Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 114 Meringkus Bryan



“Minggir kalian semua !” ucap Austin pada para body guard yang saat itu tengah mengepung Bryan, termasuk Sean ikut minggir.


Kini Austin berdiri tepat di depan Bryan dengan menatapnya tajam.


“Apa maksud mu melakukan semua ini, Bryan ?!” bentak Austin membuat semua yang ada di sana terpaku mendengarnya.


Bryan diam tak bisa berkata-kata.


“Jawab !” ulang Austin lagi karena Bryan tak merespon perintahnya.


“Daddy...aku hanya ingin kau kembali padaku seperti dulu, itu saja. Semenjak kau mendapatkan anak pe-lacur itu dan mengakunya sebagai putrimu secara resmi, semua aset yang seharusnya kumiliki jatuh padanya.” ucap Bryan menunjuk ke arah Alexa saat wanita itu masuk.


“Dia memang anak kandungku yang baru ku ketahui beberapa waktu yang lalu. Dia hidup menderita selama bertahun-tahun karena aku. Jadi pantas baginya mendapatkan semua ini. Sedangkan kau Bryan, aku selama ini sudah memperlakukanmu sebaik mungkin dan setulus mungkin sampai aku tahu wanita keparat itu ternyata menipuku, berselingkuh dengan pria lain. Bagaimana perasaanmu di khianati seperti itu ? Sakit ! bahkan rasanya lebih sakit daripada ditikam berulang kali.” ceramah Austin panjang lebar mengungkapkan kekecewaannya pada Amndine, ibunya Bryan yang telah menipu dan melahirkan anak haram itu.


“Tapi ini semua bukan salahku, daddy. Salahkan saja ibu. Aku sendiri juga tak mau menjadi anak dari pria itu ! Pria yang selama ini sudah ku anggap sebagai pamanku sendiri. Dan lagi selama ini aku sudah membantumu memegang banyak perusahaan apakah aku masih tidak berarti di matamu ?” balas Bryan dengan menuntut.


Austin kembali maju dan lebih mendekat.


“Aku sudah membalas semua jerih payah mu selama ini dengan memberi mu satu perusahaan besar. Apa itu masih kurang ?!”


Bryan kembali terdiam tak bisa berkata lagi.


“Aku benar-benar tak menyangka. semua kebaikanku kau balas seperti ini. Dasar anak tak tahu diuntung ! Menyesal sekali aku membesarkan mu dan menganggapmu sebagai anakku sendiri !” tampak jelas kesedihan dan kekecewaan di mata Austin saat itu.


“Daddy aku tak bermaksud begitu.”


“Jangan panggil aku daddy ! Aku bukan daddy mu ! Daddy mu Ben, pria brengsek itu !” Austin terlihat semakin gusar dan ia tak mau berdebat lagi dengan pria itu sebelum ia hilang kontrol dan melakukan sesuatu yang tak ia sadari.


Austin pergi dari sana dan membuat Bryan sangat kecewa karena pria itu lagunya sudah tidak menganggapnya lagi.


“Daddy kau tidak bisa berpaling begitu saja dariku ! Biar bagaimanapun juga aku tetaplah anakmu meski kau tak mau mengakui !” Bryan terlihat kehilangan kontrol dan api amarah membakar dirinya.


Ia pun mengambil kembali pisau dan mengejar Austin.


“Tidak ! Ayah !” teriak Alexa segera berlari menghalangi Bryan yang akan menusuk Sean.


“Kau penyebab semuanya maka kau yang harus menerimanya !” Bryan yang menjadi kalap kini beradu kekuatan dengan Alexa.


Meskipun Alexa sudah lama tak mengasah kemampuannya, tapi dia masih bisa memukul Bryan.


“Bangkit kau jika masih punya nyali melawanku !” Alexa menendang pria itu hingga jatuh tersungkur sembari menampik pisau di tangan Bryan yang terlempar jauh dari pria itu.


“Kau... !” Kali ini Bryan tak segan-segan mengeluarkan pistolnya.


Semua yang ada di sana terkejut sekali kekhawatir melihat pria itu akan menembak Alexa.


dor


Sebuah peluru terlepas namun bukan dari pistol Bryan melainkan dari pistol polisi yang datang tepat waktu di sana pria itu akan menekan pelatuk pistol.


“Hiss.” Bryan seketika ambruk setelah mendapatkan tembakan pada lengan kanannya sekaligus membuat pistol yang di tangannya ikut terlempar.


“Bawa dia segera.” ucap Austin pada petugas polisi yang sengaja ia panggil meskipun sebenarnya dia sendiri bisa meringkus pria tersebut. Namun tak dilakukannya karena dia tak mau mengotori tangannya lagi dan biarlah hukum yang menyeretnya.


“Jangan bergerak ! Kami polisi !” tiga polisi mengacungkan pistolnya kembali menghampiri Bryan dan segera menangkapnya.


“Daddy ! Mommy! Pappy !” panggil si kembar bersamaan lalu melepaskan diri dari ikatan dan menghampiri mereka bertiga.


“Aku menyukai hadiah mu, Cyrano. Kau memang cucu Pappy.”Austin mengusap kepala Cyrano lalu menggendongnya.


“Jika pappy menyukainya maka aku minta hadiah balik dari Pappy.”


“Katakan apa itu ?”


Cyrano kemudian berbisik mengatakan permintaannya pada kakeknya itu.


Namun Austin tak menjawab dan kemudian ia menatap ke belakang ke arah Sean yang sedang menggendong Cyrille namun kembali menatap ke depan dan perjalanan lebih cepat meninggalkan mereka bertiga.