
Beberapa hari berlalu. Siang hari setelah pulang sekolah terlihat Cyrano dan Cyrille tak berhenti dari kamarnya setelah selesai berganti baju. Mereka berdua berdiskusi di sana.
“Satu minggu lagi kita liburan. Selama liburan kita harus bisa menemukan daddy kita.” celoteh Cyrille duduk di tempat tidur sambil melipat kedua tangannya menatap Cyrano yang sedang mengerjakan tugas dari sekolah.
“Hal itu mudah sekali jika kita mengetahui nama lengkap Daddy kita.” sahut Cyrano masih asik melukis tanpa menatap saudari kembarnya itu.
Ya, Alexa selama ini tak pernah memberitahu siapa nama lengkap ayah mereka. Bahkan nama belakang mereka berdua bukanlah nama belakang Sean, tapi menggunakan nama kakek mereka, Bertrand. Hal itu karena Austin yang memutuskan dan mengambil alih pemberian nama kedua cucunya.
“Bagaimana kita bisa tahu jika tak ada satu petunjuk pun mengenai Daddy.” Cyrille terdiri dari tempat duduknya karena saudara kembarnya tak merespon ucapannya dan menghampiri Cyrano, barulah si tampan itu menanggapinya.
“Semua cara sudah kita tempuh namun nihil. Satu-satunya cara kita harus sering mencuri dengar setiap mommy dan papy mengobrol. Karena pasti sedikit banyak mereka pasti akan membahas tentang daddy kita.” kilah Cyrano sambil menyapukan kuas terakhirnya melukis ikan hiu.
Sore hari terlihat Alexa masuk ke kamar si kembar.
“Rupanya mereka sudah tidur.” Alexa mengusap kepala Cyrille kemudian beralih mengusap kepala Cyrano. “Sayang... kau benar-benar mirip dengan ayahmu. Sean.... kau kemana ?”
Alexa menatap putranya dengan tatapan sedih tatkala teringat pada pria pujaan hatinya.
“Aduh mommy kau selalu menyebut nama depan daddy saja...siapa sebenarnya nama belakang daddy ?” Cyrano ternyata hanya pura-pura tidur saja, tepatnya si kembar segera memejamkan matanya saat mendengar suara adalah bengkak kaki masuk ke kamar mereka.
Lama Alexa memandangi putra dan putrinya bergantian hingga akhirnya ia pun keluar dari sana.
“Alexa ada yang ingin ku bicarakan dengan mu.” Austin keluar dari sebuah ruang dan menghampiri Alexa yang akan masuk ke kamar.
“Ya, ayah ada apa ?”
“Apa yang papy bicarakan dengan mommy ?” Cyrille yang merasa lelah pura-pura tidur segera melompat turun dan memasang telinganya di pintu.
“Minggir kau. Percuma jika menempelkan telinga tapi tak jelas apa yang mereka bicarakan.”
“Apa yang kau lakukan ?” Cyrille merasa tak terima saat Cyrano mendesak dan mengambil tempatnya.
“sssts...” Cyrano membekap mulut saudari kembarnya itu agar tidak berisik dan membuat kedua orang itu menyadari jika mereka berdua menguping.
Cyrano meletakkan sebuah kelereng kecil di bawah lubang pintu kamarnya kemudian mengambil remote control dan menjalankan bola tadi menggelinding hingga berada di bawah meja tempat Alexa dan Austin mengobrol.
“Alexa ku rasa sudah saat nya kau melupakan laki-laki itu, sudah lima tahun dia mencampakkanmu tanpa kabar hingga sekarang.” Austin memulai pembicaraannya yang di dengar oleh si kembar melalui headset.
“Tapi ayah... izinkan aku untuk mencarinya ke Paris barulah aku bisa memutuskan setelah bertemu dengannya dan menanyakan apa yang terjadi padanya selama ini.” terlihat Alexa masih berat hati untuk menghapus nama itu dari hatinya.
“Tidak.... kau tak perlu mencari pria sialan itu ! Lebih baik kau coba membuka lembaran baru hidupmu. Ayah punya kenalan seorang lelaki yang lebih baik daripada Sean, putra teman ku.”
Alexa hanya diam tak menanggapi dan menundukkan kepalanya.
“Apa ? Papy mau mengenalkan mommy dengan seorang pria ?!” pekik Cyrille terkejut dengan rencana papy nya yang mendadak itu.
Cyrano kembali membekap mulut saudari kembarnya itu sebelum terdengar suara yang lebih keras lagi.
“Ya, Paris. Mommy bilang daddy kita tinggal di sana. Jadi tak salah kita mengajak liburan ke sana.” gumam Cyrano mendapatkan informasi penting mengenai keberadaan ayahnya sambil terus mendengarkan percakapan kedua orang tua itu.