Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 80 Menyusul Ke Bandara



Sean mencoba sabar menunggu di sana demi bisa menemui Alexa kembali. Namun selama 2 hari ini wanita itu selalu menggunakan jasa driver pribadi untuk antar jemput ke kantor.


“Lagi-lagi dia tidak menyetir sendiri.” decak Sean kesal sampai memukul setir mobilnya di hari ke tiga menunggu. “Jika begitu aku akan pikirkan cara lainnya untuk membawa mu.”


Sean memutar balik mobilnya, namun ponselnya tiba-tiba berdering.


“Siapa jam segini meneleponku ?” ia pun mengeluarkan ponselnya dan segera mengangkatnya setelah mengetahui siapa peneleponnya.


“Tuan, ada masalah di kantor.” ucap seorang pria yang ternyata adalah sekretaris Sean. Ia pun kemudian menjelaskan jika ada klien yang akan membatalkan kerjasama mereka jika tidak bertemu langsung dengan Sean maksimal sampai besok hari.


“Oh... ya baiklah. Aku akan kembali hari ini juga. Untuk sementara kau handle client itu Judas.” ucap Sean terlihat panik.


“Baik tuan, anda bisa percayakan hal itu padaku.”


Sean menara kembali ponselnya dalam saku bajunya setelah panggilan mereka berakhir. Ia tak langsung mengendarai mobil menuju ke hotel. Saat itu juga ia memesan tiket online pesawat untuk kembali ke Paris.


“Padahal aku masih ingin berada lama di sini.” Sean segera melajukan mobilnya menuju ke hotel dan menetap ke kantor Alexa dengan intens sebelum meninggalkannya.


Sesampainya di hotel, saat itu juga ia segera mengemasi semua barangnya dan check out dari hotel karena urusan kantornya sangat penting dan tak main-main.


“Alexa, tunggu aku.” Sean menatap ke jendela untuk terakhir kalinya sebelum meninggalkan ruangan itu.


“Tiketnya tuan.” ucap seorang petugas tiket di airport pada Sean karena pria itu sudah 2 menit lagi hanya berdiri di depan petugas tanpa menyerahkan tiketnya.


Sean kemudian langsung masuk ke pesawat dan mencari tempat duduk yang nyaman untuknya. Ia memakai kaca mata coklatnya sambil membuka laptopnya dan menatap dengan serius.


Hari ini Alexa berangkat ke kantor dengan mengendarai mobil sendiri tidak menggunakan jasa driver yang ada di rumah.


“Sepertinya di luar aman, tak ada mobil di sana.” gumam Alexa sore hari di jam pulang menatap ke seberang jalan di mana di sana dua hari ini terdapat mobil Sean. “Kemana dia ?”


Alexa harusnya merasa senang mobil Sean tak lagi mengikuti dirinya. Namun ia justru merasa cemas padanya.


“Ada apa dengannya ?” gumamnya lagi merasa aneh karena ia paham dan juga hafal pada sikap Sean yang tak akan mundur sebelum apa yang ditargetkannya berhasil ia dapatkan.


Di tengah jalan pikirannya masih terganggu oleh Sean. “Aku akan memeriksanya sendiri untuk memastikan saja jika dia baik-baik saja.”


Ya, Alexa memutuskan untuk berhenti di Hotel Lion Star dan pergi resepsionis untuk menanyakannya secara langsung.


“Nona maaf aku ingin tahu di mana kamar tuan Sean Aldric.” tanyanya pada petugas resepsionis karena ia lupa dan tak begitu memperhatikan kamar Sean.


“Tuan Sean Aldric ada di room nomor 517.” jawab petugas resepsionis itu karena masih ingat dengan jelas. “Maaf tuan Sean sudah check out 30 menit yang lalu.” lanjutnya menjelaskan.


“Apa ?” Alexa terkejut sekaligus ia jadi mengetahui alasan kenapa pria itu tak mengikutinya kali ini. “Baik, terimakasih nona.”


Alexa kemudian kembali ke mobil. Ia diam sebentar untuk merenung. “Mungkin jika aku ke sana sekarang aku masih bisa bertemu dengannya.” tanpa berpikir lama dia pun segera melajukan mobilnya menuju ke airport.