Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 90 Menjemput Alexa



Seharian Sean terlihat seperti orang marah saja saat alat penyadapnya tak lagi berada di tempatnya. Bahkan ia sampai fokus pada pekerjaannya.


“Alexa apa yang kau lakukan di sana jauh dariku ?” gumam Sean masih terpikirkan pada Alexa.


Pikirannya sudah ke mana-mana apalagi jika teringat dengan sosok pria yang bersama Alexa dan membuatnya semakin cepat ingin membawanya saja. “Seandainya saja semudah itu membawamu.” Sean menarik nafas berat kemudian menundukkan kepalanya karena merasa otaknya buntu.


“huft... akhirnya semua sudah selesai hari ini.” Sean terdiri dari tempat duduknya setelah sore hari dan menyelesaikan semua pekerjaannya.


Ia keluar dari ruangannya dan menuju ke tempat parkir. Di tengah jalan ia berpapasan dengan ibunya.


“Sean !” panggil Marion yang membuat Sean seketika berhenti.


“Ada apa ibu ?” Sean seketika berhenti dan berdiri tepat di depan ibunya.


Wanita itu kemudian memegang lengan Sean terserah yang berbisik lirih di telinganya setelah melihat ke sekitar banyak orang yang berlalu lalang.


“Beberapa hari ini Ibu tak melihat Angel, kemana dia ? Apa dia sakit ?”


Sean seketika menatap ibunya dengan tajam dengan apa yang ditanyakannya. Ia kira ibunya akan menanyakan apa. “Aku tidak tahu, ibu.” Sean langsung terlihat dingin dan menyingkirkan tangan ibunya dari lengannya. Ia bahkan terlalu meninggalkan ibunya begitu saja dan masuk ke mobilnya.


“Sean... !” teriak Marion yang merasa kesal ditinggalkan begitu saja terlebih mobil putranya sudah meluncur dan menghilang dari pandangannya. “Kenapa dia jadi begitu ? Apa yang salah dengan ku ?”


Marion yang merasa kesal pun segera masuk ke mobilnya dan mengendarainya memuju ke rumah.


Hingga malam hari Sean tak bisa melepaskan pikirannya serta perhatiannya pada Alexa.


“Apa yang dilakukannya di sana saat ini ?” gumamnya berjalan mondar-mandir di kamar.


Ya, baru kali ini dia merasa kebingungan seperti itu. Meskipun hanya dengan melihat rekaman CCTV saja yang menampilkan keseharian Alexa membuatnya tenang sekaligus mengobati kerinduannya hanya dengan menatapnya lewat monitor saja.


“Sial... !” hingga malam saat dia sudah berbaring di tempat tidur ia tak bisa meminjamkan matanya. Banyangan Alexa menari-nari dalam pikirannya bersama seorang pria sedang bercumbu. “Tidak ! Itu tak akan terjadi !”


*


*


Pagi sekali Sean bangun bahkan sebelum ibunya bangun ia sudah terlihat rapi dan duduk dalam mobil dengan driver yang siap mengantarnya kapanpun berangkat.


“Kita berangkat sekarang dan antar aku ke airport.” ucap Sean tak ingin mengulur waktu lebih lama lagi.


“Baik, tuan.” driver mengemudikan mobil segera menuju ke airport.


“Terimkasih.” ucap Sean segera turun dari mobil begitu mobil itu tiba di airport.


Lima kemarin setelahnya ia sudah berada dalam pesawat yang saat ini sudah mengudara menuju ke Britain.


Dua jam kemudian Sean sudah berada di sebuah mobil bersama body guardnya yang ada di sana dan tentu saja di depan rumah Austin tepat di jam berangkat kerja.


“Tuan apa kita bergerak sekarang ?” ucap seorang pria dalam mobil menatap ke rumah Austin. “Tidak, tunggu perintah dari ku.” jawab Sean tenang tapi penuh dengan perhitungan untuk menunggu momen yang pas.


Tepat di saat Alexa keluar dari rumah ada sebuah mobil lain yang melintasi mobilnya, masuk ke rumah Austin.


“Kevin.” sapa Alexa begitu pria itu turun dari mobil.


Sean terlihat memanas seketika melihat adegan di depannya.


Sementara itu di rumah Sean. Marion merasa aneh saja sudah hampir siang namun mobil Sean masih ada di garasi.


“Kemana Sean ?” pekiknya terkejut mendapati kamar putranya yang sudah kosong.