
“Kemana tuan dan nona muda pergi ?” Paul panik ke mana dia harus mencari mereka. Masalah satu belum selesai dan bertambah masalah lainnya dengan hilangnya Cyrano.
Paul kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi rekannya sesama bodyguard yang ada di rumah tuan Austin untuk membantunya mencari tuan muda dan nona muda.
“Aku ada di Ponts Des Arts, aku tunggu kalian di sini.” Paul menutup kembali ponselnya setelah selesai bicara dengan beberapa rekannya.
Cyrille terus berlari sambil sesekali menoleh ke belakang. “Bugh.” tak sengaja ia menabrak seseorang karenanya.
“Maaf nyonya, aku buru-buru.” ucapnya meminta maaf pada wanita yang ditabraknya kemudian kembali berlari.
Di tengah jalan ia berhenti dan menepi ke sisi jalan. “Dimana Cyrano ?” Cyrille menatap ke sekitar.
Ia pun melepas bros teddy bear yang dikenakannya yang bukan merupakan bros biasa.
“Cyrano aku ada di sini, kau dimana ? Cepatlah kemari.” ia mengirimkan sinyal keberadaan nya pada saudara kembarnya itu dan menunggu balasannya.
Cyrille menunggu balasan dari Cyrano yang tak kunjung datang. “Jangan-jangan dia yang tersesat untuk mencari ku ?” pikirnya pendek.
Maka Cyrille memutuskan untuk kembali berlari meskipun tak tahu arah mana yang harus ia ambil.
“Si bodoh itu juga tidak mengirim rute menuju ke Aldric Group padaku. Lalu aku harus mencarinya sendiri ?” Cyrille sambil berulang kali menatap bros teddy bear nya menunggu respon dari Cyrano.
Ia melihat waktu sekarang yang menunjukkan hampir jam istirahat. “Jadi aku hanya perlu menuju ke jalanan di sekitar perusahaan itu karena mungkin daddy sudah keluar dari kantor.
Untunglah ia tadi membawa ponselnya dan ia segera melihat maps dimana lokasi Aldric Group dan juga dirinya saat ini berada.
“Ketemu.” pekik Cyrille tersenyum lebar dan ia pun kembali berjalan mengikuti maps menuju ke lokasi.
Tak beberapa lama kemudian ia tiba di jalanan tepat di mana Sean terjebak macet di sana.
“Astaga jalanan ini macet sekali bagaimana aku bisa ke sana ? Lewat saja susah.” Cyrille berhenti sembari menatap kendaraan yang berjalan seperti merayap.
“Aku tidak boleh kalah pada kemacetan di sini. Aku harus bisa melewatinya apapun caranya.”
Sementara Sean yang masih terjebak kemacetan berulang kali melihat jam tangannya. “Jika terus seperti ini maka jam makan siang akan habis. Aku tak mau menghabiskan waktu di jalan seperti ini.
Pria itu kemudian melihat ke samping dan menepikan mobilnya ke sana.
“Oh mau ke rumah makan saja jalannya susah.” lagi-lagi pria itu mengeluh untuk kesekian kalinya karena terjebak kemacetan.
Ya, Sean memutuskan untuk makan di tempat makan yang terdekat di sana daripada harus pulang ke rumah.
Sean menyeberang jalan menuju ke rumah makan terdekat dengan melewati padatnya jalanan.
“din...” seseorang membunyikan klakson mobil saat Cyrille berlari melewati mobilnya dan hampir tertabrak. Namun gadis itu dengan lincah bisa menghindarinya.
Ia terus berlari menyibak keramaian. “Ku harap aku bisa bertemu daddy di sini, aku sudah lelah.” gumamnya mulai merasa lelah setelah berlari cukup jauh.
“bugh...” tanpa sengaja Cyrille berlari menubruk seseorang.
“Maaf tuan, aku tidak sengaja.” ucap Cyrille menatap pria yang di tabraknya dan betapa terkejutnya dia setelah mengetahui siapa pria yang ditabraknya.
“Ya, tak apa.” jawab pria yang tak lain adalah Sean.
Pria itu menatap gadis kecil di depannya dan termenung cukup lama. “Gadis kecil ini... wajahnya kenapa mirip sekali dengan Alexa ?”
Sedangkan Cyrille ikut menatap pria yang menurutnya juga mirip sekali dengan Cyrano. “Daddy... apakah itu benar dirimu ?”
Cyrille sampai menangis melihat pria di depannya.
🌻
🌻Dear readers semua untuk yang selama ini silent kasih penulis jempol dan untuk yang udah kasih jempol tulis komen juga ya kak. Biar karya ini terlihat ramai dan makin banyak yang mampir. 🤣