
Keesokan paginya Cyrano masuk ke kamar setelah sarapan pagi.
“Kau tidak ikut jalan-jalan hari ini ?” Cyrille yang sudah selesai bersiap dan akan keluar dari kamar berhenti sejenak melihat saudara kembarnya yang masih asik bermain dengan laptop.
“Tidak, kau pergi saja sendiri dengan oncle Paul. Aku sibuk.” jawabnya tanpa menatap ke arah saudari kembarnya.
Cyrille pun menjadi penasaran karena tak biasanya Cyrano menolak untuk pergi jalan-jalan di sana. “Apa itu ?” ia pun melanggar untuk melihat apa yang sedang dikerjakan oleh Cyrano. “What's ? Kau memata-matai daddy ?”
Cyrille nampak terkejut melihat Cyrano yang sedang melihat track record keberadaan daddy nya yang muncul dalam monitor.
“Ssts...” Cyrano membungkam bibir Cyrille karena ia bersuara keras. “Kau ingin semua yang ada di sini mengetahuinya ?”
Cyrille menggeleng barulah Cyrano melepaskan tangannya kembali.
“Nona muda driver sudah menunggu di depan.” panggil oncle Paul dari luar pintu. “Ya, oncle.” Cyrille singa beranjak dari duduknya dan keluar pintu.
“Jangan lupa bilang pada oncle Hari ini aku tidak ingin ikut bermain.” ucap Cyrano berpesan.
“Oke.” Cyrille hanya mengangguk sembari menutup pintu kembali.
Ya, hari ini Cyrille akan mengunjungi museum Louvre dan tempat wisata lainnya yang ada di sekitar museum.
“Ku rasa tak ada yang mencurigakan dari aktivitas Daddy.” gumam Cyrano setelah melihat ayahnya ternyata berada di kantor. “Jika begini sebaiknya tadi aku ikut saja dengan mereka.” menyesal di saat ingin ikut namun ternyata mobil di depan rumah sudah pergi saat melihatnya.
Empat hari setelahnya
Suatu malam di rumah Sean. Barusaja ada sebuah mobil merah masuk ke rumahnya.
“klak.” seorang wanita keluar dari mobil.
“Silakan masuk nona, nyonya sudah menunggu.” ucap body guard yang berjaga di rumah Sean mempersilahkan wanita itu masuk.
Ya, wanita itu adalah Angel. Ibunya Sean mengundangnya datang untuk makan malam di rumah. Bahkan ia sendiri tidak tahu apa ada hal lain yang ingin disampaikan oleh Marion padanya.
“Oh nona Angel... kau sudah datang.” Marion menyambut kedatangan wanita itu setelah seorang pelayan memberitahunya.
Ia duduk di depan Angel dan bercakap-cakap sebentar.
“Dimana tuan Sean, nyonya ?” tanya Angel yang sedari tadi tidak melihat keberadaan pria itu.
“Oh dia ada di kamarnya mungkin.” Marion tidak memberitahukan pada putranya jika ia mengundang Angel kemari untuk makan malam bersama. “Pelayan panggil tuan Sean dan beritahukan padanya untuk menemuiku sekarang.”
“Baik nyonya.” pelayan yang ada di sana segera memberitahukan hal tersebut pada tuan mudanya.
“Oh... Angel ?” gumam Sean begitu menemui Ibunya dan melihat sosok wanita tersebut. “Ada apa Angel kemari ?”
Sean pun kemudian duduk di samping ibunya. Dan setelahnya hidangan makan malam tersaji di meja.
“Karena kalian berdua sudah hadir maka aku akan membicarakan hal ini. Ini tentang wasiat almarhum tuan White. Sesuai permintaan dari beliau maka aku akan segera mengadakan acara pertunangan untuk kalian sampai kalian berdua benar-benar siap dan akan menikah.” ucap Marion panjang lebar menjelaskan tujuannya mempertemukan mereka berdua.
“A-apa ?” Sean terkejut mendengarkan keputusan ibunya yang setia tanpa bertanya atau memberitahunya terlebih dulu.
Sedangkan Angel hanya tersenyum kecil dengan muka yang bersemu merah mendengarnya.
“Oh... jadi daddy akan bertunangan ?” pekik Cyrille dan Cyrano bersamaan dengan terkejut saat mendengar obrolan daddy mereka.
“Ini benar-benar gawat.” ucap Cyrano kemudian mematikan alat penyadapnya.
“Ini tidak boleh terjadi.” Cyrille menimpali tidak terima jika daddy nya bersama wanita lain.