
Austin tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Alexa. Ia pun mengeluarkan ponselnya sendiri untuk menghubungi Kevin.
“toot... toot.” suara telepon tidak tersambung.
“Oh.” Austin memasukkan kembali ponsel ku bajunya dan terlihat bingung juga syok.
“Ayah kenapa masih diam saja ?” Alexa menghampiri ayahnya yang masih diam terpaku. “Cari si kembar sekarang.” desaknya lagi.
Austin segera tersadar dan ia pun memanggil semua body guard-nya.
“Kalian cari Kevin sekarang. Cari Cyrano dan Cyrille apakah pergi bersamanya ?” perintah Austin masih dengan merasa tak percaya jika pria itu menculik cucunya dan masih tetap menyangka hanya mengajaknya main saja.
“Baik, tuan.”
Para body guard yang ada di sana segera bergerak cepat sesuai dengan perintah tuannya.
Cyrano dan Cyrille kembali menatap ke arah pintu yang terkunci dan ruangan tempat mereka berada sepi hanya ada mereka berdua saja.
“Cyrano... tangan ku sakit. Lepaskan ikatan ini. Kau pasti bisa, kan ?” Cyrille sudah tidak tahan juga tidak nyaman karena ikatan tali itu terlalu kencang.
“Kau ambil bros di kerah baju lu ini dulu.” Cyrano memutar tubuhnya menghadap Cyrille.
Cyrille kemudian bergeser mendekat lalu membungkukkan badannya untuk mengambil persentase mandi baju saudara kembarnya menggunakan bibirnya.
“klak.” bros jatuh setelah setelah Cyrille berusaha melepasnya dengan susah payah.
Cyrano kemudian kembali memutar badannya untuk mengambil brosnya yang jatuh. Bros yang di pakainya multifungsi tak sekedar pajangan saja namun merupakan sebuah alat rancangannya dengan berbagai kegunaan, salah satunya pisau.
“click.” Cyrano merupakan salah satu fungsi tombol dan bros tadi berubah menjadi pisau kecil.
“Cyrille Dalam hitungan ketiga aku akan memotong talinya.”
Cyrille mengangguk sembari menoleh ke belakang melihat Cyrano memotong tali pada hitungan ketiga.
“Akhirnya lepas juga.” Cyrille lalu menarik tangannya melihat bekas jeratan tali di pergelangan tangannya. “Untung saja tangan ku tidak tergores sama sekali oleh tali ini.”
Cyrano mengambil kembali brosnya. Ia menatap ke arah jendela.
“Tidak.” Cyrano menggelengkan kepala.
“Jangan bilang kau ingin tetap berada di sini dan ingin menangkap pelaku penculiknya ?”
“Tentu saja.” jawab Cyrano tersenyum lebar.
Sebenarnya mudah saja bagi Cyrano untuk dapur dari sana bahkan sekarang pun ia bisa. Namun bukan Cyrano namanya jika ia tak memberi pelajaran pada pria yang menculik nya.
“Aku tidak mau berada lama di sini, aku ingin pulang.” Cyrille menolak ide Cyrano karena jujur ia tak suka berada di gudang tua dan kotor seperti ini. Ia merindukan kasurnya yang empuk dan bersih.
“Jika begitu pergilah sendiri.” Cyrano sama sekali tak menahan saudari kembarnya itu saat beranjak dari sana dan sudah berada di dekat jendela akan melompat keluar.
Cyrille pun mengurungkan niatnya setelah mempertimbangkannya. “Jika aku kabur sendiri lalu aku harus berusaha sendiri untuk sampai ke rumah ? Tidak, aku tidak mau.”
Gadis kecil itu pun kemudian kembali duduk di samping Cyrano yang sedang memetakan lokasi tepatnya mereka berada saat ini.
“Apa rencana mu ?” tanya Cyrille.
Cyrano kemudian menceritakan semua rencananya agar Cyrille mau bekerja sama dengannya.
Dari luar terdengar suara mobil berhenti yang terpaksa membubarkan diskusi mereka.
“Sekarang aku akan mengikat tangan kita lagi.” Cyrano mengambil tali tanpa persetujuan saudara kembarnya dan mengikat tangan mereka kembali, namun dengan ikatan longgar dan akan mudah lepas hanya dengan sekali tarik saja.
“klak.” tepat di saat pintu terbuka mereka berdua kembali pura-pura tidur.
“Kemana mereka pergi ?” ucap seorang pria menatap ke sekitar yang tak ada penjaga sama sekali. “Untung saja mereka hanya anak kecil. Akan ku beri pelajaran nanti jika mereka kembali.”
Ya, pria itu adalah Bryan. Ia kemudian perjalanan dan berhenti tepat di depan si kembar.
“Kenapa kalian masih tidur juga, padahal seharusnya kalian sudah bangun ?” ucapnya sembari berjongkok kemudian membangunkan mereka berdua dengan sedikit menekan tulang rahang mereka.
“Argh.” Cyrille bangun terlebih dulu, membuka matanya menatap pria asing di depannya.
Bryan tertawa lebar menatapnya, “Halo...aku senang kalian sudah bangun.”