
Sean berjalan dengan cepat menuju ke kamar ibunya. Ia beraharap wanita itu belum tidur kali ini.
Kriek
“Sean ?” Marion tersenyum saat berbalik dan menatap siapa yang datang di balik pintu kamarnya. “Kau sudah pulang ?”
“Ibu kau berhutang penjelasan padaku.” ucapnya tiba-tiba yang membuat ibunya itu mengerutkan keningnya sampai ia berdiri dari tempat duduknya.
“Penjelasan apa ?”
“Ibu, kenapa ibu menahan akta pernikahanku dan tidak mengurusnya ?” Sean sudah tak bisa lagi menahan amarah di dadanya meski ia tahu tak seharusnya ia berkata kasar pada wanita yang melahirkan dirinya itu. “Apa ibu tahu saat itu aku pulang kemari dengan tujuan untuk meminta restu pada ibu atas pernikahan kami dan aku akan mengurusnya akta pernikahan kami ?”
Marion hanya diam saja mendengar amarah putranya. Baru kali ini ia melihat Sean semarah itu.
“Ohh...” Sean mengusap wajahnya sambil menarik nafas dengan kasar mendengar jawaban klise dari ibunya. Bagaimana bisa wanita itu hanya memandang status saja.
“Ibu tak mengenal wanita pilihan mu itu.” Marion sama sekali belum pernah bertemu dengan wanita pilihan Sean bagaimana dia bisa menyetujui pernikahannya begitu saja. “Ibu rasa dia bukan orang berkelas seperti kita.” tambahnya dengan enteng yang membuat Sean semakin murka.
“Jangan pernah merendahkan Alexa. Siapapun dia, dia adalah pilihan ku.”
“Ibu ingin kau menikah dengan keturunan yang setidaknya sejajar dengan kita.” jawab Marion dengan gemetar melihat Sean berada di puncak marahnya.
“Dia Alexa, putri dari Austin Bertrand.”
Marion masih mengingat Siapa nama istri Sean yang tertulis di akta pernikahannya, “Tak ada nama Bertrand di sana.”
Sean kembali menarik nafas kasar apa Ibunya bisa mengerti hal itu jika ia menjelaskannya.
“Setahu ibu, Austin hanya punya satu putra bukan seorang putri.” ia bersikeras karena yakin putranya itu hanya mencari-cari alasan sampai mengada-ada.
“Putra Austin, Bryan Bertrand bukanlah anak kandungnya, tapi anak wanita itu dengan pria lain dan mungkin sekarang nama belakangnya sudah dihapus.” jelas Sean yang masih membuat ibunya tak mengerti pada perubahan itu atau tak mau mengerti.
“Omong kosong apa yang kau ucapkan itu, nak ?”
Sean tak tahu lagi bagaimana Harus menjelaskannya pada ibunya itu. Ia sendiri juga bertanya-tanya apa Austin sudah menghapus nama belakang Bryan ataukah sudah mengganti nama belakang Alexa. Ia tak peduli itu tapi yang terpenting sekarang bukanlah hal itu.
“Ibu berikan akta pernikahannya padaku, aku akan mengurusnya.” ucap Sean kembali ke pokok permasalahan yang harus dia udah secepatnya untuk meredakan amarah Alexa.
“Sean maaf akta pernikahan itu sudah rusak.” jawabnya bohong sembari keluar dari kamar untuk menghindari Sean yang terus mendesaknya.
“Aku tahu akta itu belum rusak dan ibu pasti menyimpannya. berikan akta itu padaku, ibu.” Sean yakin sekali ibunya membohonginya dan menaruh barang penting itu di Kota Diest suatu tempat.
“Tidak ada. Daripada kau mencari akta pernikahanmu itu lebih baik kau sekarang mencoba menjalin hubungan dengan Angel.”
Sean menatap ibunya tajam kenapa tiba-tiba wanita itu malah mendorongnya menjalin hubungan dengan wanita tersebut.
“Aku sudah berapa kali bilang pada ibu. Aku tidak mau wanita itu.” Sean menolak dengan tegas.
“Tapi bagaimana dengan perjanjian bersama tuan white dulu ? Kau sudah menerima donor matanya.”
“Ibu pikirkan saja sendiri.” tak ada gunanya berdebat dengan ibunya, maka Sean pun memilih untuk pergi dari sana daripada situasi semakin memanas lalu masuk ke kamarnya.