Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 92 Austin Marah



Sean tak mengetahui jika anak yang pernah ia jumpai adalah anak kandungnya. “Benarkah mereka anak ku ? Dan bukan anak pria ini ? Tapi kenapa untuk menceritakannya padaku ?” batin Sean sembari menatap Cyrano yang ada di dekatnya.


“bugh.” karena melamun, membuat Sean lengah dan gampang bagi Kevin untuk memukulnya.


“Sean !” teriak Alexa terlihat khawatir juga saat lelakinya kena pukul.


Kali ini Sean tak mau konsentrasinya kembali terpecah seperti sebelumnya. “dash.” ia pun menendang Kevin serta membuatnya jatuh tersungkur.


“Kevin !” pekik Alexa berteriak saat melihat pria itu jatuh. “Kalian berdua hentikan itu !” teriak Alexa tak ingin melihat perkelahian antara dua lelaki di sana. Namun baik Sean ataupun Kevin sama sekali tak mengindahkan ucapan Alexa.


“Ribut apa ini ?” Austin dari dalam rumah segera berlari keluar setelah mendengar suara keringatan yang cukup berisik.


Ia pun sangat-sangat terkejut sekali saat melihat kedatangan Sean di rumahnya. “Sean ?!” pekiknya tak percaya bagaimana bisa pria itu menemukan keberadaan Alexa dengan mudahnya.


“Kalian semua kenapa diam saja dan belum juga bergerak ?” Austin berani menatap body guard-nya yang ada di sana.


Para body guard bukannya tak mau bergerak tapi takut salah melakukan tindakan dan sekarang mereka bergerak cepat.


“bugh.” beberapa pria segera menghampiri Sean dan memukul pria tersebut.


“Tidak, jangan pukul Sean !” teriak Alexa saat melihat Sean di keroyok lima orang sekaligus termasuk Kevin.


Cyrille memegang tangan Alexa dengan erat karena takut melihat perkelahian itu. “Jangan takut sayang, kau masuk ke rumah dulu.” perintah Alexa namun Cyrille menggeleng dan tetap berada di sana sembari bersembunyi di balik punggung mommy-nya.


“Ini tak bisa dibiarkan. Tak ada yang membantu daddy. Jika terus berlanjut seperti ini mungkin saja daddy akan terluka.” batin Cyrano yang berada di dekat Sean.


Cyrano kemudian mengeluarkan sebuah alat pistol mainan dan menembakkannya pada body guard pappy nya.


“dor.” bukannya air yang keluar setelah pistol itu di tembakkan, melainkan kelereng kecil. Dan tentu saja kelereng itu membuat 5 orang lagi ada di sana tergelincir karena menginjaknya.


“Apakah anak ini yang membantu ku ?” batin Sean melihat kelereng di sekitarnya bahkan ia pun hampir menginjaknya.


“Daddy memang hebat.” puji Cyrano dalam hati setelah melihat daddy-nya menjatuhkan semua lawannya dengan mudah.


“Sialan !” Austin merasa geram melihat Sean berhasil mengalahkan body guard-nya. “Kalian juga cepat bergerak !” perintahnya lagi pada para bodykitnya yang masih tersisa untuk maju menyerang semua.


“Gawat, Pappy benar-benar marah.” batin Cyrano melihat lima belas body guard datang dan mengepung daddy nya.


“Suit.” Sean bersiul sambil menjatuhkan body guard yang sudah mengepung dirinya. Tak lama setelahnya tujuh orang pria datang entah dari mana untuk membantu Sean menjatuhkan lawannya.


“Jika begitu aku yang akan turun tangan sendiri !” Austin geram karena para bodyguard-nya sudah dijatuhkan oleh utusan Sean.


Pria itu kemudian mengangkat pistol dari kejauhan dan bersiap untuk menembak Sean.


“Pappy jangan... !” Cyrille yang mengetahuinya segera berlari menghampiri pappy nya.


“Cyrille minggir dari sini, jangan halangi Pappy !” Austin tak menggubris rengekan dari Cyrille.


“Pappy tidak, jangan tembak daddy... please.” Austin seketika tertahan sekaligus terkejut bagaimana bisa cucunya itu mengetahui jika pria yang datang itu adalah ayahnya.


“Cyrille, minggir. Kali ini jangan halangi Pappy.” Austin tetap bersikeras dan tak menuruti permintaannya.


“Tidaaak !” Alexa melihat ayahnya menembak Sean yang masih sibuk menghadapi body guard yang menyerang dirinya. “Sean, awas !” Alexa pun berlari dan berhenti di depan pria itu.


🌹


🌹


Maaf slow update karena mata ku sedang sakit. Tapi penulis berusaha untuk ttp menulis hingga kisah ini end meski sebenarnya ingin hiatus saja. 🙏