Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 113 Menangkap Bryan



Cyrano menutup intens pada Bryan setelah mendengar ucapan tersebut.


Bryan berdiri kemudian menyentuh pocket celana lalu mengeluarkan pisau kecil dari sana.


“Bagaimana jika aku menyayat sedikit kulit kalian yang masih lembut ini ?” ucapnya sambil menunjukkan deretan gigi putihnya yang rapi yang membuat Cyrille bergidik ngeri melihatnya.


“Apa daddy akan bersedih aku melakukannya ? Akan sesedih apa dia ?” pria itu berubah pikiran dan ingin melenyapkan si kembar barulah dia bisa mulai menyiksa Alexa nanti.


Bryan menyentuh kan pisau kecilnya itu ke leher Cyrano.


“Cyrano bodoh kenapa kau diam saja apa kau ingin mati di tangannya ?” gumam Cyrille cemas Kenapa saudara kembar itu tak berarti juga dan juga terus tetap seperti ini maka dia pun akan bernasib sama dengannya.


“Katakan padaku apa kau ingin bertemu dengan ibumu ?” tanya Bryan sebelum menggesek pisau kecilnya.


Cyrano diam saja namun tangannya di belakang sibuk mencari alat. “Aku akan kirimkan sinyal pada mommy jika sekarang pria ini mulai beraksi.”


Setelah ia berhasil mengirimkan sinyal SOS dari jam tangan yang dipakainya saat ini, Cyrano melayangkan kedua kakinya setelah menekan tombol power di jam tangannya yang akan menambah kekuatan tendangannya.


bugh


Bryan kemudian jatuh terjengkal berikut pisau kecil melihat terlempar jauh dari tangannya.


“ha-ha...” Bryan segera bangkit dan menatap Cyrano sambil tersenyum menyeringai.


“Anak kecil kau berani menendang ku.” pria itu kembali menghampiri Cyrano dan memegang pipi Cyrano dengan menekannya. “Apa daddy yang mengajari mu berani seperti itu ?”


“Argh.” Cyrano merintih sakit saat pria itu mempererat cengkramannya.


“Cyrano bodoh kenapa kau masih diam saja ?” Cyrille yang melihat saudaranya disakiti seperti itu tak kuasa menahannya terlebih dia juga tak ingin pria itu melakukan hal yang sama padanya.


bugh


Cyrille menendang Bryan tepat di bagian inti pria tersebut.


“Aaaargh...!” Seketika Bryan melepaskan Cyrano karena merasakan sakit luar biasa pada area sensitifnya. “Anak sialan. Beraninya kau !” menatap Cyrille sambil meringis dan memegang alat pencetak ****** miliknya.


“Siapa itu ?” ucapnya merasa terganggu dengan suara berisik saat akan beraksi. “Kalian... ?!” pria itu pun terbalik dan mengira utusannya yang datang ternyata pria lain yang datang.


“Daddy !” teriak Cyrille menatap pria yang masuk tepat waktu di saat mereka dalam bahaya bersama bodyguard-nya.


“Lepaskan mereka !” teriak Sean menghampiri Bryan.


Para bodyguard Sean kemudian segera mengepung Bryan. Namun tentu saja 5 orang yang walaupun dirinya itu tak berarti apa-apa baginya.


Di saat Bryan sedang baku hantam dengan bodyguard Sean, pria yang ditugaskan oleh Bryan baru kembali dari toilet.


“Astaga !” pekiknya terkejut saat melihat tuannya diserang oleh banyak orang. “Aku harus menyelamatkan diriku.”


Pria itu lari namun di depan pintu ada bodyguard Sean yang berjaga di luar dan langsung menangkapnya.


“Ampun jangan sakiti aku.” rintihnya saat body guard Sean langsung memukulnya dan membuatnya babak belur dalam sekali pukulan.


Tanpa Sean dan Alexa ketahui, body guard Austin mengawasi dan mengikuti mereka setelah mendapatkan perintah dari tuannya.


Mereka melaporkan setiap informasi yang mereka temukan pada tuannya dan membuat pria tua itu besar mendengarnya.


klak.


Suara seseorang membuka pintu mobil setelah mobil itu berhenti di depan gudang tua.


“Minggir kalian !” Siapa lagi pria itu jika bukan Austin. Ia minta body guard Sean untuk minggir karena menghalangi jalannya.


Belum sempat Sean menyentuh Bryan, seseorang menarik bahunya dari belakang.


“Daddy ?!” bukan Sean yang bicara demikian tapi Bryan yang terkejut dengan kedatangan Austin yang mendadak.


“Bryan, hentikan !!!” teriaknya kemudian ia menghampiri pria tersebut.