
Keesokan harinya Sean yang sudah berada di kantor terlihat serius menatap monitor di depannya. Sudah 2 jam lebih dia berkutat dengannya namun masih saja pria itu tak beranjak dari duduknya.
“Aku harus menemukanmu, di mana tempat tinggal mu di sana Alexa ?” Sean mencari tepatnya lokasi foto itu diambil namun belum menemukannya juga. “Oh... kenapa susah sekali ditembus ?”
Namun Sean kehabisan akal dan dia pun menggunakan semua kemampuan yang ia bisa untuk melacak nya. “Ya, aku mendapatkan lokasi mu berada.” Sean tampak tersenyum tipis setelah satu jam kembali melakukan pencarian.
Ia pun kemudian mengambil ponselnya dan mencari daftar nomor para informannya dan menghubungi mereka melakukan penyelidikan di Britain sesuai dengan alamat yang ia kirim.
“Aku Beri waktu kalian dua kali 24 jam dan segera laporkan begitu mendapatkan informasi.” ucap Sean dengan seseorang di dalam sambungan telepon.
“Baik, tuan. Sebelum waktu yang tuan tentukan aku akan segera mengirimkan informasinya pada anda.” balas suara ditelepon.
“bip.” Sean segera memutuskan sambungan telepon setelah percakapan mereka berakhir. “Kuharap aku segera mendapatkan informasi keberadaan mu, Alexa.”
Sean menaruh kembali ponselnya ke meja sembari menarik nafas panjang.
Di Britain terlihat si kembar yang berada di kamar sedang menatap monitor laptop di depan mereka bermain game dan berebut main.
“Kau kalah Cyrille berikan padaku, biar aku yang main.” Cyrano mengambil mouse dari tangan saudari kembarnya.
“Hey tunggu sebentar aku mau main satu putaran lagi.” Cyrille berusaha merebut kembali mouse dari tangan Cyrano namun saudara kembarnya itu memegangnya dengan erat tak membiarkan saudari kembarnya merebutnya.
“Oh ya bagaimana dengan daddy ya setelah menerima foto kiriman mu ?” tanya Cyrille sambil menatap mouse di tangan Cyrano.
“Mungkin dia tak akan bisa tidur memikirkannya.” jawab Cyrano tak melepaskan pandangannya dari monitor di depannya.
Dua hari kemudian sebelum berangkat kerja, Sean menerima panggilan tepat saat dia baru masuk ke mobil.
“Siapa yang menelepon sepagi ini ?” ia pun mengeluarkan ponselnya dan segera mengangkatnya setelah mengetahui siapa peneleponnya.
“Tuan... aku sudah mendapatkan informasi yang tuan minta.” ternyata itu telepon dari informan nya, Diego.
“Ya, Diego katakan padaku apa saja yang kau dapat.”
Diego kemudian menjelaskan semua informasi yang didapatnya dengan susah payah pada tuannya.
“Bagus ku suka kerjamu. Kirimkan informasi alamat tepatnya padaku.” pinta Sean sebelum ia mengakhiri panggilan.
Beberapa saat setelahnya, Sean mengemudikan mobilnya menuju ke kantor. Setibanya di kantor, pria itu bukannya mengerjakan tugas kantor melainkan malah sibuk mempersiapkan semua keperluan untuk mencari Alexa.
“Judas kau kemari sebentar.” ucap Sean ditelepon meminta sekretarisnya itu ke ruangannya.
“Tuan ada tugas apa ?” tak berapa lama kemudian sekretarisnya tiba di ruangan.
“Pesankan aku tiket pesawat ke Britain sore ini.”
“Baik, tuan.” jawab pria itu singkat tak bertanya lalu segera memenuhi tugasnya.
Satu jam kemudian Judas kembali dan menyerahkan tiket pesanan atasannya.
“Terimakasih, Judas.”
“Apakah masih ada tugas yang harus ku kerjakan, tuan ?” ucap Judas sebelum keluar dari ruangan atasannya tersebut.
“Tidak ada. Tapi jika Ibuku bertanya kemana aku pergi bilang padanya aku ada jadwal meeting di luar kota.”
“Baik, tuan.” Judas segera keluar dari ruangan.
🌻
🌻
Sore harinya sepulang kerja, Sean hanya berganti baju saja dan mengambil satu koper barang bawaannya yang sudah dipersiapkan oleh pelayannya di rumah.
Driver kemudian mengantar pria itu menuju ke airport.
“Alexa kau harus memberikan penjelasan padaku.”
Sean masuk ke pesawat dengan jurusan Paris-Britain, duduk dengan tenang meskipun hatinya bergemuruh.
*Dear readers semua...
Bagaimana jika kisah ini hiatus dulu ya karena sepi... ga seperti awalnya. Ga ad comment mau pun like... Tlg berikan jawaban di kolom komentar