
Cyrille menatap gelang di tangannya yang sangat unik. “Selera daddy memang berbeda.”
Ia mencoba memakainya namun melepasnya kembali dan menyimpannya sebelum ketahuan oleh Oncle Paul.
Sambil menoleh ke sekitar ia mencari keberadaan Cyrano dan oncle nya. “Dimana mereka ?”
Cyrille kembali ke tepi jembatan tempat terakhir kali ia berada. “Mereka berdua sepertinya tersesat.” ia pun menunggu di sana sambil menatap indahnya Sungai Seine.
Di lain tempat terlihat Cyrano berada di tengah keramaian. Namun ia tetap tenang dan waspada. Berulang kali ia menerima sinyal dari saudari kembarnya namun karena berisik, maka ia pun mendengarnya.
“Dimana Cyrille, semoga saja dia tidak tersesat.”
Setelah agak lama berjalan barulah anak lelaki itu berhenti sambil melepas bros karakter Mickey Mouse.
“Astaga dia rupanya mengirim sinyal keberadaannya padaku.” Cyrano memeriksa track sinyal terakhir yang dikirimkan padanya. “Sial dia sudah ada di tempat semula.”
Cyrano merasa melakukan pencarian yang sia-sia karena saudari kembarnya sudah kembali dan tidak tersesat.
“Aku lelah.” berhenti kembali setelah beberapa langkah berjalan. “Apa aku telepon oncle saja biar dia menjemputku ?”
Cyrano kemudian menelepon bodyguard nya.
“Halo Oncle tolong jemput aku.” ucap Cyrano dalam sambungan telepon.
“Tuan muda dimana ? Aku mencari anda ke mana-mana.”
“Aku mencari Cyrille yang hilang. Tapi sekarang aku malah tidak bisa kembali. Tolong jemput aku, uncle Paul.”
Paul merasa lega sudah menemukan satu tuan mudanya. “Baiklah aku akan menjemputmu jangan kemana-mana.”
Cyrano kemudian mengirimkan lokasi keberadaannya saat ini pada oncle Paul emang udah kan pria tersebut untuk segera menemukannya.
“Dimana nona muda, tuan ?” tanyanya melihat keberadaan nona mudanya itu di sana.
“Aku tidak menemukannya. Mungkin saja dia sudah kembali ke tempatnya.”
“Tuan muda lain kali jika anda mencari nona muda hilang lebih baik beritahukan padaku jangan mencarinya sendiri.” Oncle Paul berceramah singkat yang di angguki oleh Cyrano.
Paul merasa lega setidaknya dia tinggal mencari nona mudanya saja. “Cepat masuk, tuan muda.”
Pria itu membukakan pintu untuk Cyrano yang kemudian masuk dan mobil segera melaju menuju ke Ponts Des Arts.
“Gadis kecil itu dari belakang mirip Nona muda, apakah benar itu dia ?” Paul melihat sosok Cyrille di tepi jembatan kemudian menepikan mobilnya ke sana.
“Astaga nona muda. Syukurlah aku menemukan mu.” Paul merasa lega melihat gadis kecil itu benar nona mudanya.
“Jika tidak tuan pasti akan” memperagakan mengiris lehernya dengan tangan nya.
Cyrille hanya tersenyum saja menanggapinya.
“Nona dari mana ? Aku mencari anda kemana-mana.” tanya Paul lagi sambil mengajaknya masuk ke mobil.
“Aku le toilet Oncle. Habis aku lihat oncle masih telepon dan aku sudah tidak kuat menahannya lagi maka aku pergi sendiri.” jelasnya lancar dengan bohong.
Paul hanya mengangkat alisnya saja mendengar alasan nona mudanya.
“Halo ini Paul... nona dan tuan muda sudah ketemu kalian kembali saja.” pria itu tiba-tiba teringat pada rekannya yang masih mencari keberadaan tuan mereka dan segera mengabarinya.
“Oncle kita kemana ?” tanya Cyrille di tengah jalan setelah mobil meluncur.
“Pulang, nona muda.”
“Bukankah kita akan mengunjungi tempat lain setelah ini ?” kali ini Cyrano yang bertanya.
“Nanti sore kita kan keluar lagi tuan muda.”
Cyrano pun tak mau bertanya lagi karena sudah pasti itu perintah dari pappy mereka.
“Yay sampai rumah.” Cyrille melompat turun dari mobil dengan ceria berlari masuk ke mobil.
“Aneh sekali, bukankankah dia sebelumnya malas jika pulang ke rumah tapi sekarang seceria itu ? Mencurigakan sekali.” batin Cyrano melihat perubahan drastis sikap dari saudari kembarnya.
Ia pun ikut berlari dan menyusul Cyrille ke kamar.
“Apa itu yang kau pakai ?” melihat saudari kemarin mempunyai gelang baru.
“Ini punya daddy. Aku menemukannya. Aku sudah bertemu dengannya.”
Cyrano tak percaya mendengar cerita dari saudari kembarnya tersebut lalu menghampirinya.