keluar dari rumahnya ternyata tindakannya kali ini benar bisa langsung mematahkan hati wanita itu. “Maafkan aku, Angel.”
Sean tak membuang waktunya dan kembali ke kamarnya untuk melakukan pencarian si kembar.
Di lain tempat terlihat Austin yang gusar setelah menerima panggilan telepon dari seseorang. “Jadi Sean tidak membawa mereka ?” Austin seperti kebakaran jenggot setelah mendapatkan telepon yang ternyata dari bodyguard-nya tadi di Paris. “Lalu siapa yang menculik mereka ?”
Austin segera bergerak cepat dan memanggil semua anak buahnya untuk melakukan pencarian di Britain, termasuk mencari kembali di area sekolah mereka.