Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 42 Laporan Informasi



Keesokan harinya di kantor Sean. Pria itu masih terpikirkan pada perjodohan sebagai kompensasi dari donor mata untuknya.


“huft...” Sean menarik nafas kasar kemudian menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Aku perlu informasi mengenai Angel White.” pikir Sean karena sama sekali tak mempunyai informasi tentang wanita tersebut.


“Judas masalah ke ruanganku ada tugas untukmu.” ucap Sean ditelepon. “Baik, bos.” jawab suara di seberang telepon.


Tepat di saat Sean menurut kembali gagang teleponnya, Judas sudah ada di depan pintu.


“Tugas apa yang menantiku, tuan ?” Judas masuk ke ruangan dan penasaran pada tugasnya Setelah sekian lama untuk mendapatkan tugas dari pria itu.


“Aku ingin kau mencari informasi mengenai Angel White.” Sean menyerahkan foto wanita itu pada sekretarisnya. “Apa waktu dua jam sudah cukup bagi mu ?”


“Cukup tuan, aku akan kembali dan memberikan informasinya pada anda.” jawab Judas kemudian segera melakukan tugasnya.


Beberapa menit setelah kepergian sekretarisnya, ponsel Sean berdering nyaring.


“Telepon dari...” Sean lirik ponselnya yang ada di dekatnya dan langsung menyambarnya setelah mengetahui siapa peneleponnya.


“Ya, Dexter apa ada kabar bagus ?” tanya Sean tak sabar Setelah sekian lama menanti kabar darinya.


“Maaf bos... keberadaan perusahaan tuan Austin di Hungaria juga Belgia tak terdeteksi.”


Sean menjadi tak bersemangat mendengar kabar tersebut. “Ya terima kasih.”


Tak lama berselang setelah panggilannya dengan Dexter berakhir, ada panggilan masuk lainnya.


“Ya halo...” Sean segera menerima telepon yang ternyata dari informannya dan ia berharap ada kabar bagus.


“Bos dari Swedia, Canada tak ada tanda-tanda tuan Austin tinggal di sana.” ucap informan tersebut menyampaikan yang membuat Sean hanya menarik nafas panjang.


Beberapa saat setelah percakapan mereka berakhir ada panggilan dari informannya lagi yang menyampaikan jika di beberapa negara yang disebutkan oleh Sean sebelumnya juga tidak terdeteksi keberadaan Austin.


“Kuharap telepon hal ini membawa kabar bagus untukku.” Sean kembali menarik nafas panjang saat mengangkat telepon.


“Bos laporan dari Britain. Kami tidak menemukan informasi apapun di sini karena data keamanan di sini terproteksi kuat.”


Sean menarik nafas kasar mendengar kabar yang tak diharapkannya itu. “Sial !” pria itu mengumpat kesal. “bip.” langsung mematikan teleponnya.


“Austin kenapa kau bawa Alexa pergi dan menyembunyikannya dari ku ? Apa salah ku pada mu ?” Sean benar-benar kesal hingga ia sampai menggebrak mejanya dengan keras.


“Tuan pasti sedang marah, tapi kenapa ?” ucap Judas yang berada di ruangannya mendengar suara pukulan keras dari ruangan tuannya.


Sean berdiri dari tempat duduknya. Ia beralih memukul dinding di ruangannya itu. semua usahanya sudah maksimal untuk melakukan pencarian.


“Dimana lagi aku harus mencarimu, Alexa ?” pria itu terlihat sedikit berantakan dan kembali memikirkan sebuah rencana lanjutan.


“Selama dunia ini masih berputar maka Alexa pasti ada di suatu tempat, hanya masalah waktu saja untuk menemukannya.” ucapnya lagi dengan tekad yang kuat. Baginya tak ada yang tak bisa ia cari di dunia ini meski le ujung liang sekalipun.


Sementara itu di Britain


Terlihat Alexa di kantor sedang duduk sambil menerima panggilan dari seseorang.


“Apakah sore nanti kau ada waktu ?” ucap seseorang ditelepon.


“Aku sore ini menemani si kembar ke bioskop.” jawab Alexa merasa tak ada waktu luang untuk dirinya sendiri setelah Cyrille dan Cyrano besar.


“Oh kebetulan sekali jika begitu. Aku tidak keberatan pergi denganmu bersama mereka.” jawab seseorang yang ternyata adalah Kevin.


“Ouh... ya boleh saja.” jawab Alexa setelah terdiam agak lama. Ia sebenarnya ingin menolak Kevin ikut pergi dengannya namun ada perasaan tak enak karena pria itu adalah putra jadi teman baik Ayahnya.