Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 29 Daftar Pencarian



Mobil yang membawa Sean meluncur melewati hutan yang lebat kembali menuju ke kantor.


Marion keluar dari ruangannya kemudian berjalan masuk ke ruangan tempat kerja Sean.


“Dimana dia, ku kira sudah datang.” melihat ruangan itu kosong dan tak ada siapapun di sana. Wanita itu kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. “Ah tidak-tidak... sebaiknya aku tidak perlu memaksanya seperti ini. Mungkin sebentar lagi dia akan datang.” membatalkan menelepon Sean dan memasukkan kembali ponselnya dalam tas kemudian keluar dari ruangan itu.


Dua jam setelahnya mobil yang membawa Sean tiba di kantor.


“Semuanya masih sama seperti yang dulu.” Sean turun dari mobil berjalan masuk ke kantor. Ia menatap ke sekitar dan melihat bangunan mewah dan Mega itu masih sama seperti yang dulu sebelum penglihatannya hilang.


“Siang tuan Sean.” sapa para stop yang ada di sana saat melihat kedatangan tuan muda mereka yang sudah lama sekali tak masuk ke kantor. “Ya, pagi.” menatap semua staff yang menyapanya kemudian berlalu menuju ke ruangannya.


“Ruangan ini masih sama seperti yang dulu. Bahkan semua letak dan posisinya benda-benda di sini tak ada yang berubah atau bergeser 1 cm sedikit pun.” Sean masuk ke ruangannya dan menatap ke sekitar sebelum duduk di kursinya.


“kriek.” pintu ruangan terbuka ada seseorang yang masuk.


“Judas... ada apa ?” Sean menyapa sekretarisnya yang lama tidak ia jumpai. “Tuan Sean... lama sekali tidak bertemu dengan anda.” menatap bosnya yang lima tahun meninggalkan kantor ini dengan tatapan hangat.


“Kenapa tuan lama berada di Jerman dan baru kembali ?”


Deg


Sean terkejut mendengar pertanyaan dari sekretarisnya. Ia tidak tahu sebelumnya dengan hal ini jika ibunya sengaja mengatakan kepergiannya untuk bertugas di Jerman.


“Di sana banyak masalah dan ibu tak bisa menyelesaikannya sendiri jadi aku harus membantunya. Untungnya semua masalah di sana sudah beres dan aku bisa kembali ke sini lagi.”jawab Sean malah menutupi kebohongan ibunya karena ia yakin pasti ada alasan kuat ibunya berbohong pada semua orang yang ada di tempat ini.


Beberapa saat setelahnya Sean mengeluarkan laptopnya dan mengaktifkannya setelah lama tidak ia pakai.


“Austin... aku pasti bisa menemukan mu.” Sean tak bisa move on dan masih terus kepikiran Alexa. Ia pun kembali melakukan pencarian sendiri. “Tunggu... Austin mempunyai perusahaan di mana-mana, mungkin saja dia membawa Alexa ke salah satu tempat dimana perusahaannya berdiri.”


Ia kemudian mencari profil pria itu dan mencari di mana saja lokasi perusahaannya berdiri.


“Astaga banyak sekali perusahaan yang dia punya.” pekiknya melihat ternyata ada 60 perusahan yang di miliki oleh pria itu di 30 negara.


Sean menarik nafas panjang dan berat karena ini akan menjadi pencarian yang panjang baginya.


“Alexa tunggu aku, aku akan menemukan mu.” Sean menyimpan data daftar perusahaan Austin di 30 negara. Ia membacanya lagi sekaligus untuk mengingatnya.


“Sebaiknya aku mulai pencarian dari mana dulu.” Sean bingung harus mulai dari mana, menatap tiga puluh negara yang harus dikunjungi.


“kriek.” secara refleks pria itu menutup laptopnya. Dan benar saja ternyata yang masuk bukanlah sekretarisnya namun ibunya.


“Sean kau sudah di kantor ?” Marion masuk dan menghampirinya. “Ku kira kau tidak akan ke kantor hari ini.”


“Aku datang satu jam yang lalu, ibu.”jawabnya sambil tersenyum dan membalik selembar kertas yang ia pegang tepat saat ibunya menatapnya.


BERSAMBUNG....