Where's My Daddy?

Where's My Daddy?
Eps. 93 Alexa Tertembak



Austin yang marah tak menggubris lagi perkataan Cyrille dan menjadi gelap mata.


“dor.” Peluru melesat dari pistol yang ada di tangan Austin.


“Argh !” peluru meluncur dan menangis tubuh Alexa.


“Alexa... Mommy !” teriak Sean dan Cyrano bersamaan.


Alexa ambruk dan Sean segera menangkap tubuhnya. “Alexa.”


“Mommy...” jerit Cyrille menangis kemudian beralih menatap Austin. “Pappy jahat, pappy menembak mommy.” ia memukul Pappy nya kemudian berlari menghampiri momy nya.


“Aku-aku... ” Austin baru menyadari apa yang ia lakukan dan menyesalinya. “klak.” pistol jatuh dari tangannya bersama anda dirinya yang bersimpuh ke lantai.


“Sean... meskipun kau menyakiti ku dan meninggalkan ku sewaktu hamil tapi ternyata aku tetap tak bisa melihat mu terluka.” ucap Alexa dengan nafas tersengal karena darah mulai mengalir dari dadanya.


“Alexa aku minta maaf karena hal itu. Bukan maksud ku untuk meninggalkan mu tapi aku koma karena mengalami kecelakaan saat kembali ke Paris.” Sean menggenggam erat tangan Alexa.


Alexa ingin kembali bertanya namun rasanya ia sudah tak kuat lagi untuk bicara banyak.


“Cyrano... Cyrille... ini daddy kalian. Maaf mommy baru memberitahu kalian.” Alexa beralih menatap si kembar bergantian. “Sean jaga mereka untuk ku.” beralih menatap Sean.


Alexa tak sadarkan diri setelah berkata demikian yang membuat Sean menitikkan air matanya.


“Alexa... sayang... , bangunlah.” Sean memeluk erat Alexa. “Aku akan menyelamatkan mu.”


Ia pun segera membawa Alexa ke rumah sakit terdekat. Sebelum pergi ia mengeluarkan pistolnya dan ingin menembak Austin karena telah melukai Alexa.


“Daddy jangan tembak pappy.” Cyrano menghalangi Sean yang akan menarik pelatuknya. “Tidak, jangan tembak pappy, ku mohon. Pappy tidak sengaja melakukannya.” ia terus memohon karena tahu Pappy nya sangat menyayangi mommy nya.


Mobil kemudian meluncur ke rumah sakit terdekat bersama Cyrano dan Cyrille yang turut serta.


Mereka bertiga duduk di samping Alexa yang terbaring di kursi.


“Daddy...” panggil Cyrano juga Cyrille menatap Sean yang terlihat sangat bersedih.


“Maafkan daddy sayang. Kemarilah kalian berdua.” balas Sean memanggil putra dan putrinya untuk mendekat padanya.


“Daddy...” Cyrano dan Cyrille menghampiri Sean kemudian memeluknya erat. “Kami merindukan daddy.” suasana tampak haru saat mereka bertiga menitikkan air mata bersama.


“Maafkan daddy.” Sean tak mengira ternyata ia berhasil menanam benih di rahim Alexa dan melahirkan buah hati untuknya. “Mulai sekarang kita tak akan berpisah lagi.”


Sean mencium bergantian Cyrille dan Cyrano.


Tak lama kemudian mobil berhenti di sebuah rumah sakit. Petugas medis segera turun tangan setelah Sean memberitahukan ada pasien yang harus segera di tangani.


“Mommy akan selamat, kan daddy ?” tanya Cyrille saat petugas medis menutup ruang operasi.


“Pasti sayang, petugas medis akan melakukan yang terbaik untuk menolong mommy kalian.” Sean menggendong Cyrille kemudian berjalan menuju ke ruang tunggu sembari menggandeng Cyrano.


Cyrille dan Cyrano terus memeluk daddy mereka selama menunggu di luar.


“Alexa di saat kita berkumpul kenapa kau malah harus terbaring di rumah sakit seperti ini ?” sesal Sean kenapa tak bisa melindungi istrinya dan bukan dirinya saja yang tertembak oleh Austin.


Di dalam ruang operasi, dokter dan petugas medis sedang berusaha keras mengeluarkan peluru yang bersarang di dada Alexa.


“Cepat jahit lagi lukanya sebelum terjadi pendarahan yang lebih banyak.” ucap dokter pada petugas medis di sana yang segera bergerak cepat setelahnya.