
Cyrano berhenti berjalan saat Sean menarik bahunya. Awalnya ia ragu untuk menyetujuinya namun akhirnya ia mengangguk setelah beberapa pertimbangan.
“Oncle jika begitu bolehkah aku minta tolong pada anda untuk mengantarku ke Disneyland ?” Cyrano tahu itu tak pantas ia lakukan pada orang asing yang barusan ia temui sesuai dengan pesan dari mommy nya. Namun menurutnya hal itu tak berlaku jika pria di hadapannya itu bukanlah orang asing.
“Jadi kau terpisah dari orang tuamu ?” tanya Sean mempertegas yang di angguki oleh Cyrano.
“Baiklah aku akan mengantarmu itu berada tak jauh dari sini.”
Sean mengajak anak lelaki tersebut mengikutinya lalu masuk ke mobil. Tak berapa lama setelahnya mobil segera melaju dan turun di depan disneyland.
Rupanya Cyrano sudah menyiapkan berbagai hal untuk pertemuannya yang singkat itu dengan daddy nya. Tanpa sepengetahuan Sean, Cyrano memasang alat penyadap padanya.
“Maaf oncle, aku tidak sengaja.” Cyrano bermain bola di dalam mobil dan secara tak sengaja melemparnya ke belakang punggung Daddy nya.
“Ya, tak apa.” dengan bergerak cepat mengambil bolanya kembali sambil memasang chip di punggung Sean.
Cyrano tiba-tiba minta berhenti saat mereka hampir sampai di tempat.
“Kenapa berhenti di sini ?” tanya Sean setelah mengerem mendadak dan akhirnya berhenti di tepi jalan.
“Oncle terimaksih sudah mengantar ku. Aku harus segera cepat atau orang tua akan marah padaku jika sampai mengetahui aku keluar dengan orang asing.” jawabnya dengan berbohong sembari turun dari mobil.
“Oh begitu. Hati-hati.” jawab Sean tanpa rasa curiga sama sekali pada anak tersebut. “Terimakasih !” teriaknya saat sudah menyeberang jalan dan berada di pintu masuk Disneyland.
Cyrano pun segera berlari lewat samping dan melompati pagar menuju ke arah toilet.
“Tuan muda apa anda ada di dalam ?” oncle Paul berada di depan toilet umum dan berhenti di salah satu pintu toilet yang masih tertutup.
“Oh, oncle Paul sebentar lagi aku selesai. Perutku benar-benar sakit.” Cyrano mengubah suaranya seolah sakit sambil memperdengarkan efek suara orang sedang buang gas.
“Ouh astaga !” Bodyguard tersebut segera menutup hidungnya begitu mendengar suara itu dan segera kabur dari sana. “Jadi dia benar ada di toilet bukan kabur. Mungkin aku terlalu berlebihan berpikir.”
Sementara Alexa tiba-tiba menangis tanpa sebab di saat bersamaan dengan Sean yang berkaca-kaca setelah mendapatkan gelangnya kembali.
“Apa sebenarnya terjadi ? Kenapa aku tiba-tiba menangis sendiri seperti ini ?” entah kenapa wanita itu merasa sangat sedih sekali tanpa sebab hingga menitikkan air mata. “Apa terjadi sesuatu pada si kembar ?”
Alexa kemudian menghubungi nomor Cyrille setelah mencoba menghubungi nomor Cyrano yang tidak aktif. “Kenapa tidak di angkat ?” ia pun kemudian mencoba menghubungi Paul setelah teleponnya tidak diangkat oleh Cyrille.
“Nona dan tuan baik-baik saja nyonya dan mereka sedang bermain.” jawab Paul yang membuat Alexa merasa tenang dan mengakhiri panggilannya.
Dalam mobil, Sean masih terpikirkan pada sosok anak lelaki yang barusan ditemuinya tadi. “Oh aku lupa belum menanyakan namanya.”
Ia sangat menyayangkan sekali hal itu dan berharap besok bisa bertemu dengannya lagi.
🌹
🌹
“Sean Dari mana saja kamu ?” tanya Marion saat melihat putranya itu masuk ke rumah setelah memarkirkan mobilnya.
“Aku barusan bertemu dengan Angel.”
Marion terkejut mendengarkan jawaban dari putranya. Terus terang saja ia bermaksud membicarakan perihal perjanjian yang dulu dengan tuan White.
“Jadi apakah dia tertarik pada mu ?” tanya Marion penasaran.
“Ibu... aku tidak tahu dan tidak ingin mengetahuinya. Aku lelah, aku mau istirahat dulu.”
Sean tidak mau membicarakan hal tersebut dan segera meninggalkan ibunya masuk ke kamar.