
Dua hari kemudian Alexa keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah. Sedangkan Sean berada di hotel dekat rumah Austin bersama Cyrano dan Cyrille karena tak ingin mengerjakan kakinya di rumah Austin.
“Alexa telepon Cyrano dan juga Cyrille untuk pulang sekarang. Aku tidak suka pria itu membawa cucuku pergi.” ucap Austin masuk ke kamar Alexa dan merasa sepi saja di rumah untuk ada si kembar Selain itu ia khawatir jika Sean membawa mereka berdua pergi tanpa seizinnya.
“Ayah mereka bersama daddy-nya, pria yang sudah bertahun-tahun mereka cari jadi biarkan saja mereka menikmati waktu.” sebenarnya Alexa sendiri juga ingin tinggal di hotel bersama mereka bertiga namun apa yang akan terjadi jika tak ada orang di rumah ? Sudah dipastikan Austin akan kembali bentrok dengan Sean.
“Jika sampai sore nanti mereka berdua tak pulang maka aku akan menjemputnya sendiri dan membawa mereka pulang.” ucap Austin menegaskan kembali sembari berlalu begitu saja.
Alexa hanya diam menatap punggung ayahnya saja. Ia tak tahu kenapa ayahnya tak ingin melihatnya bahagia. Lalu kenapa juga ia tak boleh kembali dengan Sean, bukankah dia tak melakukan kesalahan apapun dan semua itu karena kecelakaan meninggalkanku bertahun-tahun lamanya.
“Bagaimana caranya agar ayah mau menerima Sean kembali seperti dulu ?” gumam Alexa dengan dada yang sesak berada diantara dua pria yang sama-sama penting baginya dan harus memilih satu dari mereka.
“Daddy kenapa tidak ajak mommy kemari ?” tanya Cyrille yang saat itu duduk di pangkuan Sean bermanja-manja dengannya.”
“Daddy sebaiknya daddy pindah saja ke rumah pappy.” ucap Cyrano yang bergelayut di bahu Sean. Ia juga tak mau kalah mendapatkan perhatian dari daddy-nya.
Sean tersenyum lebar setelah selama ini hidup kesepian dan saat ini selalu ada Cyrano dan Cyrille yang menemaninya. Rasanya ia ingin waktu berhenti berputar demi melihat senyum si kembar yang membuatnya merasa lega.
“Ya, sayang nanti daddy yang akan mengajak mommy kalian tinggal bersama daddy di Paris.” jawabnya mengusap Cyrano dan Cyrille bergantian karena ia tak ingin pilih kasih pada salah satu anaknya.
“Berarti kami juga ikut ke Paris nanti ?” jawab si kembar bersamaan yang diangguki oleh Sean meskipun pria itu sendiri tak tahu Kapan pastinya bisa berkumpul dengan mereka karena masih ada masalah yang harus dia selesaikan dulu.
🌹
🌹
Sore hari Austin terlihat mondar-mandir di rumah sembari menatap jam dinding.
Austin segera masuk ke mobil dan menuju ke hotel tempat Sean membawa si kembar.
“Ayah... apa dia menjemput si kembar di hotel ?” Alexa segera keluar dari kamar begitu mendengar suara dari mobil keluar dari rumah.
Ia tak ingin melihat bentrokan lagi di antara ayah dan pria yang masih berstatus sebagai suaminya karena ia belum mengajukan gugatan perceraian, masuk ke mobil untuk menyusul ayahnya.
“Nona, anda mau kemana ?” ucap salah satu bodyguard mencoba menghalangi Alexa keluar namun tetap saja bukan Alexa namanya jika ia tak bisa lolos dari body guard Austin.
Austin menuju ke kamar Sean setelah ia bertanya pada petugas resepsionis di mana pria itu menginap.
“klak.” suara kamar terbuka. Enam pasang mata melihat ke arah pintu.
“Pappy ?!” panggil Cyrille dan Cyrano bersamaan di ikuti dengan Sean yang langsung memegang dua buah hatinya karena khawatir Austin akan mengambil si kembar darinya.
“Cyrano... Cyrille ikut pappy pulang sekarang. Kalian beberapa hari ini tidak belajar dan tugas kalian sudah menumpuk.” Austin menghampiri Sean dan menggunakan alasan tugas sekolah agar si kembar mau pulang.
Namun baik Cyrano maupun Cyrille tak beranjak dari tempatnya karena mereka masih rindu pada daddy-nya.
“Kami akan pulang besok dan tugas sekolah bisa kami kerjakan di sini.” tukas Cyrille beralih bersembunyi di belakang tubuh Sean.
“Cyrano ! Cyrille !” bentak Austin dan pria itu pun menyingkirkan tangan Sean lalu meraih tangan si kembar.
“Tidak ! Kau tak bisa membawa mereka pergi. Mereka adalah anak ku !” Sean segera meraih tangan si kembar dan menatap tajam pada Austin.