Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 28 Tak Mendapatkan Apapun



Sean kemudian berdiri dari tempat duduknya. Ia kemudian masuk ke kamar mandi.


“Apa yang sebenarnya dia cari ?” Marion berhenti dan menatap laptop yang masih menyala. “Oh sudahlah aku hampir terlambat.” berlalu pergi setelah teringat 10 menit lagi dia harus berangkat ke kantor.


Satu jam kemudian Sean kembali ke kamarnya dalam keadaan sudah rapi dan harum.


“Disini kuncinya.” Sean mengambil kunci mobilnya. “Sudah lama aku tak menyetir sendiri.” berjalan keluar kamar menuju ke tempat parkir mobil.


“Maaf tuan muda, nyonya Marion melarang anda mengendarai mobil sendiri.” Seorang driver menghampiri Sean dan meminta kunci mobil yang saat ini ia pegang.


Marion tetap protektif pada putranya meskipun pria ini saat ini sudah sembuh total dari sakit yang dideritanya, namun tetap saja ia masih trauma dengan kejadian kecelakaan yang menimpa Sean lima tahun yang lalu.


“Ya ini.” Sean menyerahkan kunci mobilnya pada driver meskipun iya berat hati dan ingin mengendarai sendiri.


“Silahkan tuan muda.” driver membukakan pintu mobil untuk Sean. Ia pun segera duduk di belakang seperti biasanya.


Di sepanjang perjalanan, ia terus-menerus terpikirkan pada Austin yang belum ia temukan.


“Tolong antarkan aku dulu alamat ini.” Sean menyerahkan alamat Austin pada driver.


“Tuan Bukankah ini alamat rumah tuan Austin ?” balas sang driver setelah membaca alamat yang diberikan padanya.


“Ya, antar saja aku ke sana, tolong.” jawabnya singkat dan terlihat tidak sabar. “Baik tuan.” driver memutar balik arah mobil dan manajemen juga tempat tinggal Austin.


Satu jam kemudian mobil berhenti di depan sebuah rumah mewah yang dijaga ketat setelah melewati hutan yang cukup panjang dan lebat.


“Biar aku saja yang keluar sendiri. Kau tunggu di sini.” ucap Sean pada driver kemudian segera keluar dan menuju ke rumah mewah yang ada di depannya.


“Ding-dong.” Sean menekan tombol bel.


“Ya tuan ada yang bisa ku bantu ?” Seorang lelaki berbaju hitam dengan pin macan putih di salah satu kerah berdiri depan pagar.


“Ya bisa aku bertemu dengan tuan Austin Bertrand ?”


Pengawal itu terlihat diam sejenak mendengar perkataan Sean.


“Aku ingin bertemu dengan tuan Austin Bertrand.” Sean mengulangi perkataannya karena pengawal tadi tidak merespon.


“Maaf tuan Austin sedang tidak ada di tempat. Anda bisa kembali di lain waktu.” jawabnya sambil berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Sean.


“Hey tunggu ! Dia, Austin tidak ada di sini bukan ?” teriak Sean menghentikan langkah pengawal. “Beritahu aku dimana dia saat ini ?” lanjut Sean saat lelaki tadi berbalik menghadap dirinya.


“Bagaimana pria ini bisa mengetahuinya jika Tuan tak ada di sini ?” menatap Sean dengan curiga karena tak ada siapapun orang luar yang mengetahui posisi tuan nya saat ini.


“Maaf kami tidak bisa dan tidak diizinkan memberikan informasi apapun pada siapapun tentang keberadaan tuan kami.” lelaki tadi kembali berbalik dan berjalan dengan cepat meninggalkan Sean dan tak lama setelahnya pintu otomatis yang ada di depan pagar tertutup.


“Sial !” umpat Sean kesal dengan pengawal tadi yang menutup rapat rumah mewah itu dari dirinya.


Sean kembali ke mobil dengan tangan hampa.


“Kembali dan antarkan aku ke kantor.” ucap Sean memberikan perintah setelah ia duduk di dalam mobil.